Berkah Dalem Gusti

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono,SS ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Selasa, 13 Oktober 2026

Jangan Bersih di Luar


 

Hati yang Rendah Hati




 

Materi Suluh 10.13

 

🌟 MATERI PENYULUHAN REMAJA KATOLIK

“Jangan Cuma Glowing di Wajah, Hati Juga Harus Bening!” 😄❤️

Berdasarkan Injil Lukas 11:37–41

Sasaran: Remaja Katolik
Tema: Mempercantik Hati, Bukan Hanya Penampilan
Durasi: 30–45 menit
Tujuan: Remaja menyadari bahwa menjadi pribadi yang baik bukan hanya soal penampilan luar, tetapi juga tentang kebersihan hati, ketulusan, dan kepedulian kepada sesama.


1. PEMBUKAAN: SIAPA YANG SUKA BERKACA? 🤳😂

Teman-teman, siapa di sini yang kalau bangun tidur langsung mencari HP?

Siapa yang kalau mau berangkat sekolah atau pergi bersama teman-teman, berkaca dulu?

Coba bayangkan kalau kita mau berangkat, lalu melihat wajah di cermin.

Rambut berantakan! 😱
Wajah masih mengantuk! 😴
Baju belum rapi!

Wah, pasti langsung sibuk memperbaiki penampilan!

Ada yang menyisir rambut, memakai minyak rambut, atau merapikan pakaian.

Sekarang, coba bayangkan ada cermin ajaib yang bisa memperlihatkan isi hati kita.

Kalau hati kita sedang penuh iri hati, apakah kita mau melihatnya? 🤭

Kalau hati kita penuh kemarahan, apakah kita berani bercermin?

Kalau mulut kita suka mengejek teman, apakah kita masih berani berkata, "Aku anak baik!"

Nah, pertanyaannya: kita lebih sibuk merawat wajah atau merawat hati?

Inilah yang ingin kita pelajari dari Injil hari ini.


2. MENDENGARKAN SABDA TUHAN 📖

Bacaan: Lukas 11:37–41

Dalam Injil ini, Yesus diundang makan oleh seorang Farisi. Sebelum makan, Yesus tidak melakukan pembasuhan seperti yang biasa dilakukan oleh orang Farisi.

Orang Farisi itu heran melihat tindakan Yesus.

Kemudian Yesus menegur mereka karena terlalu memperhatikan kebersihan bagian luar, tetapi kurang memperhatikan kebersihan hati.

Mereka tampak saleh dari luar, tetapi di dalam hati masih ada keserakahan dan kejahatan.

Yesus mengingatkan bahwa yang terpenting bukan hanya apa yang terlihat oleh mata, melainkan juga apa yang ada di dalam hati.

Yesus juga mengajak mereka untuk berbagi dengan orang yang membutuhkan.

Pesan utama Injil: Tuhan tidak hanya melihat penampilan kita, tetapi juga hati dan tindakan kita.


3. RENUNGAN: JANGAN CUMA GLOWING DI WAJAH! ✨

Teman-teman, zaman sekarang penampilan itu penting bagi banyak orang.

Foto harus bagus.
Rambut harus rapi.
Baju harus keren.
Kalau mengunggah foto, jangan sampai salah memilih filter! 😂

Kadang-kadang, satu foto bisa diedit berkali-kali.

Jerawat dihilangkan, wajah dibuat lebih cerah, dan latar belakang diganti supaya terlihat keren.

Tetapi, pernahkah kita mengedit sikap kita sendiri?

Misalnya, saat bertemu guru, kita tersenyum manis.

Namun, ketika guru tidak melihat, kita malah mengeluh dan berbicara tidak sopan.

Di depan teman, kita berkata, "Aku selalu mendukungmu!"

Tetapi, ketika teman mendapatkan prestasi, kita justru iri.

Di media sosial, kita mengunggah kata-kata bijak tentang kasih.

Namun, di grup WhatsApp, kita malah ikut mengejek teman.

