Berkah Dalem Gusti

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono,SS ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Selasa, 01 September 2026

Minggu Ketiga September Materi Penyuluhan

 

Materi Penyuluhan Agama Katolik Minggu III September 2026, yaitu 15–21 September 2026, dengan tema yang disusun berdasarkan kalender liturgi dan bacaan harian Gereja Katolik

MATERI PENYULUHAN AGAMA KATOLIK

MINGGU III SEPTEMBER 2026

Tema Besar: “Menjadi Murid Kristus yang Setia dalam Kasih dan Pelayanan”


📅 Selasa, 15 September 2026

Tema: Maria yang Setia Mendampingi Putranya

📖 Bacaan: Ibr 5:7-9; Yoh 19:25-27
Peringatan: Santa Perawan Maria Berdukacita

Maria berdiri di dekat salib Yesus. Ia tidak meninggalkan Putranya ketika menghadapi penderitaan. Maria menjadi teladan kesetiaan, ketabahan, dan kasih seorang ibu.

Pokok penyuluhan:

  • Kesetiaan diuji terutama ketika menghadapi kesulitan.

  • Maria mengajarkan keberanian untuk tetap hadir bagi orang yang menderita.

  • Keluarga dipanggil menjadi tempat saling menguatkan.

  • Umat Katolik hendaknya hadir bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan.

Pesan:

“Kasih yang sejati tidak meninggalkan ketika keadaan menjadi sulit.”

Refleksi:
Apakah saya tetap setia mendampingi keluarga dan sesama ketika mereka sedang mengalami kesulitan?


📅 Rabu, 16 September 2026

Tema: Kasih yang Mengubah Kehidupan

📖 Bacaan: 1Kor 12:31–13:13; Luk 7:31-35

Santo Paulus mengingatkan bahwa berbagai karunia tidak akan berarti tanpa kasih. Kasih menjadi dasar kehidupan Kristiani.

Pokok penyuluhan:

  1. Kasih lebih penting daripada kemampuan dan prestasi.

  2. Kasih membutuhkan kesabaran dan kemurahan hati.

  3. Kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri.

  4. Kasih harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Penerapan:

  • Berbicara dengan sopan.

  • Mau mendengarkan orang lain.

  • Menolong tanpa pamrih.

  • Menghindari permusuhan dan kebencian.

Pesan:

“Karunia membuat kita mampu melayani; kasih membuat pelayanan kita berarti.”


📅 Kamis, 17 September 2026

Tema: Iman yang Menghasilkan Belas Kasih

📖 Bacaan: 1Kor 15:1-11; Luk 7:36-50

Dalam Injil, seorang perempuan datang kepada Yesus dengan hati yang penuh pertobatan. Yesus menunjukkan bahwa kasih dan pengampunan Allah mampu mengubah kehidupan seseorang.

Pokok penyuluhan:

  • Tidak ada orang yang terlalu jauh untuk kembali kepada Allah.

  • Pertobatan membutuhkan kerendahan hati.

  • Allah melihat ketulusan hati.

  • Jangan mudah menghakimi orang yang sedang berusaha berubah.

Refleksi:
Apakah saya memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berubah dan memperbaiki hidupnya?

Pesan:

“Allah tidak hanya melihat masa lalu kita; Allah melihat hati yang mau bertobat.”


📅 Jumat, 18 September 2026

Tema: Melayani Tuhan dengan Hati yang Tulus

📖 Bacaan: 1Kor 15:12-20; Luk 8:1-3

Yesus berkeliling mewartakan Kerajaan Allah. Ia juga menerima dukungan dan pelayanan dari orang-orang yang dengan tulus mengikuti-Nya.

Karya Gereja tidak hanya dilakukan oleh imam atau biarawan-biarawati. Setiap umat memiliki peran dan panggilan.

Pokok penyuluhan:

  • Setiap orang mempunyai karunia.

  • Pelayanan bukan mencari popularitas.

  • Jangan takut mengambil bagian dalam kehidupan Gereja.

  • Pelayanan yang kecil sekalipun berharga di hadapan Tuhan.

Pesan:

“Jangan bertanya apa yang Gereja dapat berikan kepada kita, tetapi apa yang dapat kita berikan bagi Gereja.”


📅 Sabtu, 19 September 2026

Tema: Menjadi Tanah yang Subur bagi Sabda Allah

📖 Bacaan: 1Kor 15:35-37,42-49; Luk 8:4-15

Yesus menyampaikan perumpamaan tentang seorang penabur. Benih adalah Sabda Allah, sedangkan tanah menggambarkan hati manusia.

Ada hati yang keras, ada yang mudah menyerah, ada yang terhimpit berbagai kekhawatiran, tetapi ada pula hati yang subur dan menghasilkan buah.

