Berkah Dalem Gusti

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono,SS ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Senin, 31 Agustus 2026

Laporan

 

LAPORAN KEGIATAN PENYULUH AGAMA KATOLIK

KETERLIBATAN DALAM KEPANITIAAN PESPARANI KABUPATEN BANTUL TAHUN 2026

I. IDENTITAS KEGIATAN

Nama Kegiatan:
Keterlibatan dalam Kepanitiaan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Kabupaten Bantul Tahun 2026

Pelaksana:
Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.

Jabatan:
Penyuluh Agama Katolik

Instansi:
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Tempat:
Kabupaten Bantul dan lokasi kegiatan yang ditentukan panitia

Waktu:
Agustus–September 2026

Sasaran:
Umat Katolik Kabupaten Bantul, peserta PESPARANI, pendamping, pelatih, komunitas dan kelompok kategorial, serta generasi muda Katolik.


II. LATAR BELAKANG

Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) merupakan salah satu bentuk kegiatan pembinaan dan pengembangan kehidupan iman umat Katolik melalui seni, budaya, kreativitas, serta kebersamaan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan umat sekaligus menumbuhkan semangat pelayanan dan partisipasi aktif dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Sebagai Penyuluh Agama Katolik, keterlibatan dalam kepanitiaan PESPARANI merupakan bagian dari dukungan terhadap pembinaan umat, khususnya dalam pendampingan generasi muda dan pengembangan kecintaan terhadap Kitab Suci serta kehidupan iman Katolik.


III. MAKSUD DAN TUJUAN

  1. Mendukung terselenggaranya PESPARANI Kabupaten Bantul Tahun 2026 secara tertib dan lancar.
  2. Meningkatkan keterlibatan umat Katolik dalam kegiatan pembinaan iman.
  3. Membangun semangat persaudaraan dan kerja sama antarkomunitas Katolik.
  4. Memberikan pendampingan kepada peserta, khususnya generasi muda Katolik.
  5. Menumbuhkan kecintaan terhadap Kitab Suci dan seni liturgi.
  6. Mengembangkan sikap sportif, kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab.
  7. Mendukung tugas Penyuluh Agama Katolik dalam pembinaan kehidupan keagamaan umat.

IV. BENTUK KEGIATAN

Dalam rangka mendukung PESPARANI Kabupaten Bantul Tahun 2026, kegiatan yang dilakukan meliputi:

  1. Mengikuti rapat dan koordinasi kepanitiaan.
  2. Membantu persiapan teknis pelaksanaan kegiatan.
  3. Melakukan koordinasi dengan panitia, peserta, pendamping, dan pihak terkait.
  4. Membantu mempersiapkan pelaksanaan berbagai cabang lomba.
  5. Menyiapkan materi lomba Cerdas Cermat Kitab Suci (CCKS) tingkat SMP–SMA.
  6. Membantu penyusunan soal, kunci jawaban, dan perangkat lomba.
  7. Mendampingi peserta dalam persiapan kegiatan.
  8. Membantu menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan lomba.
  9. Mendukung terciptanya suasana kompetisi yang sehat, edukatif, dan sportif.
  10. Mengikuti evaluasi dan koordinasi tindak lanjut kegiatan.

V. PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi secara bertahap bersama panitia PESPARANI Kabupaten Bantul. Dalam pelaksanaannya, Penyuluh Agama Katolik mengambil bagian sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

Salah satu bentuk keterlibatan adalah mendukung persiapan Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci tingkat SMP–SMA, mulai dari penyusunan materi, pembuatan soal wajib, penyusunan kunci jawaban, hingga membantu koordinasi teknis pelaksanaan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana pembinaan iman bagi generasi muda agar semakin mengenal, memahami, mencintai, dan menghidupi Sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari.


VI. HASIL YANG DICAPAI

Hasil yang dicapai dari kegiatan ini antara lain:

  1. Terjalinnya koordinasi dan kerja sama yang baik antaranggota panitia.
  2. Persiapan kegiatan PESPARANI dapat dilakukan secara lebih terarah.
  3. Tersedianya materi dan perangkat lomba Cerdas Cermat Kitab Suci.
  4. Peserta mendapatkan pendampingan dan pembinaan sebelum mengikuti perlombaan.
  5. Meningkatnya semangat generasi muda dalam mempelajari Kitab Suci.
  6. Terbangunnya semangat persaudaraan dan kebersamaan umat Katolik.
  7. Terwujudnya kegiatan yang mengembangkan iman sekaligus kreativitas umat.
  8. Mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Penyuluh Agama Katolik dalam pembinaan umat.

