Berkah Dalem Gusti

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono,SS ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Kamis, 17 September 2026

Bakti Sosial di Dlingo

 

LAPORAN KEGIATAN

BAKTI SOSIAL DROPPING AIR BERSIH

DI KECAMATAN DLINGO DAN KECAMATAN PANGGANG

OLEH PENYULUH LINTAS AGAMA SUB BAG TU

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BANTUL

Hari/Tanggal: Kamis, 17 September 2026
Tempat: Kecamatan Dlingo dan Kecamatan Panggang, Kabupaten Bantul
Pelaksana: Penyuluh Lintas Agama Sub Bag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul


I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan sehari-hari. Kondisi musim kemarau yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan sumber air di sejumlah wilayah Kabupaten Bantul mendorong perlunya kepedulian dan solidaritas bersama untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian sosial, memperkuat kerukunan umat beragama, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat, Penyuluh Lintas Agama Sub Bag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa dropping air bersih di wilayah Kecamatan Dlingo dan Kecamatan Panggang.

Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian Kementerian Agama terhadap masyarakat sekaligus sarana mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong lintas agama dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

B. Dasar Kegiatan

  1. Tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul dalam memberikan pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat.
  2. Peran Penyuluh Lintas Agama dalam membangun kerukunan, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
  3. Program kegiatan Sub Bag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.
  4. Hasil koordinasi Penyuluh Lintas Agama dengan pihak terkait mengenai kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak kekeringan.

C. Maksud dan Tujuan

Kegiatan bakti sosial dropping air bersih ini bertujuan untuk:

  1. Membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mengalami kesulitan akibat kondisi kekeringan.
  2. Meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
  3. Meningkatkan kepedulian sosial dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
  4. Memperkuat sinergi dan kebersamaan Penyuluh Lintas Agama Kementerian Agama Kabupaten Bantul.
  5. Mewujudkan kehadiran Kementerian Agama yang dekat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
  6. Menumbuhkan semangat moderasi beragama melalui aksi sosial dan pelayanan kemanusiaan tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok masyarakat.

II. PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Nama Kegiatan

Bakti Sosial Dropping Air Bersih bagi Masyarakat Kecamatan Dlingo dan Kecamatan Panggang.

B. Hari dan Tanggal

Kamis, 17 September 2026

C. Lokasi

  1. Wilayah Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.
  2. Wilayah Kecamatan Panggang, Kabupaten Bantul.

D. Pelaksana

Kegiatan dilaksanakan oleh Penyuluh Lintas Agama dari Sub Bag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, bekerja sama dengan pihak terkait di wilayah Kecamatan Dlingo dan Kecamatan Panggang.

E. Bentuk Kegiatan

Bentuk kegiatan berupa:

  • Koordinasi dengan pihak terkait mengenai lokasi dan kebutuhan air bersih.
  • Penyaluran/droping air bersih menggunakan armada tangki air.
  • Penyerahan bantuan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
  • Komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat serta pihak wilayah setempat.
  • Dokumentasi kegiatan sebagai bahan laporan pelaksanaan.

III. URAIAN KEGIATAN

Kegiatan diawali dengan koordinasi antara Penyuluh Lintas Agama Sub Bag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul dengan pihak terkait untuk memastikan lokasi dan sasaran penerima bantuan air bersih.

Selanjutnya, tim melaksanakan perjalanan menuju wilayah Kecamatan Dlingo dan Kecamatan Panggang. Air bersih kemudian didistribusikan kepada masyarakat di lokasi yang telah ditentukan berdasarkan kebutuhan dan kondisi lapangan.

Dalam pelaksanaan kegiatan, para penyuluh tidak hanya melakukan penyaluran air bersih, tetapi juga membangun komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat. Kehadiran para penyuluh menjadi bagian dari upaya memberikan dukungan moral sekaligus menunjukkan kepedulian sosial Kementerian Agama terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.

Kegiatan berlangsung dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian lintas agama. Bantuan diberikan dengan mengedepankan prinsip kemanusiaan, pelayanan, dan persaudaraan tanpa membedakan latar belakang masyarakat penerima.


IV. HASIL KEGIATAN

Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain:

  1. Masyarakat di wilayah Kecamatan Dlingo dan Kecamatan Panggang memperoleh bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  2. Beban masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat sedikit terbantu.
  3. Terjalin komunikasi dan koordinasi yang semakin baik antara Penyuluh Lintas Agama Kemenag Bantul dengan pihak terkait di wilayah sasaran.
  4. Terwujud aksi nyata kepedulian sosial Penyuluh Lintas Agama dalam membantu masyarakat.
  5. Semangat kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong lintas agama semakin diperkuat.
  6. Kegiatan menjadi salah satu bentuk implementasi pelayanan masyarakat dan penguatan moderasi beragama melalui aksi nyata.

