Berkah Dalem Gusti

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono,SS ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Kamis, 28 Mei 2026

Ensiklik I Paus Leo XIV

Ensiklik Magnifica Humanitas dari Pope Leo XIV secara resmi ditandatangani pada 15 Mei 2026, dan dipublikasikan kepada umum pada 25 Mei 2026. Tanggal 15 Mei 2026 dipilih secara simbolis karena bertepatan dengan 135 tahun promulgasi ensiklik Pope Leo XIII, yaitu Rerum Novarum (15 Mei 1891), yang menjadi tonggak awal Ajaran Sosial Gereja modern. Jadi, dalam tradisi dokumen Gereja Tanggal resmi ensiklik adalah 15 Mei 2026 dan Tanggal tahun promulgasi  Vatikan adah 25 Mei 2026, terdiri atas 245 nomor.  Isi ringkas: 


SURAT ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS

Dari Bapa Suci Pope Leo XIV Tentang Menjaga Martabat Pribadi Manusia di Masa Kecerdasan Buatan


I. Pengantar: Zaman Baru Umat Manusia

Dalam ensiklik Magnifica Humanitas, Paus Leo XIV melihat perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai salah satu titik balik terbesar dalam sejarah peradaban manusia. Teknologi digital, algoritma, dan mesin pembelajar telah mengubah cara manusia bekerja, berpikir, berkomunikasi, bahkan memahami dirinya sendiri. Dunia memasuki suatu “zaman baru,” di mana kemampuan teknologi berkembang jauh melampaui apa yang pernah dibayangkan sebelumnya.

Paus mengakui bahwa AI membawa manfaat besar bagi kehidupan manusia. Dalam bidang kesehatan, AI membantu diagnosis penyakit dan penelitian medis. Dalam pendidikan, teknologi membuka akses pengetahuan yang luas. Dalam ekonomi dan komunikasi, AI mempercepat pekerjaan dan mempertemukan manusia dari berbagai bangsa. Semua ini menunjukkan bahwa akal budi manusia adalah anugerah Allah yang dapat dipakai untuk membangun dunia yang lebih baik.

Namun, Paus juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak otomatis berarti kemajuan moral. Dunia modern sering kali terpesona oleh efisiensi, kecepatan, dan kemampuan mesin, tetapi melupakan pertanyaan mendasar: Apakah manusia sungguh menjadi lebih manusiawi? Karena itu, Gereja merasa perlu memberikan terang moral dan spiritual agar perkembangan AI tetap menghormati martabat manusia.


II. Martabat Manusia sebagai Dasar Utama

Pusat ensiklik ini adalah keyakinan Kristiani bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (imago Dei). Karena itu, setiap pribadi memiliki martabat yang tidak dapat diukur hanya dengan produktivitas, data, atau kemampuan intelektual.

AI dapat memproses informasi dengan sangat cepat, tetapi tidak memiliki jiwa, hati nurani, kasih, ataupun kebebasan moral. Mesin dapat “meniru” bahasa manusia, tetapi tidak dapat sungguh mengasihi. Teknologi dapat membantu mengambil keputusan, tetapi tidak dapat menggantikan tanggung jawab etis manusia.

Paus Leo XIV menegaskan bahwa manusia tidak boleh direduksi menjadi sekadar “data digital” atau objek algoritma. Bahaya terbesar zaman teknologi adalah ketika manusia mulai dinilai berdasarkan efisiensi ekonomi, statistik perilaku, atau kemampuan konsumsi. Dalam situasi seperti itu, pribadi manusia kehilangan kedalaman spiritual dan nilai sakralnya.

Karena itu, Gereja mengingatkan bahwa manusia selalu lebih besar daripada teknologi; yakni hati nurani tidak dapat digantikan mesin; relasi kasih tidak dapat diprogram; dan kebebasan manusia tetap merupakan anugerah ilahi yang harus dihormati. 