Waduh! Jangan-jangan yang bijak hanya statusnya, tetapi sikapnya masih perlu diperbaiki! 😅

Teman-teman, menjadi orang baik bukan berarti harus selalu terlihat baik di depan orang lain. Menjadi orang baik berarti berusaha melakukan yang benar, bahkan ketika tidak ada orang yang melihat.

Yesus mengajak kita untuk memperhatikan kebersihan hati.

Hati yang bersih bukan berarti kita tidak pernah marah, iri, atau melakukan kesalahan. Kita semua bisa mengalami hal itu.

Hati yang bersih berarti kita mau menyadari kesalahan, meminta maaf, mengampuni, dan memperbaiki diri.

Kalau kita pernah mengejek teman, kita belajar berhenti.

Kalau kita pernah berbohong, kita belajar berkata jujur.

Kalau kita pernah iri terhadap keberhasilan orang lain, kita belajar ikut bersukacita.

Kalau kita melihat teman kesulitan, kita belajar membantu.

Sebab, hati yang baik akan terlihat melalui tindakan yang baik.

❤️ Ingat tiga hal ini!

1. Penampilan boleh keren, tetapi sikap harus lebih keren!

Tidak ada salahnya tampil rapi dan menarik. Namun, jangan sampai penampilan bagus tidak diikuti sikap yang baik.

2. Mulut boleh pintar bicara, tetapi hati harus belajar mengasihi!

Jangan menggunakan kata-kata untuk merendahkan orang lain. Gunakan kata-kata untuk menyemangati dan menguatkan.

3. Iman bukan hanya untuk dipamerkan, tetapi untuk dilakukan!

Rajin berdoa itu baik. Rajin ke gereja itu baik. Namun, iman juga harus tampak dalam kejujuran, kepedulian, dan kasih kepada sesama.

Inilah yang dikehendaki Yesus: bukan sekadar terlihat baik, tetapi sungguh-sungguh berusaha menjadi baik.


4. PERMAINAN SINGKAT: “FILTER WAJAH ATAU FILTER HATI?” 😂

Tujuan: Mengajak remaja membedakan penampilan luar dan sikap hati.

Cara bermain:

  1. Pendamping membacakan situasi.
  2. Remaja menjawab apakah situasi tersebut menunjukkan filter wajah atau filter hati.
  3. Setelah menjawab, satu atau dua remaja menjelaskan alasannya.

Situasi 1

Seseorang mengunggah foto sedang berdoa, tetapi sehari-hari suka mengejek temannya.

Jawaban: Filter wajah! 😅
Alasan: Penampilan religius belum tentu mencerminkan sikap yang penuh kasih.

Situasi 2

Seorang remaja melihat temannya tidak membawa bekal, lalu membagikan makanannya.

Jawaban: Filter hati! ❤️
Alasan: Ia menunjukkan kasih melalui tindakan nyata.

Situasi 3

Seorang remaja meminta maaf kepada temannya setelah menyadari bahwa ia telah berkata kasar.

Jawaban: Filter hati! 👍
Alasan: Ia berani mengakui kesalahan dan memperbaiki diri.

Situasi 4

Seorang remaja selalu ingin dipuji karena aktif di gereja, tetapi tidak mau membantu ketika ada kegiatan bersama.

Jawaban: Filter wajah! 😂
Alasan: Ia lebih mementingkan pujian daripada pelayanan.

Situasi 5

Seorang remaja tidak terkenal di media sosial, tetapi selalu membantu orang tua dan menghormati teman-temannya.

Jawaban: Filter hati! ❤️
Alasan: Kebaikan tidak harus dipamerkan untuk menjadi berarti.

Penegasan pendamping:

"Teman-teman, kita tidak perlu menjadi manusia yang sempurna. Kita hanya perlu terus belajar menjadi lebih baik. Jangan sampai wajah kita penuh filter, tetapi hati kita penuh masalah yang tidak mau kita bereskan!"


5. DISKUSI KELOMPOK 💬

Ajak remaja duduk berkelompok dan mendiskusikan pertanyaan berikut.

