Berkah Dalem Gusti

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono,SS ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Sabtu, 24 Oktober 2026

Hadiri Pengajian

Penyuluh Katolik bersama Ust. dr Andyka Prima Pratama 

PENYULUH AGAMA KATOLIK BANTUL HADIR DALAM PENGAJIAN: WUJUD NYATA MODERASI BERAGAMA DAN KERUKUNAN

Pemandangan menyejukkan terlihat dalam sebuah kegiatan pengajian di Kabupaten Bantul. Di tengah jamaah yang hadir, tampak Penyuluh Agama Katolik dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul turut serta mengikuti pengajian dengan penuh khidmat dan rasa hormat.


Kehadiran ini bukanlah bentuk pencampuran akidah, melainkan wujud nyata dari tugas Penyuluh Agama sebagai agen Moderasi Beragama dan perekat kerukunan umat beragama di Bantul.

"Kami hadir bukan untuk ikut berakidah, tetapi untuk belajar, menghormati, dan merajut persaudaraan. Sebagai Penyuluh Agama Katolik di bawah Kementerian Agama RI, tugas kami adalah merawat kerukunan. Di mana ada pengajian, di situ kami belajar tentang indahnya toleransi," ungkap seorang Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul.

Moderasi Beragama Ala Bantul: Ngaji Bareng, Rukun Bareng

Kementerian Agama RI terus mendorong penguatan Moderasi Beragama melalui empat indikator: Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Anti Kekerasan, dan Penerimaan terhadap Tradisi.


Kehadiran Penyuluh Agama Katolik dalam pengajian menjadi contoh praktik nyata:

1. Komitmen Kebangsaan: 

Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk hidup bersama dalam perbedaan. Penyuluh Katolik hadir sebagai warga bangsa yang menghormati mayoritas.

2. Toleransi:

Toleransi bukan sekadar membiarkan, tetapi hadir, menyapa, dan menghargai. Dengan mengikuti pengajian, penyuluh menunjukkan bahwa Gereja Katolik menghormati tradisi keagamaan saudara Muslim.

3. Anti Kekerasan:

Dialog dan kehadiran bersama adalah jalan terbaik mencegah prasangka dan konflik. Pengajian menjadi ruang perjumpaan yang damai.

4. Penerimaan Tradisi:

Pengajian adalah tradisi luhur Islam Nusantara yang sarat akan nilai kebersamaan. Penyuluh Katolik belajar bagaimana nilai itu dirawat.


Bukan Sinkretisme, Tapi Persaudaraan

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Agama RI bahwa penyuluh semua agama harus menjadi garda terdepan kerukunan.

Dalam ajaran Katolik, Konsili Vatikan II dalam dokumen Nostra Aetate menegaskan bahwa Gereja Katolik menaruh hormat terhadap agama-agama lain. Gereja menolak segala bentuk diskriminasi dan mendorong dialog persaudaraan.

"Melihat saudara Muslim mengaji mengingatkan kami pada pentingnya Kitab Suci dalam hidup. Kami sebagai Katolik juga rajin membaca Kitab Suci. Di situ titik temunya: cinta pada Firman Tuhan dan cinta pada sesama," tambah Penyuluh tersebut.

Dari Pengajian untuk Indonesia

Kehadiran Penyuluh Agama Katolik dalam pengajian di Bantul menjadi pesan kuat untuk Indonesia: Kerukunan bukan hanya slogan di spanduk, tetapi harus dihidupi. Dimulai dari hal sederhana: datang, duduk bersama, mendengarkan, dan menghormati.

Bantul sebagai Kabupaten yang menjunjung tinggi toleransi kembali menunjukkan bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan untuk saling melengkapi.

Penyuluh Agama Katolik Bantul: Hadir untuk Kerukunan, Merawat Kebhinekaan.


Penyuluh Katolik Peduli Donor Darah

 

PENYULUH AGAMA KATOLIK KABUPATEN BANTUL PEDULI: SETETES DARAH, WUJUD NYATA KASIH KRISTUS

Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan kemanusiaan melalui aksi sosial Donor Darah dengan tema "Setetes Darah, Sejuta Harapan, Wujud Kasih Kristus".


Kegiatan Penyuluh Agama Katolik Bantul ini bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bagian dari tugas penyuluh sebagai agen moderasi beragama dan pelayan umat yang menghadirkan kasih Kristus di tengah masyarakat.

Penyuluh Agama Katolik tidak hanya bertugas menyampaikan ajaran di mimbar, tetapi harus hadir dan peduli pada persoalan kemanusiaan. Donor darah adalah salah satu wujud paling nyata dari perintah Kasih: mengasihi sesama seperti diri sendiri.

Donor Darah Sebagai Pelayanan Iman

Dalam perspektif Katolik, darah memiliki makna yang sangat luhur. Darah Kristus yang tertumpah di kayu salib menjadi sumber keselamatan. Ketika seorang penyuluh mendonorkan darahnya, ia meneladani Kristus yang memberikan diri-Nya secara total bagi kehidupan dunia.

Hal ini sejalan dengan Yohanes 15:13, "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya."

Aksi donor darah ini juga menjadi sarana penyuluh untuk mengedukasi umat dan masyarakat luas tentang pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial, nilai yang sangat ditekankan dalam Ajaran Sosial Gereja.