III. Peluang Positif Kecerdasan Buatan

Ensiklik ini tidak menolak teknologi. Sebaliknya, Paus mengajak Gereja dan dunia untuk melihat AI sebagai sarana yang dapat dipakai demi kesejahteraan bersama (bonum commune).

AI dapat membantu pengembangan ilmu pengetahuan; pelayanan kesehatan; pendidikan bagi daerah miskin; perlindungan lingkungan hidup; pengurangan pekerjaan berat dan berbahaya; serta peningkatan solidaritas global. 

Paus mengapresiasi para ilmuwan, peneliti, dan pengembang teknologi yang bekerja demi kemajuan umat manusia. Gereja memandang penelitian ilmiah sebagai bagian dari panggilan manusia untuk ikut mengambil bagian dalam karya penciptaan Allah.

Namun, Paus mengingatkan bahwa teknologi harus selalu diarahkan pada pelayanan kepada manusia, terutama mereka yang miskin, lemah, sakit, dan tersingkir. Jika AI hanya memperkaya segelintir orang dan memperlebar ketimpangan sosial, maka teknologi kehilangan orientasi moralnya.


IV. Bahaya dan Tantangan Moral

Ensiklik Magnifica Humanitas juga memberi perhatian besar pada bahaya yang dapat muncul dari penggunaan AI tanpa etika.

1. Manipulasi dan Penyalahgunaan Informasi

AI dapat dipakai untuk menyebarkan kebohongan, propaganda, manipulasi politik, dan deepfake yang merusak kepercayaan publik. Dalam dunia digital, manusia dapat dengan mudah kehilangan kemampuan membedakan kebenaran dan kepalsuan.

Paus menegaskan bahwa kebenaran tetap merupakan dasar kehidupan bersama. Teknologi yang memanipulasi kesadaran manusia bertentangan dengan martabat pribadi.

2. Pengawasan dan Hilangnya Privasi

Perkembangan AI memungkinkan pengumpulan data pribadi dalam skala besar. Jika tidak dikendalikan secara etis, manusia dapat hidup dalam budaya pengawasan yang menghilangkan kebebasan dan ruang batin pribadi.

Gereja menekankan bahwa privasi bukan hanya masalah teknis, tetapi bagian dari penghormatan terhadap martabat manusia.

3. Krisis Relasi Manusia

Budaya digital dapat membuat manusia semakin terhubung secara virtual tetapi semakin kesepian secara nyata. Paus mengingatkan bahwa relasi sejati membutuhkan kehadiran personal, dialog, empati, dan kasih yang nyata.

Teknologi tidak boleh menggantikan keluarga, persahabatan, komunitas, dan kehidupan rohani.

4. Ketimpangan Sosial dan Ekonomi

Otomatisasi dapat menyebabkan hilangnya banyak pekerjaan dan memperbesar jurang antara kaya dan miskin. Karena itu, negara dan masyarakat internasional harus memastikan bahwa perkembangan teknologi tidak mengorbankan martabat pekerja.


V. Pendidikan dan Formasi Moral

Paus Leo XIV menekankan pentingnya pendidikan integral di era AI. Manusia modern tidak cukup hanya menguasai teknologi; mereka juga harus dibentuk dalam kebijaksanaan moral dan spiritual.

Pendidikan Kristiani harus membantu generasi muda yakni menggunakan teknologi secara bijaksana; membangun kemampuan berpikir kritis; menghormati kebenaran; mengembangkan empati dan solidaritas; serta menjaga kehidupan doa dan keheningan batin. 

Paus mengingatkan bahwa dunia digital sering dipenuhi kebisingan informasi yang membuat manusia kehilangan kemampuan merenung. Karena itu, keheningan, doa, dan kontemplasi menjadi semakin penting agar manusia tidak kehilangan arah hidupnya.


VI. Gereja dan Tanggung Jawab Bersama

Ensiklik ini menyerukan dialog global antara Gereja, ilmuwan, pemerintah, dunia pendidikan, perusahaan teknologi, dan masyarakat sipil. 

AI tidak boleh hanya diatur oleh kepentingan ekonomi atau politik semata. Dunia membutuhkan prinsip-prinsip etis universal yang menjaga kehidupan manusia, perdamaian, dan keadilan sosial.