V. NILAI-NILAI YANG DIBANGUN

Kegiatan dropping air bersih mengandung beberapa nilai penting, yaitu:

1. Kepedulian
Membangun kepekaan terhadap kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

2. Kemanusiaan
Memberikan bantuan berdasarkan kebutuhan masyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang.

3. Gotong Royong
Mendorong kebersamaan berbagai pihak dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat.

4. Kerukunan
Menunjukkan bahwa perbedaan agama tidak menjadi penghalang untuk bekerja sama dalam kegiatan kemanusiaan.

5. Moderasi Beragama
Mengimplementasikan nilai moderasi beragama melalui sikap peduli, toleran, inklusif, dan bekerja sama untuk kemaslahatan bersama.


VI. KENDALA

Dalam pelaksanaan kegiatan, terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian, antara lain:

  1. Kondisi geografis beberapa wilayah yang membutuhkan koordinasi dan penyesuaian akses kendaraan.
  2. Kebutuhan air bersih masyarakat yang cukup besar sehingga diperlukan kesinambungan bantuan.
  3. Perlunya koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah wilayah dan pihak terkait untuk menentukan prioritas sasaran bantuan.

Kendala tersebut dapat diatasi melalui koordinasi dan kerja sama antara tim Penyuluh Lintas Agama dengan pihak terkait di wilayah setempat.


VII. TINDAK LANJUT

Sebagai tindak lanjut kegiatan, diperlukan:

  1. Pemantauan kondisi ketersediaan air bersih di wilayah yang membutuhkan.
  2. Koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa/kalurahan, dan pihak terkait.
  3. Penguatan sinergi Penyuluh Lintas Agama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
  4. Pelaksanaan kegiatan sosial serupa apabila kondisi masyarakat masih membutuhkan bantuan.
  5. Pendataan kebutuhan masyarakat sebagai bahan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut.

VIII. PENUTUP

Kegiatan Bakti Sosial Dropping Air Bersih di Kecamatan Dlingo dan Kecamatan Panggang pada Kamis, 17 September 2026 telah dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial Penyuluh Lintas Agama Sub Bag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul kepada masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat berupa terpenuhinya kebutuhan air bersih, tetapi juga semakin memperkuat semangat persaudaraan, kepedulian, toleransi, gotong royong, dan kerukunan antarumat beragama.

Melalui kegiatan nyata di tengah masyarakat, Penyuluh Lintas Agama diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai pelayan masyarakat, penggerak kerukunan, serta mitra pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan saling peduli.

Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dan bahan dokumentasi serta evaluasi bagi pelaksanaan kegiatan selanjutnya.

Bantul, 17 September 2026

Mengetahui,
Kepala Sub Bag Tata Usaha
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul




................................................
NIP. ............................................


Pelaksana/Penyuluh Lintas Agama




Rogatianus Slamet Widiantono, SS
Penyuluh Agama Katolik
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rabu, 16 September 2026

PI REMAJA KATOLIK


MATERI PENYULUHAN AGAMA KATOLIK REMAJA


“Hati yang Gembira adalah Obat”

Menjadi Remaja Katolik yang Penuh Sukacita, Harapan, dan Kasih

Sasaran: Remaja Katolik
Durasi: ±60–90 menit
Metode: Sharing, permainan, refleksi, diskusi, dan doa
Tema Kitab Suci:

“Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang.”
(Amsal 17:22)


1. Tujuan Penyuluhan

Setelah mengikuti kegiatan, remaja diharapkan mampu:

  1. Memahami arti kegembiraan Kristiani.
  2. Menyadari bahwa kehidupan tidak selalu mudah, tetapi selalu ada alasan untuk berharap.
  3. Mampu menghadapi masalah dengan sikap positif dan iman.
  4. Membangun persaudaraan dengan menjadi pribadi yang membawa sukacita bagi orang lain.
  5. Menjadikan Yesus sebagai sumber kekuatan dan pengharapan.

2. Pembukaan: “Apa yang Membuat Saya Bahagia?”

Ajak peserta menjawab secara spontan:

“Apa yang membuat kamu bahagia?”