VII. NILAI-NILAI YANG DIKEMBANGKAN

Keterlibatan dalam kepanitiaan PESPARANI mengembangkan beberapa nilai penting, yaitu:

  • Iman: semakin mengenal dan mencintai Sabda Allah.
  • Persaudaraan: membangun kebersamaan antarsesama umat.
  • Pelayanan: memberikan diri untuk kepentingan bersama.
  • Tanggung jawab: melaksanakan tugas kepanitiaan dengan sungguh-sungguh.
  • Sportivitas: menerima hasil perlombaan dengan sikap dewasa.
  • Kerja sama: membangun sinergi antara panitia, peserta, pendamping, dan komunitas.
  • Kreativitas: mengembangkan potensi seni dan pembinaan iman umat.

VIII. EVALUASI

Secara umum, keterlibatan dalam kepanitiaan PESPARANI berjalan dengan baik. Koordinasi perlu terus ditingkatkan agar setiap bagian dapat melaksanakan tugas secara optimal. Persiapan materi dan perangkat lomba juga perlu dilakukan lebih awal sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung lebih efektif dan tertib.


IX. TINDAK LANJUT

Sebagai tindak lanjut, Penyuluh Agama Katolik akan terus mendukung kegiatan pembinaan umat melalui:

  1. Pendampingan kelompok anak dan remaja Katolik.
  2. Pembinaan dan pendalaman Kitab Suci.
  3. Pendampingan peserta kegiatan keagamaan.
  4. Pengembangan kegiatan pembinaan iman yang kreatif dan edukatif.
  5. Penguatan kerja sama dengan komunitas dan lembaga Gereja.
  6. Mendukung kegiatan PESPARANI dan kegiatan keagamaan Katolik lainnya.

X. PENUTUP

Demikian laporan kegiatan keterlibatan dalam kepanitiaan PESPARANI Kabupaten Bantul Tahun 2026 ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan dokumentasi kegiatan Penyuluh Agama Katolik.

Semoga keterlibatan ini semakin memperkuat semangat pelayanan, persaudaraan, dan pembinaan iman umat Katolik di Kabupaten Bantul, serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan generasi muda Katolik yang beriman, berkarakter, dan mampu menjadi pembawa damai di tengah masyarakat.

Bantul, September 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.


Lampiran Materi Soal

Rakor Bersama para Guru Katolik Bantul

 

LAPORAN KEGIATAN PENYULUH AGAMA KATOLIK

RAKOR BERSAMA PARA GURU AGAMA KATOLIK

DALAM PEMBINAAN IMAN ANAK DI SEKOLAH NEGERI

Nama: Rogatianus Slamet Widiantono, SS
Jabatan: Penyuluh Agama Katolik
Instansi: Kementerian Agama Kabupaten Bantul

A. Nama Kegiatan

Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Guru Agama Katolik dalam Pembinaan Iman Anak di Sekolah Negeri

B. Latar Belakang

Pembinaan iman anak Katolik di sekolah negeri membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang baik antara Guru Pendidikan Agama Katolik, Penyuluh Agama Katolik, pihak sekolah, orang tua, serta lingkungan Gereja. Anak-anak Katolik yang belajar di sekolah negeri perlu mendapatkan pendampingan iman yang berkesinambungan agar mampu mengembangkan iman, karakter, dan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

C. Tujuan Kegiatan

  1. Membangun koordinasi antara Penyuluh Agama Katolik dan para Guru Agama Katolik.
  2. Mengidentifikasi kebutuhan pembinaan iman anak Katolik di sekolah negeri.
  3. Menyusun strategi pembinaan iman yang sesuai dengan perkembangan anak.
  4. Meningkatkan sinergi antara sekolah, keluarga, Gereja, dan Penyuluh Agama Katolik.
  5. Mendorong pelaksanaan kegiatan pembinaan iman secara rutin dan berkelanjutan.

D. Peserta

Penyuluh Agama Katolik bersama para Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti yang melayani peserta didik Katolik di sekolah negeri.

E. Uraian Kegiatan

Penyuluh Agama Katolik melaksanakan rapat koordinasi bersama para Guru Agama Katolik untuk membahas pelaksanaan pembinaan iman anak Katolik di sekolah negeri.