Pokok penyuluhan:

  • Sabda Allah harus didengarkan dengan hati terbuka.

  • Iman membutuhkan ketekunan.

  • Kekhawatiran duniawi jangan sampai menguasai hidup.

  • Sabda Allah harus menghasilkan perubahan nyata.

Refleksi:
Bagaimana kondisi “tanah hati” saya saat ini?

Pesan:

“Sabda Tuhan akan berbuah ketika diterima dengan hati yang terbuka dan diwujudkan dalam kehidupan.”


📅 Minggu, 20 September 2026

Tema: Setia dalam Perkara Kecil

📖 Bacaan: Am 8:4-7; 1Tim 2:1-8; Luk 16:1-13

Yesus mengajarkan pentingnya kesetiaan dalam menggunakan harta dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita.

Kekayaan dan jabatan bukan tujuan hidup. Semua yang kita miliki merupakan titipan Tuhan yang harus digunakan secara bertanggung jawab.

Pokok penyuluhan:

  1. Jadilah pribadi yang jujur.

  2. Gunakan harta secara bertanggung jawab.

  3. Jangan menjadikan uang sebagai “tuhan”.

  4. Kejujuran harus dimulai dari perkara-perkara kecil.

  5. Orang Katolik dipanggil menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.

Penerapan dalam kehidupan:

  • Jujur dalam pekerjaan.

  • Tidak mengambil sesuatu yang bukan hak kita.

  • Menggunakan uang dengan bijaksana.

  • Peduli kepada mereka yang membutuhkan.

Pesan utama Minggu:

“Barangsiapa setia dalam perkara kecil, ia juga setia dalam perkara besar.”

Pertanyaan refleksi:
Apakah saya sudah menjadi pribadi yang dapat dipercaya dalam hal-hal kecil?


📅 Senin, 21 September 2026

Tema: Mengikuti Panggilan Kristus

📖 Bacaan: Ef 4:1-7,11-13; Mat 9:9-13
Pesta Santo Matius, Rasul dan Penginjil

Matius adalah seorang pemungut cukai yang dipanggil Yesus untuk mengikuti-Nya. Panggilan Yesus mengubah arah hidupnya. Dari seorang pemungut cukai, Matius menjadi rasul dan pewarta Injil.

Pokok penyuluhan:

  • Tuhan dapat memanggil siapa saja.

  • Masa lalu tidak menghalangi seseorang untuk berubah.

  • Panggilan Tuhan membutuhkan keberanian.

  • Mengikuti Kristus berarti bersedia meninggalkan kehidupan lama yang tidak sesuai dengan kehendak Allah.

Pesan:

“Tuhan tidak mencari manusia yang sempurna, tetapi manusia yang bersedia menjawab panggilan-Nya.”

Refleksi:
Panggilan apa yang sedang Tuhan percayakan kepada saya dalam keluarga, Gereja, pekerjaan, dan masyarakat?


🌿 RANGKUMAN MINGGU III

TanggalTemaNilai Utama
15 SeptMaria yang setiaKesetiaan
16 SeptKasih yang mengubah kehidupanKasih
17 SeptIman dan belas kasihPertobatan
18 SeptMelayani TuhanKetulusan
19 SeptTanah yang suburKeterbukaan pada Sabda
20 SeptSetia dalam perkara kecilKejujuran
21 SeptPanggilan MatiusKesediaan mengikuti Kristus

🎯 Kesimpulan Minggu III

Minggu ketiga September mengajak umat untuk tidak hanya mengetahui iman, tetapi menghidupinya. Kesetiaan Maria, kasih Kristiani, pertobatan, pelayanan, keterbukaan terhadap Sabda Allah, kejujuran, dan keberanian menjawab panggilan merupakan wujud nyata menjadi murid Kristus.

Tema kunci:

“Iman yang hidup adalah iman yang setia, mengasihi, melayani, jujur, dan berani menjawab panggilan Tuhan.”

Minggu Kedua September Materi Penyuluhan

Materi Penyuluhan Agama Katolik Minggu II September 2026, yaitu 8–14 September 2026.

MATERI PENYULUHAN AGAMA KATOLIK

MINGGU II SEPTEMBER 2026

Tema Besar: “Memandang Kristus dengan Iman, Menghidupi Kasih, dan Membawa Keselamatan”


📅 Selasa, 8 September 2026

Tema: Maria, Jalan Kesediaan bagi Rencana Allah

📖 Bacaan: Mi 5:1-4a atau Rm 8:28-30; Mat 1:1-16,18-23

Hari ini Gereja merayakan Pesta Kelahiran Santa Perawan Maria.