Contoh jawaban:

  • Berkumpul dengan sahabat.
  • Mendapat kabar baik.
  • Mendapat nilai bagus.
  • Bermain bersama.
  • Didengarkan orang tua.
  • Diterima oleh teman.
  • Berhasil mencapai sesuatu.
  • Merasa dicintai.



Kemudian tanyakan:

“Apakah kita bisa tetap memiliki sukacita ketika sedang menghadapi masalah?”

Di sinilah kita masuk ke pemahaman bahwa gembira tidak sama dengan hidup tanpa masalah.


3. Hati Gembira Bukan Berarti Tidak Punya Masalah

Sebagai remaja, banyak hal yang dapat membuat hati terasa berat:

  • masalah keluarga;
  • persahabatan yang renggang;
  • merasa tidak diterima;
  • tekanan sekolah;
  • kegagalan;
  • konflik dengan teman;
  • rasa takut terhadap masa depan;
  • terlalu banyak membandingkan diri dengan orang lain;
  • komentar negatif di media sosial.

Kadang kita berpikir:

“Kalau masalahku selesai, barulah aku bisa bahagia.”

Padahal sukacita Kristiani mengajarkan sesuatu yang berbeda.

Kita boleh menghadapi masalah, tetapi kita tidak harus kehilangan harapan.

Gembira bukan berarti berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Gembira berarti tetap membuka hati terhadap kebaikan, kasih, persahabatan, dan penyertaan Tuhan.


4. Apa Arti “Hati yang Gembira”?

Menurut Amsal 17:22, hati yang gembira memiliki kekuatan yang besar bagi kehidupan manusia.

Hati yang gembira adalah:

😊 1. Mampu melihat sisi baik kehidupan

Tidak hanya melihat kekurangan dan masalah, tetapi juga menyadari berkat yang masih dimiliki.

🙏 2. Mampu bersyukur

Remaja yang bersyukur tidak selalu memiliki semuanya, tetapi mampu menghargai apa yang telah diterimanya.

❤️ 3. Mampu mengasihi

Kegembiraan semakin bertumbuh ketika kita berbagi kasih kepada orang lain.

🌱 4. Mampu berharap

Ketika mengalami kegagalan, kita tidak mengatakan:

“Aku tidak bisa.”

Tetapi:

“Aku belum berhasil. Aku akan mencoba lagi.”

✝️ 5. Menyadari bahwa Tuhan menyertai

Sumber utama sukacita orang Kristiani bukan hanya keberhasilan duniawi, tetapi hubungan dengan Allah.


5. Yesus adalah Sumber Sukacita

Yesus menghendaki agar para murid-Nya memiliki sukacita.

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.”
(Yohanes 15:11)

Sukacita yang diberikan Yesus bukan sekadar tertawa atau bersenang-senang.

Sukacita Kristiani adalah keyakinan bahwa:

Tuhan selalu menyertai kita, bahkan ketika hidup sedang tidak mudah.

Karena itu, seorang remaja Katolik dipanggil untuk menjadi pembawa sukacita, bukan pembawa kebencian, ejekan, atau permusuhan.


6. “Gembira Itu Menular”

Bayangkan ketika kita bertemu seseorang yang:

  • murah senyum;
  • ramah;
  • mau mendengarkan;
  • suka menolong;
  • tidak mudah menghakimi;
  • memberikan semangat.

Bagaimana perasaan kita?

Biasanya kita juga menjadi lebih nyaman dan gembira.

Sebaliknya, ketika seseorang selalu:

  • marah;
  • mengejek;
  • merendahkan;
  • menyebarkan gosip;
  • mencari kesalahan orang lain,

suasana menjadi berat.

Maka tanyakan kepada peserta:

“Ketika saya hadir di tengah teman-teman, apakah suasana menjadi lebih gembira atau justru lebih berat?”

Pertanyaan ini bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk menjadi bahan refleksi.


7. Tantangan Remaja di Era Digital

Media sosial dapat menjadi sarana yang baik untuk berbagi sukacita, tetapi juga dapat menjadi sumber tekanan.

Misalnya:

“Mengapa hidup orang lain terlihat lebih bahagia daripada hidup saya?”

Kita melihat foto:

  • liburan;
  • prestasi;
  • ulang tahun;
  • pertemanan;
  • kesuksesan.

Tetapi kita sering lupa bahwa media sosial hanya menampilkan sebagian dari kehidupan seseorang.

Jangan mengukur nilai diri berdasarkan kehidupan orang lain.

Pesan penting:

“Jangan membandingkan proses hidupmu dengan tampilan hidup orang lain.”