Dalam rakor dilakukan sharing pengalaman mengenai kondisi peserta didik Katolik, perkembangan kehidupan iman anak, tantangan pembinaan di lingkungan sekolah, serta berbagai bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan. Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan agama, tetapi juga pada pembentukan karakter, sikap hidup, kepedulian terhadap sesama, toleransi, dan penghayatan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Para peserta juga melakukan koordinasi mengenai kemungkinan pelaksanaan kegiatan seperti doa bersama, pendalaman iman, perayaan iman, pendampingan rohani, kegiatan sosial, serta pembinaan karakter Kristiani bagi peserta didik Katolik.

F. Hasil yang Dicapai

  1. Terbangun komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antara Penyuluh Agama Katolik dan Guru Agama Katolik.
  2. Teridentifikasi kebutuhan pembinaan iman anak Katolik di sekolah negeri.
  3. Diperoleh berbagai masukan dan gagasan untuk meningkatkan kualitas pendampingan iman anak.
  4. Terbangun komitmen untuk memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, Gereja, dan Penyuluh.
  5. Tersusun rencana tindak lanjut pembinaan iman anak secara berkelanjutan.
  6. Mendorong terciptanya pembinaan iman yang ramah anak, kontekstual, dan sesuai dengan situasi peserta didik.

G. Peran Penyuluh Agama Katolik

Dalam kegiatan ini, Penyuluh Agama Katolik berperan sebagai fasilitator, pendamping, dan penggerak pembinaan iman umat, khususnya dalam membantu memperkuat sinergi antara Guru Agama Katolik dengan lingkungan Gereja dan masyarakat.

Penyuluh memberikan masukan berkaitan dengan metode pendampingan iman, penguatan karakter Kristiani, serta pengembangan kegiatan pembinaan yang dapat menjawab kebutuhan anak-anak Katolik di sekolah negeri.

H. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

Iman – Kasih – Persaudaraan – Tanggung Jawab – Toleransi – Kepedulian – Kerja Sama

I. Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut rakor, Penyuluh Agama Katolik bersama Guru Agama Katolik akan:

  • meningkatkan komunikasi dan koordinasi secara berkala;
  • menyusun program pembinaan iman anak sesuai kebutuhan;
  • mengembangkan materi pembinaan yang kreatif dan kontekstual;
  • mendorong keterlibatan orang tua dalam pendampingan iman anak;
  • membangun jejaring kerja sama dengan paroki dan lingkungan Gereja; serta
  • melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan iman secara berkala.

J. Kesimpulan

Rakor bersama para Guru Agama Katolik merupakan bagian penting dari tugas Penyuluh Agama Katolik dalam pembinaan dan pendampingan iman umat. Melalui koordinasi yang baik, pembinaan iman anak Katolik di sekolah negeri diharapkan dapat berlangsung secara terarah, berkelanjutan, dan mampu membantu anak bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, toleran, serta mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

Bantul, 31 Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, SS

WFH AGUSTUS 26

 

LAPORAN KEGIATAN WORK FROM HOME (WFH)

PENYULUH AGAMA KATOLIK KABUPATEN BANTUL

BULAN AGUSTUS 2026

Nama: Rogatianus Slamet Widiantono, SS
Jabatan: Penyuluh Agama Katolik
Instansi: Kementerian Agama Kabupaten Bantul
Periode: Setiap Hari Jumat, Bulan Agustus 2026

A. Latar Belakang

Work From Home (WFH) merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas kedinasan yang tetap memungkinkan Penyuluh Agama Katolik melaksanakan tugas secara produktif dari tempat kerja/kediaman dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam pelaksanaan WFH selama bulan Agustus 2026, Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung tugas pokok penyuluhan, pembinaan umat, penyusunan administrasi, pembuatan materi penyuluhan, serta koordinasi dengan kelompok binaan dan masyarakat.