  1. Mengapa orang sering lebih memperhatikan penampilan daripada sikap?
  2. Pernahkah kita menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya?
  3. Apa contoh tindakan yang menunjukkan bahwa hati seseorang baik?
  4. Apa yang dapat kita lakukan ketika menyadari bahwa kita telah menyakiti teman?
  5. Minggu ini, tindakan nyata apa yang akan kita lakukan untuk menunjukkan kasih kepada sesama?

Berikan kesempatan kepada beberapa remaja untuk berbagi jawaban.

Catatan bagi pendamping: Jangan menghakimi jawaban remaja. Bangun suasana yang aman, santai, dan menyenangkan agar mereka berani berefleksi.


6. TANTANGAN TUJUH HARI: “GLOWING DARI DALAM!” 🌟

Selama tujuh hari ke depan, ajak remaja melakukan tantangan sederhana berikut.

Hari Tantangan Kebaikan
Hari 1 Mengucapkan terima kasih kepada orang tua.
Hari 2 Tidak mengejek atau merendahkan teman.
Hari 3 Membantu seseorang tanpa menunggu diminta.
Hari 4 Berani meminta maaf jika melakukan kesalahan.
Hari 5 Memberikan semangat kepada teman yang sedang kesulitan.
Hari 6 Berbagi dengan orang yang membutuhkan sesuai kemampuan.
Hari 7 Meluangkan waktu untuk berdoa dan mengevaluasi sikap selama seminggu.

Setelah tujuh hari, ajak mereka berbagi pengalaman tentang tindakan mana yang paling mudah dan mana yang paling menantang.

Tekankan bahwa tantangan ini bukan perlombaan untuk menjadi yang paling baik, melainkan kesempatan untuk bertumbuh bersama.


7. PESAN MORAL ✨

Teman-teman remaja Katolik yang terkasih,

Tuhan tidak meminta kita menjadi manusia yang sempurna. Tuhan mengajak kita memiliki hati yang mau dibentuk oleh kasih-Nya.

Kita boleh memakai pakaian yang bagus, merawat diri, dan tampil percaya diri. Namun, jangan lupa merawat hati.

Jangan hanya sibuk mempercantik foto, tetapi lupa memperbaiki sikap.

Jangan hanya ingin mendapat banyak like, tetapi lupa memberikan kasih kepada orang lain.

Jangan hanya ingin terlihat hebat, tetapi belajarlah menjadi pribadi yang rendah hati.

Ingatlah: kecantikan wajah dapat menarik perhatian, tetapi kebaikan hati dapat menyentuh kehidupan orang lain.

Mari menjadi remaja Katolik yang bukan hanya keren dalam penampilan, tetapi juga tulus dalam perkataan, jujur dalam tindakan, dan penuh kasih kepada sesama.

Karena bagi Yesus, hati yang bersih jauh lebih berharga daripada penampilan yang hanya terlihat indah dari luar. ❤️


8. YEL-YEL REMAJA KATOLIK 🎉

Pendamping: "Mau jadi remaja yang keren?"

Remaja: "Mauuu!"

Pendamping: "Keren wajahnya?"

Remaja: "Boleh!"

Pendamping: "Keren hatinya?"

Remaja: "Harus!"

Pendamping: "Kalau lihat teman susah?"

Remaja: "Bantu!"

Pendamping: "Kalau salah?"

Remaja: "Minta maaf!"

Pendamping: "Kalau berhasil?"

Remaja: "Tetap rendah hati!"

Semua bersama-sama:

"Remaja Katolik: Hati Bersih, Sikap Baik, Hidup Penuh Kasih! Yes! Yes! Yes!" 🙌❤️


9. DOA PENUTUP 🙏

Tuhan Yesus yang baik,

Terima kasih karena Engkau mengingatkan kami untuk tidak hanya memperhatikan penampilan luar, tetapi juga kebersihan hati.

Ampunilah kami jika selama ini kami lebih sibuk ingin terlihat baik daripada sungguh-sungguh berbuat baik.

Bantulah kami agar tidak mudah mengejek, iri hati, berbohong, atau merendahkan orang lain.