Tuhan mempunyai jalan dan waktu yang berbeda bagi setiap orang.


8. Bagaimana Menjaga Hati Tetap Gembira?

🌞 1. Bersyukur setiap hari

Sebutkan minimal tiga hal yang patut disyukuri.

🙏 2. Berdoa

Ceritakan kepada Tuhan apa yang sedang dirasakan.

👨‍👩‍👧 3. Berbagi cerita dengan orang yang dipercaya

Jangan selalu menyimpan semua beban seorang diri.

🤝 4. Membangun persahabatan yang sehat

Pilih pergaulan yang membuat kita bertumbuh.

❤️ 5. Melakukan kebaikan kecil

Menolong teman, menyapa, mendengarkan, dan memberi semangat.

📵 6. Bijak menggunakan media sosial

Tidak semua hal harus dibandingkan, dikomentari, atau diikuti.

✝️ 7. Mendekat kepada Yesus

Melalui doa, Kitab Suci, Ekaristi, dan kehidupan menggereja.


9. Aktivitas: “Botol Sukacita”

Alat: kertas kecil dan wadah/botol.

Minta setiap peserta menuliskan:

“Satu hal yang membuat saya bersyukur hari ini adalah...”

Semua kertas dimasukkan ke dalam botol.

Kemudian beberapa peserta mengambil dan membacakan secara bergantian.

Pesan:

Kadang kita baru menyadari bahwa ternyata ada begitu banyak alasan untuk bersyukur.


10. Refleksi Pribadi

Berikan waktu hening selama 2–3 menit.

Ajak peserta merenungkan:

  1. Apa yang akhir-akhir ini membuat hatiku tidak gembira?
  2. Apakah aku lebih sering melihat masalah daripada berkat Tuhan?
  3. Siapa orang yang selalu memberikan kegembiraan dalam hidupku?
  4. Apakah aku juga menjadi sumber kegembiraan bagi orang lain?
  5. Apa satu hal yang ingin aku ubah mulai hari ini?
  6. Apa yang ingin aku serahkan kepada Tuhan?

Kemudian ucapkan bersama:

“Tuhan, ajarlah aku untuk tetap bersukacita, bukan karena hidupku sempurna, tetapi karena aku percaya Engkau selalu menyertaiku.”


11. Pesan Utama untuk Remaja

HATI GEMBIRA BUKAN KARENA HIDUP TANPA MASALAH.

HATI GEMBIRA KARENA KITA TAHU TUHAN TIDAK PERNAH MENINGGALKAN KITA.

Jangan menjadi remaja yang hanya mencari kebahagiaan.

Jadilah remaja yang membawa kebahagiaan.

Bawa sukacita:

  • di rumah;
  • di sekolah;
  • di lingkungan;
  • di Gereja;
  • di antara teman;
  • bahkan melalui media sosial.

Karena mungkin saja senyummu hari ini menjadi kekuatan bagi seseorang yang sedang menghadapi hari yang berat.


12. Komitmen Remaja

Ajak peserta mengucapkan bersama:

“Saya mau menjadi remaja Katolik yang membawa sukacita.
Saya mau belajar bersyukur.
Saya mau menghargai diri sendiri dan orang lain.
Saya tidak mudah menyerah ketika menghadapi masalah.
Saya mau menjadi sahabat yang baik.
Saya mau menggunakan media sosial secara bijaksana.
Dan saya mau menjadikan Yesus sebagai sumber sukacita dalam hidup saya.”

🌟 Kalimat penutup

“Jangan tunggu hidup sempurna untuk tersenyum.
Tersenyumlah, bersyukurlah, dan percayalah:
Tuhan sedang berjalan bersamamu.”

Minggu, 13 September 2026

Pesparani Bantul

 


LAPORAN KEGIATAN

PEKAN GEREJANI UMAT KATOLIK NASIONAL (PESPARANI)

KABUPATEN BANTUL TAHUN 2026

I. IDENTITAS KEGIATAN

Nama Kegiatan : Pesparani Kabupaten Bantul Tahun 2026
Hari/Tanggal : Sabtu, 12 September 2026
Waktu : Pukul 08.00–15.00 WIB
Tempat : SMA Stella Duce Bambanglipuro, Kabupaten Bantul
Peserta : Panitia, peserta lomba, pendamping, dan unsur terkait Pesparani Kabupaten Bantul
Pelaksana : Panitia Pesparani Kabupaten Bantul Tahun 2026

II. DASAR KEGIATAN

  1. Program pembinaan dan pengembangan kehidupan keagamaan umat Katolik di Kabupaten Bantul.
  2. Program kerja Pesparani Kabupaten Bantul Tahun 2026.
  3. Upaya meningkatkan kualitas iman, persaudaraan, kreativitas, dan partisipasi umat Katolik melalui kegiatan seni dan budaya rohani.
  4. Tugas dan fungsi Penyuluh Agama Katolik dalam melaksanakan pembinaan, pendampingan, dan penguatan kehidupan keagamaan umat Katolik.