B. Waktu Pelaksanaan

Kegiatan WFH dilaksanakan setiap hari Jumat pada:

No. Hari/Tanggal Kegiatan Utama
1 Jumat, 7 Agustus 2026 Penyusunan materi penyuluhan dan administrasi kegiatan
2 Jumat, 14 Agustus 2026 Penyusunan bahan pembinaan iman dan koordinasi kelompok binaan
3 Jumat, 21 Agustus 2026 Pembuatan materi penyuluhan dan pendampingan umat secara daring
4 Jumat, 28 Agustus 2026 Evaluasi kegiatan dan penyusunan laporan kinerja bulan Agustus

C. URAIAN KEGIATAN

1. Jumat, 7 Agustus 2026

Kegiatan: Penyusunan Materi Penyuluhan Agama Katolik

Penyuluh Agama Katolik melaksanakan WFH dengan mempersiapkan dan menyusun materi penyuluhan agama Katolik yang relevan dengan kebutuhan umat serta kalender liturgi Gereja Katolik. Materi disusun dengan bahasa yang komunikatif sehingga dapat digunakan dalam kegiatan pembinaan anak, remaja, keluarga, maupun umat di lingkungan.

Selain itu dilakukan penataan administrasi dan dokumentasi kegiatan penyuluhan sebagai bahan laporan kinerja Penyuluh Agama Katolik.

Hasil: Tersusunnya bahan penyuluhan dan administrasi pendukung kegiatan pembinaan umat.


2. Jumat, 14 Agustus 2026

Kegiatan: Persiapan Bahan Pembinaan Iman dan Koordinasi Kelompok Binaan

Dalam pelaksanaan WFH, Penyuluh melakukan persiapan bahan pembinaan iman Katolik serta melakukan koordinasi dengan kelompok-kelompok binaan melalui media komunikasi yang tersedia.

Materi diarahkan pada penguatan iman, semangat persaudaraan, kepedulian sosial, serta penghayatan iman Katolik dalam kehidupan bermasyarakat. Koordinasi juga dilakukan untuk mengetahui perkembangan kegiatan kelompok binaan dan kebutuhan pendampingan selanjutnya.

Hasil: Tersedianya bahan pembinaan dan terjalinnya komunikasi dengan kelompok binaan.


3. Jumat, 21 Agustus 2026

Kegiatan: Pembuatan Materi Penyuluhan dan Pelayanan Informasi Keagamaan

Penyuluh Agama Katolik melaksanakan WFH dengan membuat dan mengembangkan materi penyuluhan agama Katolik untuk berbagai kelompok sasaran. Materi disiapkan dalam bentuk tulisan maupun bahan digital yang dapat digunakan sebagai media edukasi dan pembinaan iman.

Selain itu, Penyuluh memberikan pelayanan informasi keagamaan kepada umat yang membutuhkan melalui media komunikasi daring. Pelayanan dilakukan dengan mengedepankan sikap ramah, terbuka, bertanggung jawab, dan menghargai keberagaman.

Hasil: Tersusunnya materi penyuluhan dan terlaksananya pelayanan informasi keagamaan kepada umat.


4. Jumat, 28 Agustus 2026

Kegiatan: Evaluasi dan Penyusunan Laporan Kinerja

Penyuluh Agama Katolik melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan penyuluhan dan pembinaan umat yang telah dilaksanakan selama bulan Agustus 2026. Kegiatan meliputi pengumpulan dokumentasi, pencatatan kegiatan, rekapitulasi kelompok binaan, serta penyusunan laporan kinerja.

Evaluasi dilakukan untuk melihat ketercapaian kegiatan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan tugas penyuluhan pada bulan berikutnya.

Hasil: Tersusunnya rekapitulasi kegiatan dan bahan laporan kinerja Penyuluh Agama Katolik bulan Agustus 2026.


D. HASIL DAN MANFAAT KEGIATAN

Pelaksanaan WFH selama bulan Agustus 2026 memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Tugas kedinasan Penyuluh Agama Katolik tetap dapat dilaksanakan secara produktif.
  2. Tersedianya materi penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan umat.
  3. Administrasi dan dokumentasi kegiatan penyuluhan menjadi lebih tertata.
  4. Komunikasi dan koordinasi dengan kelompok binaan tetap berjalan.
  5. Pelayanan informasi dan pendampingan keagamaan kepada umat tetap dapat dilakukan.
  6. Terlaksananya evaluasi terhadap kegiatan penyuluhan sebagai dasar perbaikan program berikutnya.
  7. Mendukung pencapaian target kinerja Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul.

E. NILAI-NILAI YANG DIKEMBANGKAN

Profesionalitas – Tanggung Jawab – Integritas – Pelayanan – Komunikasi – Kemandirian – Adaptasi Digital

Pelaksanaan WFH tidak mengurangi komitmen Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pelayanan kepada umat. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi sarana untuk tetap menjalankan tugas penyuluhan, pembinaan, koordinasi, dan administrasi secara efektif.