Maria menjadi teladan karena kesediaannya mengambil bagian dalam rencana keselamatan Allah. Melalui Maria, Allah mempersiapkan jalan bagi kedatangan Yesus Kristus.

Pokok penyuluhan:

  • Allah mempunyai rencana keselamatan bagi manusia.

  • Kesediaan menjadi bagian dari karya Allah membutuhkan iman.

  • Maria mengajarkan kerendahan hati dan ketaatan.

  • Keluarga adalah tempat pertama untuk menanamkan iman.

Pesan:

“Seperti Maria, marilah kita berkata ‘ya’ terhadap kehendak Allah dan menghadirkan Kristus dalam kehidupan.”

Refleksi:
Apakah saya bersedia menerima dan menjalankan kehendak Tuhan meskipun tidak selalu sesuai dengan rencana saya?


📅 Rabu, 9 September 2026

Tema: Berbahagialah Kamu yang Miskin di Hadapan Allah

📖 Bacaan: 1Kor 7:25-31; Luk 6:20-26

Yesus menyampaikan Sabda Bahagia. Kebahagiaan menurut Yesus tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan, kedudukan, atau keberhasilan duniawi.

Orang yang mengandalkan Allah dan hidup dalam kebenaran memperoleh kebahagiaan sejati.

Pokok penyuluhan:

  1. Kebahagiaan sejati berasal dari Allah.

  2. Harta bukan ukuran utama keberhasilan hidup.

  3. Kita dipanggil untuk peduli kepada orang yang berkekurangan.

  4. Jangan sampai kenyamanan membuat kita melupakan Tuhan.

Pesan:
“Bahagia bukan karena memiliki segalanya, tetapi karena memiliki Tuhan dalam kehidupan.”

Refleksi:
Apakah saya lebih mengandalkan Tuhan atau lebih mengandalkan apa yang saya miliki?


📅 Kamis, 10 September 2026

Tema: Kasihilah Musuhmu

📖 Bacaan: 1Kor 8:1b-7,11-13; Luk 6:27-38

Yesus memberikan ajaran yang sangat mendalam: mengasihi musuh dan berbuat baik kepada mereka yang membenci kita.

Kasih Kristiani bukan sekadar perasaan. Kasih diwujudkan melalui pengampunan, kesediaan memahami, dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.

Pokok penyuluhan:

  • Mengampuni bukan berarti membenarkan kesalahan.

  • Jangan membalas kebencian dengan kebencian.

  • Doakan orang yang menyakiti kita.

  • Kasih harus menjadi ciri khas murid Kristus.

Praktik nyata:
Hari ini, peserta diajak mendoakan satu orang yang pernah mengecewakan atau menyakiti mereka.

Pesan:

“Kasih Kristiani menjadi nyata ketika kita mampu mengampuni.”


📅 Jumat, 11 September 2026

Tema: Jangan Menghakimi Sesamamu

📖 Bacaan: 1Kor 9:16-19,22b-27; Luk 6:39-42

Yesus mengingatkan agar kita tidak sibuk melihat kesalahan orang lain sementara kesalahan sendiri tidak kita sadari.

Dalam kehidupan bermasyarakat, keluarga, maupun komunitas Gereja, sikap mudah menghakimi dapat menimbulkan perpecahan.

Pokok penyuluhan:

  • Belajar melihat kelemahan diri sendiri.

  • Jangan mudah menyebarkan kekurangan orang lain.

  • Koreksi diri sebelum mengoreksi sesama.

  • Bangun budaya saling menguatkan.

Refleksi:
Apakah saya lebih sering mencari kesalahan orang lain daripada memperbaiki diri sendiri?

Pesan:
“Sebelum menunjuk kesalahan orang lain, mari bercermin pada diri sendiri.”


📅 Sabtu, 12 September 2026

Tema: Pohon Dikenal dari Buahnya

📖 Bacaan: 1Kor 10:14-22; Luk 6:43-49

Yesus mengajarkan bahwa pohon yang baik menghasilkan buah yang baik. Demikian pula kehidupan seorang Kristiani harus menghasilkan buah yang dapat dirasakan oleh orang lain.

Buah iman antara lain:

  • kejujuran,

  • kesabaran,

  • kerendahan hati,

  • pengampunan,

  • kepedulian,

  • kesetiaan,

  • dan pelayanan.

Pokok penyuluhan:
Identitas sebagai orang Katolik tidak cukup hanya terlihat dari kehadiran di Gereja. Iman harus tampak melalui perilaku sehari-hari.

Pesan:

“Iman yang hidup selalu menghasilkan buah kasih.”

Pertanyaan refleksi:
Buah iman apa yang sudah dapat dirasakan oleh keluarga dan orang-orang di sekitar saya?