Gereja dipanggil hadir bukan sebagai musuh kemajuan, tetapi sebagai suara moral yang mengingatkan bahwa teknologi harus melayani cinta kasih dan kesejahteraan bersama.


VII. Harapan Kristiani di Tengah Revolusi Teknologi

Pada bagian penutup, Paus Leo XIV menegaskan bahwa harapan terbesar manusia tidak terletak pada mesin, algoritma, ataupun kecerdasan buatan, melainkan pada Allah sendiri.

Teknologi dapat membantu kehidupan manusia, tetapi tidak dapat menyelamatkan jiwa manusia. Hanya kasih Allah yang mampu memenuhi kerinduan terdalam manusia akan makna, kebenaran, dan kebahagiaan. Karena itu, Gereja mengajak seluruh umat beriman yakni menggunakan teknologi dengan bijaksana, menjaga martabat setiap pribadi, memperkuat solidaritas kemanusiaan, dan tetap menempatkan Kristus sebagai pusat kehidupan. 

Ensiklik Magnifica Humanitas menjadi seruan profetis agar dunia modern tidak kehilangan kemanusiaannya di tengah kemajuan teknologi yang sangat cepat.


Kutipan Penutup

“Kecerdasan buatan adalah buah kecerdasan manusia; tetapi martabat manusia berasal dari Allah. Karena itu, teknologi harus tetap berada dalam pelayanan kepada pribadi manusia dan tidak pernah menggantikan nilai sakral hidup manusia.” — Magnifica Humanitas

“245. With the same faith as Mary, let us become “weavers of hope” in our world, sharing who we are and what we have, so that the presence of Jesus may grow among us and his Kingdom take shape. In the humble fidelity of daily life, even the era of AI can become a time in which the Holy Spirit brings about the civilization of love in our lives. Indeed, the Lord continues to make all things new and offers every era the possibility of becoming part of salvation history in the light of the Incarnation. I entrust our desire to the Mother of Christ, to the Woman of the Magnificat, that she may guide our steps through this time of change and preserve in each of us true faith in the Gospel, so that we may bear witness to the grandeur of humanity, in which God has made his dwelling.”


Ringkasan (tidak resmi) SURAT ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS

Jakarta, 25 Mei 20220

Jacobus Tarigan, Pr




Catatan Harian Penyuluh Katolik JUNI 2026

HARI SENIN

KET WAKTU

TEMA

TUJUAN

KEGIATAN

ALAMAT

GO MAP

Senin I 1 Juni 2026

 

UPACARA HARI LAHIRNYA PANCASILA

 

Bukan hanya sebagai hiasan namun terlebih dihidupi

Mengikuti secara aktif upacara di Kantor Kemenag

Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No.16, Karangbayam, Bantul, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55714

Kantor Kemenag Bantul 

https://maps.app.goo.gl/MoD4fAJTUsCfU4cX9

Senin II

8 Juni 2026

 Apel Pagi 



Pendampingan Lansia di Panti Jompo


Pembinaan Iman Remaja di Pandak



Memupuk kedisiplinan

Mengikuti secara aktif apel pagi di Kantor Kemenag

 Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No.16, Karangbayam, Bantul, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55714

Kantor Kemenag Bantul 

https://maps.app.goo.gl/MoD4fAJTUsCfU4cX9

Senin III

15 Juni 2026

 Apel Pagi 



Menghidupi integritas

Mengikuti secara aktif apel pagi di Kantor Kemenag

 Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No.16, Karangbayam, Bantul, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55714

 Kantor Kemenag Bantul 

https://maps.app.goo.gl/MoD4fAJTUsCfU4cX9

Senin IV

22 Juni 2026 

 Apel Pagi 



Menghayati profesionalitas 

Mengikuti secara aktif apel pagi di Kantor Kemenag

 Jl. Dr. Wahidin Sudiro Husodo No.16, Karangbayam, Bantul, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55714