F. TINDAK LANJUT

Sebagai tindak lanjut, Penyuluh Agama Katolik akan:

  • meningkatkan kualitas materi penyuluhan;
  • memperkuat koordinasi dengan kelompok binaan;
  • memanfaatkan media digital sebagai sarana penyuluhan;
  • melakukan evaluasi kegiatan secara berkala;
  • meningkatkan dokumentasi dan administrasi kegiatan; serta
  • menindaklanjuti kebutuhan pembinaan iman umat di Kabupaten Bantul.

G. KESIMPULAN

Pelaksanaan Work From Home (WFH) Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul setiap hari Jumat selama bulan Agustus 2026 telah dimanfaatkan untuk melaksanakan tugas kedinasan secara efektif, khususnya dalam penyusunan materi penyuluhan, pelayanan informasi keagamaan, koordinasi kelompok binaan, administrasi, dokumentasi, serta evaluasi kinerja.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pelayanan, pendampingan, pembinaan, dan penguatan kehidupan iman umat, sekaligus mendukung tertib administrasi dan pencapaian kinerja di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

Bantul, 31 Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, SS

Event Seni Budaya


LAPORAN KEGIATAN PENYULUH AGAMA KATOLIK

Event Seni Budaya melalui Ketoprak dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80

1. Nama Kegiatan
Event Seni Budaya melalui Pertunjukan Ketoprak dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

2. Hari/Tanggal
Sabtu, 29 Agustus 2026

3. Waktu
Malam hari

4. Tempat
Kampung/lingkungan tempat kegiatan masyarakat

5. Pelaksana
Penyuluh Agama Katolik bersama masyarakat dan warga kampung.

6. Sasaran Kegiatan
Masyarakat kampung dari berbagai latar belakang agama, usia, dan kelompok sosial.


7. Uraian Kegiatan

Penyuluh Agama Katolik turut berpartisipasi dalam Event Seni Budaya melalui pertunjukan Ketoprak yang diselenggarakan oleh masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Kegiatan seni budaya ini menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Pertunjukan Ketoprak yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal memberikan hiburan sekaligus menjadi media untuk melestarikan seni tradisional Jawa agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Katolik hadir dan berbaur bersama masyarakat serta memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial dan budaya yang diselenggarakan di lingkungan kampung. Kehadiran Penyuluh juga menjadi bentuk nyata keterlibatan dalam kehidupan bermasyarakat serta upaya membangun komunikasi dan relasi yang harmonis dengan masyarakat lintas agama dan kelompok.

Melalui kegiatan seni budaya, nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, toleransi, kerukunan, cinta tanah air, dan penghargaan terhadap keberagaman dapat semakin dikembangkan. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan warga dalam menjaga persatuan dan melestarikan budaya bangsa.

8. Hasil yang Dicapai

  1. Kegiatan seni budaya Ketoprak dalam rangka HUT RI ke-80 dapat terlaksana dengan baik dan meriah.
  2. Terjalin komunikasi dan hubungan yang semakin baik antara Penyuluh Agama Katolik dengan masyarakat.
  3. Tumbuh semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
  4. Masyarakat semakin menghargai dan ikut melestarikan seni budaya tradisional.
  5. Terbangun suasana kerukunan dan toleransi antarwarga yang berbeda latar belakang.
  6. Kegiatan menjadi sarana memperkuat semangat persatuan dan cinta tanah air.

9. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

Persaudaraan – Kerukunan – Toleransi – Gotong Royong – Pelestarian Budaya – Nasionalisme

Kegiatan Ketoprak menjadi ruang perjumpaan masyarakat yang memperlihatkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bersama yang harmonis.

10. Peran Penyuluh Agama Katolik

Dalam kegiatan ini, Penyuluh Agama Katolik berperan sebagai pendamping dan penggerak masyarakat, khususnya dalam membangun komunikasi, kebersamaan, toleransi, dan kerukunan. Keterlibatan dalam kegiatan seni budaya merupakan bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial kemasyarakatan secara nyata.

11. Tindak Lanjut

Penyuluh Agama Katolik akan terus mendorong keterlibatan umat dan masyarakat dalam kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan sebagai sarana membangun persaudaraan, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta menjaga dan melestarikan budaya lokal.

12. Kesimpulan

Event Seni Budaya melalui pertunjukan Ketoprak dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80 pada Sabtu, 29 Agustus 2026, merupakan kegiatan positif yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan. Bagi Penyuluh Agama Katolik, keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan tugas penyuluhan melalui pendampingan sosial kemasyarakatan, penguatan kerukunan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis budaya.