Ajarlah kami menjadi remaja yang jujur, rendah hati, suka menolong, dan berani meminta maaf ketika melakukan kesalahan.

Semoga melalui perkataan dan tindakan kami, orang lain dapat merasakan kasih-Mu.

Jadikanlah hati kami semakin bersih dan hidup kami semakin berkenan kepada-Mu.

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Amin. 🙏


🌈 KALIMAT MOTIVASI UNTUK DIINGAT

"Jangan cuma glowing di wajah, tetapi glowing juga dalam kasih! Sebab, Tuhan tidak hanya melihat bagaimana kita tampil, tetapi juga bagaimana kita memperlakukan sesama." ❤️

Rabu, 07 Oktober 2026

PIA Pringgolayan


LAPORAN KEGIATAN SEKOLAH MINGGU PIA PRINGGOLAYAN

No. Uraian Keterangan
1 Nama Kegiatan Sekolah Minggu PIA Pringgolayan
2 Kelompok Binaan PIA (Pendampingan Iman Anak) Pringgolayan
3 Hari/Tanggal 4 Oktober 2026
4 Waktu 07.30 - 09.00 WIB
5 Tempat Wilayah/Paroki Pringgolayan
6 Tema “Menjadi Anak yang Suka Menolong”
7 Sumber Kitab Suci Lukas 10:25–37 – Orang Samaria yang Baik Hati
8 Tujuan Membantu anak memahami bahwa kasih kepada sesama diwujudkan melalui sikap peduli, berbagi, dan suka menolong.
9 Materi Makna kasih dan kepedulian, contoh tindakan menolong di rumah, sekolah, dan lingkungan, serta teladan Orang Samaria yang Baik Hati.
10 Metode Cerita Kitab Suci, tanya jawab, permainan, bernyanyi, aktivitas kelompok, dan refleksi sederhana.
11 Pelaksanaan Kegiatan diawali dengan doa dan lagu pembuka, dilanjutkan cerita Kitab Suci tentang Orang Samaria yang Baik Hati. Anak-anak diajak berdiskusi mengenai contoh perbuatan baik dan menolong sesama. Kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif dan aktivitas kelompok.
12 Hasil yang Dicapai Anak mampu memahami arti kasih dan kepedulian serta menyebutkan berbagai contoh tindakan menolong yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
13 Indikator Keberhasilan Anak aktif mengikuti kegiatan, mampu menjawab pertanyaan, berani mengungkapkan pengalaman, dan menunjukkan komitmen melakukan kebaikan kepada sesama.
14 Nilai Keutamaan Kasih, kepedulian, kerendahan hati, solidaritas, berbagi, dan persaudaraan.
15 Tindak Lanjut Anak diajak mempraktikkan satu tindakan kebaikan setiap hari kepada keluarga, teman, dan orang yang membutuhkan.

Deskripsi Kegiatan

Kegiatan Sekolah Minggu PIA Pringgolayan dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan dan pembinaan iman anak agar semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti teladan Yesus dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dikemas secara menarik, interaktif, dan menyenangkan melalui doa, nyanyian, cerita Kitab Suci, permainan, serta aktivitas bersama.

Melalui kisah Orang Samaria yang Baik Hati (Lukas 10:25–37), anak-anak diajak memahami bahwa menjadi pengikut Yesus berarti memiliki hati yang peduli dan siap menolong sesama. Anak-anak juga diberikan contoh konkret bahwa menolong dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti membantu orang tua, berbagi dengan teman, menghibur teman yang sedih, dan menjaga kebersamaan.

Kegiatan berjalan dengan baik dan anak-anak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif. Sebagai tindak lanjut, anak-anak diajak membangun kebiasaan “Satu Hari Satu Kebaikan” sebagai bentuk nyata iman dalam kehidupan sehari-hari.