III. LATAR BELAKANG

Pekan Gerejani Umat Katolik Nasional (Pesparani) merupakan salah satu wadah untuk mengembangkan potensi umat Katolik melalui kegiatan seni, budaya, dan perlombaan yang berorientasi pada penghayatan iman Katolik.

Pelaksanaan Pesparani Kabupaten Bantul Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan iman sekaligus mempererat persaudaraan, kebersamaan, sportivitas, dan semangat pelayanan di antara umat Katolik di Kabupaten Bantul.

Kegiatan yang dilaksanakan di SMA Stella Duce Bambanglipuro pada Sabtu, 12 September 2026 merupakan bagian dari rangkaian persiapan dan pelaksanaan Pesparani Kabupaten Bantul Tahun 2026.

IV. MAKSUD DAN TUJUAN

Kegiatan ini bertujuan untuk:

  1. Meningkatkan penghayatan dan pengamalan iman Katolik.
  2. Mengembangkan bakat, kreativitas, dan kemampuan peserta dalam bidang seni dan pengetahuan rohani.
  3. Membangun semangat persaudaraan dan kebersamaan umat Katolik.
  4. Menumbuhkan sikap sportivitas, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama.
  5. Mempersiapkan peserta yang memiliki kemampuan dan kesiapan untuk mengikuti tahapan Pesparani selanjutnya.
  6. Mendukung program pembinaan umat Katolik di Kabupaten Bantul.

V. PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Sabtu, 12 September 2026
Pukul : 08.00–15.00 WIB
Tempat : SMA Stella Duce Bambanglipuro, Kabupaten Bantul.

Secara umum rangkaian kegiatan meliputi:

No. Waktu Kegiatan
1 08.00–08.30 Registrasi dan persiapan peserta
2 08.30–09.00 Pembukaan dan pengarahan
3 09.00–12.00 Pelaksanaan kegiatan/lomba Pesparani
4 12.00–13.00 Istirahat
5 13.00–14.30 Pelaksanaan lanjutan dan evaluasi
6 14.30–15.00 Penutupan dan pengarahan

Jadwal dapat disesuaikan dengan susunan acara resmi panitia.

VI. HASIL KEGIATAN

Hasil yang diperoleh dari kegiatan antara lain:

  1. Kegiatan Pesparani Kabupaten Bantul Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan lancar.
  2. Peserta memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dalam bidang pengetahuan dan seni keagamaan Katolik.
  3. Terjalin komunikasi, koordinasi, dan kebersamaan yang semakin baik antara panitia, peserta, pendamping, dan unsur terkait.
  4. Peserta menunjukkan antusiasme dan semangat dalam mengikuti rangkaian kegiatan.
  5. Kegiatan menjadi sarana pembinaan iman sekaligus pengembangan potensi umat Katolik, khususnya generasi muda.
  6. Terbangun semangat sportivitas, persaudaraan, tanggung jawab, dan pelayanan dalam rangka menyukseskan Pesparani Kabupaten Bantul Tahun 2026.

VII. PERAN DALAM KEGIATAN

Dalam kegiatan Pesparani Kabupaten Bantul Tahun 2026, Penyuluh Agama Katolik turut berperan dalam mendukung kelancaran kegiatan melalui:

  1. Koordinasi dengan panitia dan pihak terkait.
  2. Pendampingan peserta dan kelompok binaan.
  3. Memberikan dukungan dalam pembinaan iman dan kesiapan peserta.
  4. Membantu menciptakan suasana kegiatan yang tertib, komunikatif, dan kondusif.
  5. Mendukung pengembangan potensi umat Katolik melalui kegiatan Pesparani.

VIII. EVALUASI

Secara umum kegiatan berjalan dengan baik. Beberapa hal yang perlu terus ditingkatkan antara lain koordinasi antar panitia dan peserta, ketepatan waktu, kesiapan teknis, serta pendampingan peserta agar pelaksanaan kegiatan berikutnya dapat berlangsung semakin efektif dan optimal.