Bantul, 29 Agustus 2026
Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, SS


 

Tugas Koor Gabriel

LAPORAN KEGIATAN PENYULUHAN AGAMA KATOLIK

Tugas Pelayanan Koor Bersama Lingkungan Gabriel

Paroki Pringgolayan

1. Nama Kegiatan
Pelayanan Koor dalam Perayaan Ekaristi bersama Lingkungan Gabriel

2. Hari/Tanggal
Minggu pagi, 30 Agustus 2026

3. Waktu
Pagi hari, sebelum dan selama Perayaan Ekaristi

4. Tempat
Gereja Paroki Pringgolayan

5. Pelaksana
Penyuluh Agama Katolik bersama umat Lingkungan Gabriel, Paroki Pringgolayan

6. Sasaran Kegiatan
Umat Katolik yang mengikuti Perayaan Ekaristi Minggu pagi di Gereja Paroki Pringgolayan.

7. Uraian Kegiatan

Penyuluh Agama Katolik melaksanakan tugas pelayanan bersama umat Lingkungan Gabriel dalam pelayanan koor pada Perayaan Ekaristi Minggu pagi di Gereja Paroki Pringgolayan. Kegiatan diawali dengan persiapan dan koordinasi anggota koor, pembagian tugas, serta latihan dan pengecekan lagu-lagu liturgi yang akan digunakan dalam Perayaan Ekaristi.

Dalam pelaksanaan tugas, anggota koor bersama-sama mengiringi umat dalam berbagai bagian Perayaan Ekaristi melalui nyanyian liturgi. Pelayanan koor dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, kekompakan, disiplin, dan semangat pelayanan sebagai wujud keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja.

Kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Penyuluh Agama Katolik untuk membangun komunikasi, kebersamaan, dan pendampingan iman bersama umat Lingkungan Gabriel. Melalui pelayanan musik liturgi, umat diajak untuk semakin menghayati Perayaan Ekaristi serta menumbuhkan semangat partisipasi aktif, persaudaraan, dan pelayanan dalam kehidupan Gereja.

8. Hasil yang Dicapai

  1. Pelayanan koor dalam Perayaan Ekaristi Minggu pagi dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
  2. Terjalin kerja sama dan kekompakan antara Penyuluh Agama Katolik dengan umat Lingkungan Gabriel.
  3. Umat dapat mengikuti Perayaan Ekaristi dengan lebih khidmat dan penuh penghayatan melalui nyanyian liturgi.
  4. Tumbuh semangat pelayanan dan keterlibatan umat dalam kegiatan Gereja.
  5. Terbangun komunikasi dan relasi persaudaraan yang semakin baik di antara anggota Lingkungan Gabriel.
  6. Kegiatan menjadi bagian dari pendampingan dan pembinaan iman umat melalui keterlibatan langsung dalam pelayanan Gereja.

9. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

Iman – Persaudaraan – Pelayanan – Kebersamaan – Tanggung Jawab

Pelayanan koor bukan sekadar tugas bernyanyi, tetapi merupakan bentuk nyata pewartaan iman melalui talenta dan keterlibatan umat dalam Perayaan Ekaristi.

10. Tindak Lanjut

Penyuluh Agama Katolik bersama umat Lingkungan Gabriel akan terus meningkatkan koordinasi, kekompakan, dan kualitas pelayanan liturgi serta mendorong semakin banyak umat untuk terlibat aktif dalam berbagai bentuk pelayanan Gereja.

11. Dokumentasi

Dokumentasi kegiatan: Foto bersama anggota koor dan umat Lingkungan Gabriel setelah/selesai melaksanakan pelayanan Perayaan Ekaristi Minggu pagi di Gereja Paroki Pringgolayan.

Kesimpulan:
Kegiatan pelayanan koor bersama Lingkungan Gabriel merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik dalam mendampingi, membina, dan memberdayakan umat. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap penguatan kehidupan iman, kebersamaan, serta partisipasi umat dalam kehidupan menggereja.




Laporan

  LAPORAN KEGIATAN PENYULUH AGAMA KATOLIK KETERLIBATAN DALAM KEPANITIAAN PESPARANI KABUPATEN BANTUL TAHUN 2026 I. IDENTITAS KEGIATAN Nama...