Kantor Kemenag Bantul 

https://maps.app.goo.gl/MoD4fAJTUsCfU4cX9



HARI SELASA

KET WAKTU

TEMA

TUJUAN

KEGIATAN

ALAMAT

GO MAP

Selasa I

2 Juni 2026

 

Pembinaan Iman di Bantul

 

Bina Iman Remaja Katolik di PA Bina Putra

 Jl. Pramuka No.3, Badegan, Bantul, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55711

PA BINA PUTRA


https://maps.app.goo.gl/Ptw4n6URZkDv1nuD7?g_st=aw

Selasa II

 9 Juni 2026

Pembinaan Iman di Bantul

 

Bina Iman Remaja Katolik di PA Bina Putra

Jl. Pramuka No.3, Badegan, Bantul, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55711 

PA BINA PUTRA


https://maps.app.goo.gl/Ptw4n6URZkDv1nuD7?g_st=aw

Selasa III

16 Juni 2026

Pembinaan Iman di Bantul

 

Bina Iman Remaja Katolik di PA Bina Putra

Jl. Pramuka No.3, Badegan, Bantul, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55711 






PA BINA PUTRA



https://maps.app.goo.gl/Ptw4n6URZkDv1nuD7?g_st=aw

Selasa IV

23 Juni 2026

Pembinaan Iman di Bantul 

 

Bina Iman Remaja Katolik di PA Bina Putra

Jl. Pramuka No.3, Badegan, Bantul, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55711 

PA BINA PUTRA




https://maps.app.goo.gl/Ptw4n6URZkDv1nuD7?g_st=aw



HARI RABU

KET WAKTU

TEMA

TUJUAN

KEGIATAN

ALAMAT

GO MAP

Rabu I

 3 Juni 2026


 

 

 

 

Rabu II

 10 Juni 2026

 

 

Pendalaman iman keluarga Kristiani Bantul

Pendalaman Iman


 

 

Rabu III

 17 Juni 2026

Merajut kebersamaan dalam harmoni

 

Rakor Pokjaluh Sub Bag TU Kemenag Bantul

 

 

Rabu IV

 24 Juni 2026

 

 

 

 

 


HARI KAMIS

KET WAKTU

TEMA

TUJUAN

KEGIATAN

ALAMAT

GO MAP

Kamis I

4 Juni 2026

Kasih Allah yang Memulihkan Kehidupan

Membantu warga binaan memahami bahwa Allah mengasihi setiap manusia tanpa terkecuali.

Menumbuhkan harapan akan perubahan hidup yang lebih baik.

Menguatkan iman dalam menghadapi masa pembinaan di rutan.

Doa pembukaan.

Lagu rohani dan ice breaking.

Penyampaian materi tentang kasih Allah yang memulihkan.

Sharing pengalaman hidup dan refleksi iman.

Doa spontan dan penutup.

 JL. Guwosari, Pajangan, 55751, Iroyudan, Guwosari, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55751

 

Kamis II

11 Juni 2026

Pertobatan sebagai Jalan Menuju Kehidupan Baru

Mengajak warga binaan untuk merefleksikan perjalanan hidupnya.

Menumbuhkan semangat pertobatan dan perubahan diri.

Mendorong peserta membangun masa depan yang lebih baik

Doa pembukaan.

Pembacaan dan pendalaman Kitab Suci (Luk 15:11-32).

Penyuluhan tentang makna pertobatan.

Refleksi pribadi dan diskusi kelompok.

Menulis komitmen perubahan diri.

Doa penutup.

 JL. Guwosari, Pajangan, 55751, Iroyudan, Guwosari, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55751

 

Kamis III

18 Juni 2026

Hati Kudus Yesus, Sumber Pengharapan dan Pengampunan

Memahami kasih dan pengampunan Yesus yang tidak terbatas.

Menumbuhkan sikap mengampuni diri sendiri dan sesama.

Menguatkan harapan untuk menjalani hidup yang lebih bermakna

Doa pembukaan.

Renungan tentang Hati Kudus Yesus.