IX. TINDAK LANJUT

Sebagai tindak lanjut kegiatan, dilakukan:

  1. Evaluasi pelaksanaan kegiatan bersama panitia.
  2. Pendataan dan pemantauan peserta.
  3. Pendampingan peserta dalam meningkatkan kemampuan sesuai bidang yang diikuti.
  4. Koordinasi persiapan untuk tahapan Pesparani berikutnya.
  5. Penguatan pembinaan iman dan semangat pelayanan umat Katolik.

X. PENUTUP

Demikian laporan kegiatan Pesparani Kabupaten Bantul Tahun 2026 ini dibuat sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan serta bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya.

Semoga kegiatan Pesparani dapat terus menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas iman, mempererat persaudaraan, mengembangkan potensi umat, serta memperkuat semangat kebersamaan dan pelayanan umat Katolik di Kabupaten Bantul.

Bantul, 12 September 2026

Pelapor,

Rogatianus Slamet Widiantono, SS
Penyuluh Agama Katolik
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Selasa, 08 September 2026

Persekutuan Doa antar Gereja


LAPORAN KEGIATAN

PERSEKUTUAN DOA ANTAR GEREJA BERSAMA YAYASAN EL SADDAI

A. Nama Kegiatan

Persekutuan Doa Antar Gereja bersama Yayasan El Saddai

B. Waktu Pelaksanaan

Setiap bulan, Sabtu pertama
Pukul: 09.00–12.00 WIB

C. Tempat

Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, DIY

D. Bentuk Kegiatan

Persekutuan doa, pendalaman iman, dan membangun persaudaraan lintas gereja.

E. Uraian Kegiatan

Kegiatan Persekutuan Doa Antar Gereja bersama Yayasan El Saddai dilaksanakan secara rutin setiap bulan pada Sabtu pertama, pukul 09.00–12.00 WIB, bertempat di wilayah Maguwoharjo.

Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan membangun komunikasi yang baik antarumat Kristiani dari berbagai gereja. Dalam suasana doa dan kebersamaan, peserta diajak untuk semakin menyadari pentingnya hidup dalam kasih, saling menghormati, dan bekerja sama dalam mewujudkan kerukunan umat beragama.

Kegiatan diisi dengan doa bersama, pujian, renungan atau pendalaman iman, sharing pengalaman iman, serta dialog dan kebersamaan antar peserta.

F. Tujuan Kegiatan

  1. Membangun persaudaraan antarumat Kristiani.
  2. Mempererat komunikasi dan kerja sama antar gereja.
  3. Meningkatkan kehidupan doa dan penghayatan iman.
  4. Menumbuhkan semangat saling menghargai dalam keberagaman tradisi gereja.
  5. Mendukung terciptanya kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.
  6. Membangun jejaring pelayanan sosial dan keagamaan antar komunitas.

G. Hasil dan Manfaat

Kegiatan persekutuan doa memberikan manfaat dalam memperkuat relasi persaudaraan antarumat Kristiani. Peserta memperoleh kesempatan untuk saling berbagi pengalaman iman, memberikan dukungan, serta membangun kepedulian terhadap sesama.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat moderasi beragama, toleransi, dialog, dan kerja sama, sehingga kehidupan masyarakat dapat berlangsung secara harmonis dan damai.

H. Nilai Pembinaan Iman

Persekutuan doa mengingatkan bahwa iman tidak hanya diwujudkan melalui doa pribadi, tetapi juga melalui kehidupan bersama dan kepedulian terhadap sesama.

Semangat persaudaraan sejalan dengan doa Yesus:

“Supaya mereka semua menjadi satu.”
(Yohanes 17:21)

Melalui persekutuan ini, umat diajak untuk membangun persatuan, saling menghargai, dan menjadi pembawa damai di tengah masyarakat.

I. Kesimpulan

Persekutuan Doa Antar Gereja bersama Yayasan El Saddai yang dilaksanakan setiap Sabtu pertama pukul 09.00–12.00 WIB di Maguwoharjo merupakan kegiatan yang positif dalam membangun persaudaraan, memperkuat kehidupan iman, serta mendukung terciptanya kerukunan antarumat Kristiani.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wujud nyata semangat persaudaraan, dialog, dan kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Bantul, .................... 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.

Pendamping PIA PIR

 

LAPORAN KEGIATAN

RAPAT KOORDINASI TIM PENDAMPING PIA-PIR

A. Nama Kegiatan

Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pendamping PIA-PIR


B. Bentuk Kegiatan

Koordinasi dan evaluasi pendampingan iman anak dan remaja

C. Uraian Kegiatan

Dilaksanakan Rapat Koordinasi Tim Pendamping PIA-PIR sebagai upaya meningkatkan kualitas pendampingan dan pembinaan iman bagi anak dan remaja Katolik.

