Berkah Dalem Gusti

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono,SS ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Rabu, 04 November 2026

Saat di Jangli, Tahun Orientasi Rohani

 


SECUIL KENANGAN MASA MUDA

TAHUN ORIENTASI ROHANI Jangli, Semarang, 1995

Antara Pembinaan, Persaudaraan, English Day, dan Hari Bahasa Jawa


Tahun 1995 menjadi salah satu bab penting dalam perjalanan masa mudaku. Sebuah masa ketika aku menjalani Tahun Orientasi Rohani (TOR) di Jangli, Semarang.

Di tempat inilah aku mengalami banyak hal yang hingga sekarang masih tersimpan dalam ingatan. Bukan hanya tentang pembinaan rohani, pendalaman iman, kedisiplinan, dan pembentukan karakter, tetapi juga tentang persahabatan, kebersamaan, serta cerita-cerita kecil yang kalau diingat sekarang bisa membuat kita tersenyum sendiri.

TOR Jangli saat itu dipimpin oleh Rektor, Rm. Puja Sumarto, Pr., dengan Wakil Rektor Rm. Harto Subono, Pr. Keduanya menjadi bagian penting dari suasana pembinaan kami.

English Day: Saat makan pun harus berpikir!

Salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah English Day.

Pada hari tertentu, kami diwajibkan menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari. Kedengarannya sederhana, tetapi bagi kami yang masih belajar dan belum terlalu lancar berbahasa Inggris, kegiatan ini bisa menjadi tantangan tersendiri.

Ada satu pengalaman yang sampai sekarang masih teringat.

Ketika tiba waktunya makan bersama, kami harus ekstra waspada. Bukan karena takut makanannya habis, melainkan karena harus menghindari kemungkinan berhadapan langsung dengan kedua Romo, Rm. Puja Sumarto dan Rm. Harto Subono.

Mengapa?

Karena kalau sampai berhadapan langsung, tentu kami harus siap berbicara dalam bahasa Inggris!

Maka, sebisa mungkin kami memilih tempat duduk yang aman. Kalau bisa, jangan sampai duduk berhadapan langsung dengan kedua Romo tersebut. Bukan tidak menghormati, tetapi kami sedang berusaha menyelamatkan kemampuan bahasa Inggris kami yang masih terbatas!

Bayangkan saja, saat sedang menikmati makanan, tiba-tiba harus menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris. Bisa-bisa pikiran yang semula tertuju pada lauk dan nasi mendadak berubah menjadi kamus berjalan!

Sekarang kalau mengingat kejadian itu, rasanya lucu sekali. Ternyata belajar bahasa Inggris bukan hanya berlangsung di ruang pembelajaran, tetapi juga sampai ke meja makan.

Hari Bahasa Jawa: Kembali ke akar budaya

Selain English Day, ada pula Hari Bahasa Jawa.

Kalau English Day membuat kami harus berpikir keras menyusun kalimat bahasa Inggris, Hari Bahasa Jawa justru menghadirkan suasana yang berbeda.

Kami diajak menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari. Di sinilah terasa bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga bagian dari identitas dan kebudayaan.

Ada nilai unggah-ungguh, tata krama, penghormatan kepada orang lain, dan kesantunan dalam berbicara.

Kami belajar bahwa menjadi pribadi yang baik tidak cukup hanya memiliki pengetahuan luas dan kemampuan berbahasa asing, tetapi juga harus mampu menghargai bahasa, budaya, dan tradisi sendiri.


Kenangan yang tidak lekang oleh waktu

Kini, ketika tahun 1995 sudah menjadi bagian dari sejarah hidupku, kenangan di TOR Jangli terasa semakin berharga.

Waktu telah berjalan begitu jauh. Orang-orang yang dahulu bersama-sama menjalani pembinaan mungkin sudah menempuh jalan hidup masing-masing. Ada yang berkeluarga, berkarya, melayani Gereja, dan mengabdi kepada masyarakat.

Namun, pengalaman di Jangli tetap menjadi salah satu mozaik indah perjalanan hidupku.

Dari English Day kami belajar keberanian berbicara. Dari Hari Bahasa Jawa kami belajar menghargai budaya. Dari kehidupan bersama kami belajar persaudaraan. Dan dari pembinaan rohani kami belajar mengenal diri serta menemukan arah kehidupan.

Jangli 1995: Bukan sekadar tempat kami belajar, melainkan tempat kenangan, persahabatan, dan nilai-nilai kehidupan mulai bertumbuh.

Waktu boleh berlalu, usia boleh bertambah, tetapi cerita masa muda akan selalu punya tempat tersendiri di hati.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Saat di Jangli, Tahun Orientasi Rohani

  SECUIL KENANGAN MASA MUDA TAHUN ORIENTASI ROHANI Jangli, Semarang, 1995 Antara Pembinaan, Persaudaraan, English Day, dan Hari Bahasa Jawa ...