Penyampaian materi dan dialog interaktif.

Sharing pengalaman tentang pengampunan.

Doa Litani Hati Kudus Yesus.

Doa penutup

 JL. Guwosari, Pajangan, 55751, Iroyudan, Guwosari, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55751

 

Kamis IV

25 Juni 2026 

Menjadi Pribadi Baru dalam Kristus

Menyadarkan warga binaan akan martabatnya sebagai anak Allah.

Menumbuhkan motivasi untuk hidup lebih baik setelah masa pembinaan.

Membantu peserta menyusun langkah-langkah perubahan positif. 

Doa pembukaan.

Pembacaan Kitab Suci (2 Korintus 5:17).

Penyuluhan tentang identitas baru dalam Kristus.

Refleksi dan penyusunan rencana hidup sederhana.

Sharing komitmen pribadi.

Evaluasi bulanan dan doa penutup

 JL. Guwosari, Pajangan, 55751, Iroyudan, Guwosari, Kec. Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55751

 


Hasil yang Diharapkan
  1. Warga binaan semakin memahami ajaran iman Katolik.
  2. Tumbuh sikap optimis, harapan, dan semangat memperbaiki diri.
  3. Terbentuk karakter yang lebih bertanggung jawab, disiplin, dan beriman.
  4. Warga binaan memiliki komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik sesuai nilai-nilai Kristiani setelah menyelesaikan masa pembinaan.


HARI JUMAT

KET WAKTU

TEMA

TUJUAN

KEGIATAN

ALAMAT

GO MAP

Jumat I

5 Juni 2026

Menjadi Saksi Kasih Kristus di Tengah Masyarakat Meningkatkan kesadaran umat akan panggilan sebagai saksi Kristus.
Mendorong umat untuk mewujudkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Menumbuhkan semangat pelayanan dan kepedulian sosial.

Doa pembukaan.

Penyampaian materi tentang panggilan menjadi saksi Kristus.

Diskusi kelompok mengenai pengalaman mewartakan kasih Tuhan.

Penyusunan aksi nyata pelayanan di lingkungan.

Doa penutup.

 

 

Jumat II

 12 Juni 2026

Hidup dalam Semangat Tahun Yubelium: Peziarah Harapan Memahami makna harapan Kristiani dalam kehidupan.
Menguatkan iman umat dalam menghadapi tantangan zaman.
Menumbuhkan sikap optimis dan percaya kepada penyelenggaraan Allah

Doa pembukaan dan pembacaan Kitab Suci.

Penyuluhan tentang makna Yubelium dan harapan Kristiani.

Refleksi pribadi dan sharing iman.

Komitmen hidup sebagai pembawa harapan.

Doa penutup.


 

 

Jumat III

 19 Juni 2026

Hati Kudus Yesus, Sumber Kasih dan Belas Kasih Menghayati devosi kepada Hati Kudus Yesus.
Meneladani kasih dan belas kasih Yesus dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Membangun budaya saling mengampuni dan peduli

Doa pembukaan.

Pendalaman Kitab Suci tentang kasih Yesus.

Penyampaian materi mengenai Hati Kudus Yesus.

Sharing pengalaman menerima dan memberi belas kasih.

Doa Litani Hati Kudus Yesus.

Doa penutup

 

 

Jumat IV

 26 Juni 2026

Keluarga Katolik sebagai Gereja Rumah Tangga Memperkuat peran keluarga sebagai pusat pendidikan iman.
Menumbuhkan kebiasaan doa dan membaca Kitab Suci dalam keluarga.
Membangun relasi keluarga yang harmonis dan penuh kasih.

Doa pembukaan.

Penyuluhan tentang keluarga sebagai Ecclesia Domestica (Gereja Rumah Tangga).

Diskusi tentang tantangan keluarga Katolik saat ini.

Penyusunan program doa keluarga.

Evaluasi dan refleksi bulanan.