Rakor menjadi ruang bersama bagi para pendamping untuk melakukan koordinasi mengenai pelaksanaan kegiatan PIA-PIR, menyusun rencana pendampingan, mengevaluasi kegiatan yang telah berjalan, serta mengidentifikasi berbagai kebutuhan dan tantangan dalam pendampingan anak dan remaja.

Dalam pertemuan dibahas pula pentingnya menciptakan suasana pembinaan yang menyenangkan, kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan anak dan remaja, sehingga mereka semakin mengenal, mencintai, dan menghayati iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari.

D. Tujuan Kegiatan

  1. Meningkatkan koordinasi antarpendamping PIA-PIR.
  2. Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembinaan iman anak dan remaja.
  3. Menyusun rencana kegiatan pendampingan berikutnya.
  4. Meningkatkan kreativitas dalam penyampaian materi iman.
  5. Membangun kerja sama dan kekompakan tim pendamping.
  6. Menciptakan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan anak dan remaja.

E. Hasil Kegiatan

Hasil yang diperoleh dari kegiatan Rakor antara lain:

  • Terbangunnya komunikasi dan koordinasi antarpendamping.
  • Adanya evaluasi terhadap kegiatan PIA-PIR yang telah dilaksanakan.
  • Tersusunnya rencana tindak lanjut kegiatan pendampingan.
  • Munculnya berbagai gagasan kreatif untuk pembinaan iman anak dan remaja.
  • Semakin kuatnya komitmen pendamping untuk memberikan pelayanan secara aktif dan berkesinambungan.

F. Nilai Pembinaan Iman

Pendampingan PIA-PIR merupakan bentuk nyata kepedulian Gereja terhadap pertumbuhan iman generasi muda. Anak dan remaja perlu mendapatkan ruang untuk mengenal Tuhan, mengembangkan talenta, membangun persaudaraan, serta belajar menghidupi nilai-nilai Injil dalam keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.


Para pendamping dipanggil untuk menjadi sahabat perjalanan iman anak dan remaja, bukan hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

G. Kesimpulan

Rapat Koordinasi Tim Pendamping PIA-PIR berjalan dengan baik dan menjadi sarana untuk memperkuat sinergi, evaluasi, serta perencanaan kegiatan pembinaan iman anak dan remaja.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan, diharapkan pelayanan PIA-PIR semakin mampu membantu anak dan remaja Katolik bertumbuh dalam iman, kasih, persaudaraan, dan tanggung jawab.

Bantul, .................... 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.

Koor Pamka


LAPORAN KEGIATAN

LATIHAN KOOR PAMJA

A. Nama Kegiatan

Latihan Koor PAMJA

B. Bentuk Kegiatan

Latihan dan pembinaan kelompok koor


C. Uraian Kegiatan

Dilaksanakan kegiatan latihan koor PAMJA sebagai bagian dari persiapan pelayanan liturgi dan pengembangan kemampuan bernyanyi dalam kelompok.

Kegiatan latihan meliputi pemanasan vokal, latihan pernapasan, pembagian suara, latihan lagu-lagu liturgi, serta penyelarasan suara antaranggota. Latihan juga diarahkan untuk membangun kekompakan, kedisiplinan, dan kesatuan hati dalam pelayanan.

Melalui kegiatan ini, anggota PAMJA didampingi untuk semakin memahami bahwa pelayanan koor merupakan bagian dari pelayanan liturgi dan bentuk nyata persembahan talenta kepada Tuhan.

D. Tujuan Kegiatan

  1. Meningkatkan kemampuan vokal anggota koor.
  2. Melatih kekompakan dan harmonisasi suara.
  3. Mempersiapkan pelayanan koor dalam Perayaan Ekaristi.
  4. Menumbuhkan semangat pelayanan dan kebersamaan.
  5. Mengembangkan talenta musik dan olah vokal sebagai bagian dari pelayanan Gereja.

E. Hasil Kegiatan

Kegiatan latihan berjalan dengan baik dan diikuti dengan semangat oleh anggota PAMJA. Peserta semakin memahami teknik bernyanyi secara bersama-sama, pembagian suara, serta pentingnya kekompakan dalam pelayanan koor.

Selain meningkatkan kemampuan bernyanyi, latihan menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan membangun semangat pelayanan di antara anggota.