Pengembangan Kompetensi


LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI

No. Uraian Keterangan
1 Nama Kegiatan Pengembangan Kompetensi Penyuluh melalui Diklat Online
2 Pelaksana Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kabupaten Bantul
3 Waktu ………………… 2026
4 Tempat Daring/Online
5 Bentuk Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Online
6 Tujuan Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, wawasan, dan profesionalitas Penyuluh Agama Katolik dalam melaksanakan tugas kepenyuluhan.
7 Materi Materi sesuai program diklat, pengembangan kompetensi penyuluh, metode penyuluhan, komunikasi, pemanfaatan teknologi, dan penguatan pelayanan keagamaan.
8 Metode Pembelajaran daring, pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, penugasan, dan evaluasi.
9 Hasil/Output Bertambahnya wawasan dan kompetensi dalam merancang serta melaksanakan kegiatan penyuluhan yang efektif, kreatif, dan sesuai kebutuhan kelompok binaan.
10 Indikator Keberhasilan Mengikuti kegiatan diklat secara aktif, menyelesaikan materi/tugas yang diberikan, serta mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan kepenyuluhan.
11 Nilai Keutamaan Profesionalitas, tanggung jawab, disiplin, pembelajaran berkelanjutan, kreativitas, dan integritas.
12 Tindak Lanjut Menerapkan hasil pembelajaran dalam penyusunan materi, metode, administrasi, dan pelaksanaan penyuluhan Agama Katolik di wilayah Kabupaten Bantul.

Deskripsi Kegiatan

Kegiatan Pengembangan Kompetensi Penyuluh melalui Diklat Online dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalitas dan kualitas pelayanan Penyuluh Agama Katolik. Kegiatan diikuti secara daring dengan memanfaatkan teknologi digital sehingga proses pengembangan kompetensi dapat dilakukan secara fleksibel dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan diklat, penyuluh memperoleh berbagai pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kepenyuluhan, antara lain penguatan wawasan keagamaan, metode penyuluhan, komunikasi efektif, pemanfaatan teknologi digital, penyusunan materi, serta strategi pelayanan kepada kelompok binaan.

Melalui kegiatan ini, penyuluh diharapkan mampu mengembangkan pola penyuluhan yang lebih kreatif, komunikatif, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan umat. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selanjutnya diterapkan dalam kegiatan pendampingan dan pembinaan umat Katolik di Kabupaten Bantul.

Output utama: tersusunnya catatan/sertifikat diklat dan meningkatnya kompetensi Penyuluh Agama Katolik sebagai dasar peningkatan kualitas pelayanan kepenyuluhan.

Administrasi Kepenyuluhan Katolik


LAPORAN KEGIATAN ADMINISTRASI KEPENYULUHAN

No. Uraian Keterangan
1 Nama Kegiatan Pembuatan Administrasi Kepenyuluhan Agama Katolik
2 Tempat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul
3 Waktu Rabu, 7 Oktober 2026
4 Pelaksana Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kabupaten Bantul
5 Bidang Kegiatan Administrasi dan Pelaporan Kepenyuluhan
6 Tujuan Menyiapkan administrasi kepenyuluhan yang tertib, sistematis, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan.
7 Kegiatan yang Dilaksanakan Penyusunan dan pemutakhiran administrasi kegiatan penyuluhan, jadwal kegiatan, kelompok binaan, materi penyuluhan, dokumentasi, serta laporan kegiatan.
8 Dokumen yang Disiapkan Rencana kegiatan, laporan kegiatan, rekapitulasi kelompok binaan, materi penyuluhan, dokumentasi kegiatan, dan administrasi pendukung lainnya.
9 Hasil/Output Tersusunnya administrasi kepenyuluhan Agama Katolik secara lebih lengkap, rapi, sistematis, dan sesuai dengan kebutuhan pelaporan kinerja.
10 Indikator Keberhasilan Tersedianya dokumen administrasi kepenyuluhan yang lengkap, terorganisasi, mudah ditelusuri, dan siap digunakan sebagai bahan pelaporan kinerja.
11 Nilai Keutamaan Tanggung jawab, ketelitian, kedisiplinan, integritas, profesionalitas, dan akuntabilitas.
12 Tindak Lanjut Melakukan pemutakhiran administrasi secara berkala sesuai dengan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dan kebutuhan pelaporan.