Doa penutup


 



HARI SABTU

KET WAKTU

TEMA

TUJUAN

KEGIATAN

ALAMAT

GO MAP

Sabtu I

 6 Juni 2026

"Meneladani Hati Kudus Yesus di Tengah Keluarga"

Mengajak umat menghidupkan kembali suasana kasih Kristiani dalam rumah tangga sehari-hari.

Fokus: Mengingat bulan Juni dalam tradisi Katolik didedikasikan untuk Devosi Hati Kudus Yesus.


Inti Materi: Bagaimana kasih Hati Kudus Yesus menjadi teladan bagi setiap anggota keluarga dalam mengampuni, bersabar, dan saling melayani.

Jl. Pringgolayan No.8, Plumbon, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198

 

Sabtu II

 13 Juni 2026

"Peran Roh Kudus dalam Kehidupan Sehari-hari"

Menguatkan iman umat agar tidak mudah menyerah dan selalu mengandalkan tuntunan Tuhan.

Fokus: Menghayati kehadiran Roh Kudus sebagai penolong dan pembimbing.


Inti Materi: Memahami karunia Roh Kudus (Hikmat, Pengertian, Nasehat, Keperkasaan, Pengenalan, Kesalehan, dan Takut akan Allah) dan cara menerapkannya saat menghadapi tantangan hidup.

Jl. Pringgolayan No.8, Plumbon, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198

 

Sabtu III

 20 Juni 2026

"Menjadi Saksi Kristus melalui Karya Nyata (Sosial)"

Mendorong umat untuk tidak hanya aktif di dalam gereja, tetapi juga berdampak bagi masyarakat luas.

 Fokus: Mewujudkan iman dalam perbuatan.


Inti Materi: Pentingnya terlibat dalam aksi sosial, peduli pada sesama yang berkekurangan, dan menjadi terang di lingkungan sekitar sesuai dengan ajaran sosial Gereja.

Jl. Pringgolayan No.8, Plumbon, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198

 

Sabtu IV

 27 Juni 2026

Keluarga sebagai Gereja Domestik: Mendidik Anak dalam Iman"

Memberikan bekal praktis bagi para orang tua agar dapat menjaga iman anak-anak di tengah tantangan modern.

Fokus: Pendidikan iman bagi generasi muda/anak-anak.


Inti Materi: Peran orang tua sebagai pendidik utama iman bagi anak-anak. Diskusi mengenai cara menyampaikan nilai-nilai Katolik yang relevan dengan perkembangan zaman digital saat ini.

Jl. Pringgolayan No.8, Plumbon, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198

 


HARI MINGGU

KET WAKTU

TEMA

TUJUAN

KEGIATAN

ALAMAT

GO MAP

Minggu I

7 Juni 2026

 

Bersyukur atas Kasih Allah dalam Kehidupan

Umat mampu menyadari bahwa seluruh hidup merupakan anugerah Allah dan terdorong untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan

 

 Jl. Wulung Jl. Pringgolayan No.8, Plumbon, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198

 

Minggu II

14 Juni 2026

 

Membangun Keluarga yang Penuh Kasih dan Pengampunan

Umat memahami pentingnya kasih dan pengampunan dalam keluarga serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

 

 Jl. Wulung Jl. Pringgolayan No.8, Plumbon, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198

 

Minggu III

 21 Juni 2026

Menjadi Murid Kristus yang Peduli Sesama

Umat semakin terdorong untuk mewujudkan iman melalui tindakan nyata, khususnya dalam membantu sesama yang membutuhkan.

 

 Jl. Wulung Jl. Pringgolayan No.8, Plumbon, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198

 

Minggu IV

28 Juni 2026

 

Hidup dalam Iman, Harapan, dan Kasih

Umat mampu memperteguh iman, memelihara harapan, dan menghidupi kasih sebagai dasar kehidupan Kristiani.

 

 Jl. Wulung Jl. Pringgolayan No.8, Plumbon, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55198

 


Materi 6 Suluh Juli 26

  Berikut adalah draf materi penyuluhan Katolik yang mendalam, terstruktur, dan menggerakkan hati berdasarkan teks Matius 10:1-7 (Kisah Yes...