F. Nilai Pembinaan Iman

Latihan koor mengajarkan bahwa setiap talenta yang dimiliki merupakan anugerah Tuhan yang dapat dipersembahkan untuk melayani sesama dan memuliakan Tuhan.


“Bernyanyi adalah berdoa dua kali.” Melalui pelayanan musik liturgi, anggota PAMJA diajak untuk melayani bukan sekadar dengan suara, tetapi juga dengan hati, iman, dan ketulusan.

G. Kesimpulan

Latihan Koor PAMJA merupakan kegiatan pembinaan dan persiapan pelayanan yang bermanfaat dalam meningkatkan kemampuan vokal, kekompakan, serta semangat pelayanan anggota. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kualitas pelayanan liturgi sekaligus memperkuat kehidupan iman dan persaudaraan umat.

Bantul, .................... 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.

Rakor Penyuluh Sub Bag TU


LAPORAN KEGIATAN

RAKOR PENYULUH AGAMA BERSAMA SUB BAGIAN TATA USAHA KEMENAG KABUPATEN BANTUL

A. Nama Kegiatan

Rapat Koordinasi (Rakor) Penyuluh Agama bersama Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Bantul

B. Hari dan Waktu

Hari: Senin
Waktu: 13.00–15.30 WIB

C. Tempat

Aula Kementerian Agama Kabupaten Bantul

D. Peserta

Para Penyuluh Agama di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bantul bersama jajaran Sub Bagian Tata Usaha.

E. Narasumber/Pimpinan Rapat

Bapak Aminuddin


F. Uraian Kegiatan

Pada hari Senin pukul 13.00–15.30 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Penyuluh Agama bersama Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Bantul yang bertempat di Aula Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

Kegiatan rakor dipimpin dan diberikan arahan oleh Bapak Aminuddin. Dalam pertemuan tersebut dibahas persiapan dan koordinasi pelaksanaan kegiatan Bhakti Sosial yang direncanakan akan dilaksanakan di wilayah Dlinggo dan Panggang.

Pembahasan meliputi koordinasi antarpenyuluh, persiapan pelaksanaan kegiatan, pembagian tugas dan tanggung jawab, serta upaya membangun kerja sama dan sinergi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Rakor ini juga menjadi sarana komunikasi dan koordinasi untuk memastikan bahwa kegiatan Bhakti Sosial dapat dipersiapkan dan dilaksanakan dengan baik, tertib, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di wilayah sasaran.


G. Hasil Kegiatan

Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan Rakor adalah:

  1. Terjalinnya koordinasi antara para Penyuluh Agama dan Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Bantul.
  2. Diperolehnya arahan dari Bapak Aminuddin terkait persiapan kegiatan Bhakti Sosial.
  3. Dibahasnya rencana pelaksanaan Bhakti Sosial di wilayah Dlinggo dan Panggang.
  4. Meningkatnya sinergi dan kerja sama antarpenyuluh dalam pelaksanaan kegiatan sosial dan pelayanan kepada masyarakat.
  5. Teridentifikasinya kebutuhan persiapan dan koordinasi lanjutan untuk mendukung kelancaran kegiatan Bhakti Sosial.

H. Manfaat Kegiatan

Kegiatan Rakor memberikan manfaat antara lain:

  • Memperkuat koordinasi dan komunikasi antarpenyuluh.
  • Menyatukan pemahaman mengenai rencana kegiatan Bhakti Sosial.
  • Meningkatkan kerja sama dan semangat kebersamaan.
  • Mendukung kelancaran persiapan kegiatan pelayanan sosial.
  • Meningkatkan peran Penyuluh Agama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

I. Kesimpulan

Kegiatan Rapat Koordinasi Penyuluh Agama bersama Sub Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Kabupaten Bantul yang dilaksanakan pada hari Senin pukul 13.00–15.30 WIB di Aula Kementerian Agama Kabupaten Bantul berjalan dengan baik.

Rakor bersama Bapak Aminuddin membahas persiapan dan koordinasi kegiatan Bhakti Sosial di wilayah Dlinggo dan Panggang. Diharapkan melalui koordinasi yang baik, kegiatan Bhakti Sosial dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai dokumentasi dan bahan pelaporan pelaksanaan tugas.

Bantul, .................... 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.

Bakti Sosial di Dlingo

  LAPORAN KEGIATAN BAKTI SOSIAL DROPPING AIR BERSIH DI KECAMATAN DLINGO DAN KECAMATAN PANGGANG OLEH PENYULUH LINTAS AGAMA SUB BAG TU KAN...