Deskripsi Kegiatan

Kegiatan Pembuatan Administrasi Kepenyuluhan Agama Katolik di Kabupaten Bantul dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan tertib administrasi dan akuntabilitas pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik. Kegiatan meliputi penyusunan, pengumpulan, pemutakhiran, dan pengarsipan berbagai dokumen kepenyuluhan.

Administrasi yang disiapkan mencakup rencana dan jadwal kegiatan, data kelompok binaan, materi penyuluhan, laporan pelaksanaan kegiatan, rekapitulasi kegiatan, dokumentasi, serta dokumen pendukung lainnya. Penyusunan dilakukan secara sistematis agar setiap kegiatan penyuluhan dapat terdokumentasi dengan baik dan menjadi bukti pelaksanaan tugas kedinasan.

Kegiatan ini menghasilkan administrasi kepenyuluhan yang lebih tertib, lengkap, terukur, dan mudah ditelusuri, sehingga mendukung pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik sekaligus menjadi bahan dalam penyusunan laporan kinerja dan evaluasi kegiatan penyuluhan di Kabupaten Bantul.

Rosario Bersama



LAPORAN KEGIATAN DOA ROSARIO

No. Uraian Keterangan
1 Nama Kegiatan Doa Rosario Lingkungan Gabriel
2 Hari/Tanggal Rabu, 7 Oktober 2026
3 Waktu 19.00–20.30 WIB
4 Tempat Rumah Bapak Agil, Karangasem
5 Kelompok Binaan Umat Katolik Lingkungan Gabriel
6 Tema “Bersama Maria, Bertumbuh dalam Iman dan Kasih”
7 Bentuk Kegiatan Doa Rosario dan pendalaman iman
8 Sumber Kitab Suci Lukas 1:38 – “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”
9 Tujuan Meningkatkan kehidupan doa, mempererat persaudaraan umat, serta meneladani iman dan ketaatan Bunda Maria.
10 Pelaksanaan Kegiatan diawali dengan doa pembukaan, dilanjutkan Doa Rosario bersama, permenungan singkat, intensi doa umat, dan doa penutup.
11 Hasil yang Dicapai Umat dapat mengikuti doa dengan penuh kekhusyukan serta semakin menyadari pentingnya kehidupan doa bersama dalam keluarga dan lingkungan.
12 Nilai Keutamaan Iman, ketaatan, kesetiaan, kerendahan hati, persaudaraan, dan kepedulian.
13 Indikator Keberhasilan Umat hadir dan berpartisipasi aktif dalam doa, mengikuti Rosario dengan tertib, serta mampu mengungkapkan niat untuk meningkatkan kehidupan doa pribadi dan keluarga.
14 Tindak Lanjut Mendorong umat untuk mempertahankan kebiasaan doa bersama dan meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan rohani di lingkungan.

Deskripsi Kegiatan

Kegiatan Doa Rosario Lingkungan Gabriel dilaksanakan di rumah Bapak Agil, Karangasem, pada pukul 19.00–20.30 WIB. Kegiatan diikuti oleh umat Lingkungan Gabriel sebagai bentuk pembinaan iman dan penguatan kehidupan rohani umat.

Melalui Doa Rosario, umat diajak semakin dekat dengan Tuhan melalui teladan iman Bunda Maria. Doa bersama juga menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, menyampaikan intensi dan pergumulan umat, serta membangun kepedulian satu sama lain. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, kekeluargaan, dan penuh kebersamaan.

Sebagai tindak lanjut, umat diajak untuk membangun kebiasaan doa bersama dalam keluarga, setia mengikuti kegiatan lingkungan, serta menghadirkan semangat kasih dan kepedulian Maria dalam kehidupan sehari-hari.

Komunitas Kolose

 ### ✝️ PROFIL KOMUNITAS KOLOSE REMAJA KATOLIK ### “Berakar dalam Kristus, Bertumbuh dalam Iman, Berbuah dalam Kasih” ![Dạy người trẻ cầu ng...