Dari Penyuluh Untuk Dunia

Kegiatan Donor Darah Penyuluh Agama Katolik Bantul ini untuk jalinan kerja sama dengan PMI. Diharapkan melalui kegiatan ini, stok darah di PMI dapat terbantu, dan citra penyuluh sebagai sahabat umat yang humanis semakin dirasakan.

Ini adalah bukti bahwa Penyuluh Agama Katolik Kemenag Bantul hadir tidak hanya di gereja dan lingkungan, tetapi juga di tengah denyut kemanusiaan.

Penyuluh Hadir, Kasih Nyata, Kehidupan Terjaga.

Berbagi Darah, Berbagi Kasih, Berbagi Kehidupan


Selasa, 20 Oktober 2026

Zoom bersama Lintas Satker



 

Membangun Komunitas di Luar Gereja


 

Bersatu dalam Ziarah di Salib Suci


 

Dialog Agama di GKJ





 

Konsultasi Personal


 

*ROSARIO: GADGET ROHANI ANAK KATOLIK DI ERA DIGITAL*
_Pendampingan Iman Anak Katolik Lingkungan Gayam - Piyungan_

 Di tengah gempuran gadget, game online, dan TikTok, masihkah Rosario relevan untuk anak-anak kita di Gayam, Piyungan? Jawabannya: *Sangat Relevan!* Bahkan Rosario adalah "gadget rohani" pertama yang dimiliki Gereja Katolik jauh sebelum ada smartphone.

*1. Rosario Itu Apa Sih? (Versi Anak)*

Kalau anak SD di Gayam punya HP untuk chat teman, Bunda Maria punya Rosario untuk chat dengan Yesus. Rosario bukan jimat, bukan kalung biasa. Rosario adalah *untaian doa cinta*.

Santo Yohanes Paulus II berkata: _"Rosario adalah ringkasan Injil."_ Saat berdoa Rosario, kita tidak hanya mengulang Salam Maria, tapi kita sedang berjalan bersama Bunda Maria merenungkan hidup Yesus, dari lahir, berkarya, wafat, sampai mulia.

*2. Kenapa Anak Gayam Piyungan Harus Ber-Rosario?*

*a. Rosario adalah Gadget Penguat Sinyal Iman*
Sinyal HP di Piyungan kadang hilang, tapi sinyal doa Rosario langsung terhubung ke Surga. Saat anak cemas karena PR, takut ujian, atau kecanduan game, Rosario memberikan ketenangan. Seperti tema kita *"Gadget Menguatkan Panggilanku"*, Rosario menguatkan panggilan kita sebagai anak-anak Allah.

*b. Belajar dari Bunda Maria: Pendoa yang Setia*
Bunda Maria di Gayam? Ya, Bunda Maria hadir di setiap rumah yang berdoa. Maria tidak punya HP, tapi ia punya hati yang selalu terhubung dengan Allah melalui doa "Fiat" - Ya, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu (Luk 1:38). Anak-anak diajak meniru ketaatan Maria.

*c. Rosario Melatih Fokus, Bukan Kecanduan*
Kalau gadget melatih jari untuk scroll terus, Rosario melatih jari untuk berpindah dari satu manik ke manik lain sambil fokus pada satu misteri. Ini melatih kesabaran dan konsentrasi anak, yang kini banyak hilang karena gadget.

*3. Cara Kreatif Ber-Rosario Bersama Anak di Gayam (Agar Tidak Bosan)*

Jangan paksa anak ber-Rosario 1 jam langsung. Coba cara ini yang sudah dipraktekkan di beberapa lingkungan di Bantul:

*Metode 1 Dekade Sehari (10 Salam Maria)*
Senin: Peristiwa Gembira 1
Selasa: Peristiwa Gembira 2
Dan seterusnya. 5 menit selesai!

*Metode Rosario Digital*
Gunakan gadget untuk kebaikan! Putar video Rosario Anak di YouTube, atau pakai aplikasi "Rosario Audio". Anak di Gayam bisa berdoa sambil melihat gambar-gambar Yesus yang menarik di tablet.

*Metode Rosario Alam*
Karena Piyungan dekat sawah dan alam, ajak anak ber-Rosario jalan kaki keliling lingkungan sambil membawa Rosario. Satu rumah satu Salam Maria. Indah dan membangun kebersamaan.

*4. Penutup: Dari Gayam Untuk Dunia*

Anak-anak Katolik Gayam, Piyungan mungkin kecil jumlahnya, tapi doa Rosario mereka besar kuasanya. Paus Fransiskus berpesan kepada Misionaris Cilik: _"Anak-anak, berdoalah Rosario untuk perdamaian dunia."_

Mari kita buktikan, gadget di tangan kita bisa menjadi alat pewartaan. Kita foto Rosario kita, kita share ayat Kitab Suci, kita ajak teman berdoa lewat WA Group Lingkungan Gayam.

*Gadget di tangan, Rosario di hati. Dari Gayam, Piyungan, kita wartakan Kerahiman Tuhan!*

*Doa Penutup untuk Anak:*
_Bunda Maria, Bunda kami di Gayam Piyungan, ajari kami berdoa seperti Engkau. Bantu kami menggunakan gadget untuk memuliakan Yesus Putra-Mu. Amin. Salam Maria 3x._


Hadiri Pengajian

Penyuluh Katolik bersama Ust. dr Andyka Prima Pratama  PENYULUH AGAMA KATOLIK BANTUL HADIR DALAM PENGAJIAN: WUJUD NYATA MODERASI BERAGAMA DA...