📅 Minggu, 13 September 2026

Tema: Pengampunan yang Tidak Terbatas

📖 Bacaan: Sir 27:30–28:7; Rm 14:7-9; Mat 18:21-35

Perumpamaan tentang hamba yang tidak mau mengampuni mengajarkan bahwa kita telah terlebih dahulu menerima belas kasih Allah. Karena itu, kita juga dipanggil untuk memberikan pengampunan kepada sesama.

Petrus bertanya kepada Yesus berapa kali harus mengampuni. Yesus menunjukkan bahwa pengampunan tidak boleh dibatasi oleh hitungan semata.

Pokok penyuluhan:

  1. Allah adalah sumber pengampunan.

  2. Kita tidak boleh menyimpan dendam.

  3. Mengampuni membutuhkan proses dan keberanian.

  4. Pengampunan membebaskan hati dari kebencian.

  5. Komunitas yang mampu mengampuni akan menjadi komunitas yang damai.

Penerapan dalam kehidupan:

Di keluarga: jangan membiarkan konflik berlarut-larut.
Di tempat kerja: hindari balas dendam dan permusuhan.
Di lingkungan Gereja: jangan membawa luka pribadi menjadi perpecahan komunitas.
Di masyarakat: utamakan dialog dan rekonsiliasi.

Refleksi:

Siapa yang perlu saya ampuni? Apakah saya juga bersedia meminta maaf atas kesalahan saya?

Pesan utama Minggu:

“Karena kita telah menerima pengampunan Allah, kita pun dipanggil untuk mengampuni.”


📅 Senin, 14 September 2026

Tema: Memandang Salib Kristus

📖 Bacaan: Bil 21:4-9; Flp 2:6-11; Yoh 3:13-17

Hari ini Gereja merayakan Pesta Salib Suci.

Salib bukan sekadar simbol penderitaan. Salib mengungkapkan kasih Allah yang begitu besar kepada manusia. Kristus rela merendahkan diri dan menyerahkan diri demi keselamatan manusia.

Pokok penyuluhan:

  • Salib mengingatkan kita akan kasih Kristus.

  • Penderitaan dapat dihadapi dengan iman dan pengharapan.

  • Jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

  • Salib mendorong kita untuk rela berkorban demi kebaikan.

  • Kristus mengajarkan bahwa kasih lebih kuat daripada kejahatan.

Pesan:

“Ketika memandang salib, jangan hanya melihat penderitaan Kristus, tetapi lihatlah kasih-Nya yang menyelamatkan.”

Refleksi:
Ketika menghadapi kesulitan, apakah saya masih mampu melihat kasih dan penyertaan Tuhan?


🌿 RANGKUMAN MINGGU II

TanggalTemaNilai Utama
8 SeptMaria dan rencana AllahKetaatan
9 SeptKebahagiaan sejatiMengandalkan Allah
10 SeptMengasihi musuhPengampunan
11 SeptJangan menghakimiIntrospeksi
12 SeptPohon dan buahnyaKesaksian hidup
13 SeptPengampunan tanpa batasBelas kasih
14 SeptSalib KristusPengorbanan dan keselamatan

🎯 Kesimpulan Penyuluhan

Minggu II September mengajak umat untuk semakin menyerupai Kristus: rendah hati seperti Maria, mengandalkan Allah, mengasihi dan mengampuni, tidak mudah menghakimi, menghasilkan buah iman, serta memandang salib sebagai tanda kasih dan keselamatan Allah.

Tema kunci:

“Iman yang dewasa tampak dalam kasih, pengampunan, dan kesediaan memikul salib.”

Minggu Pertama September Materi Penyuluhan

 

Materi Penyuluhan Agama Katolik untuk minggu pertama September 2026 (1–7 September 2026), disesuaikan dengan bacaan Kitab Suci dan kalender liturgi Gereja Katolik. 

MATERI PENYULUHAN AGAMA KATOLIK

Minggu Pertama September 2026

Tema besar: “Bertumbuh dalam Iman, Kasih, dan Pengharapan”


📅 Selasa, 1 September 2026

Tema: Kristus adalah Hikmat Allah

📖 Bacaan: 1Kor 2:1-5; Luk 4:16-30

Pokok materi:

Iman Kristiani tidak dibangun hanya atas kemampuan manusia, kepandaian, atau kekuatan berbicara. Paulus menunjukkan bahwa pusat pewartaannya adalah Yesus Kristus yang disalibkan.

Yesus sendiri hadir di tengah umat-Nya dan mewartakan kabar baik kepada orang miskin, pembebasan kepada orang tawanan, penglihatan kepada orang buta, serta tahun rahmat Tuhan.

Pesan penyuluhan:

  • Jangan mengandalkan kemampuan diri semata.

  • Jadikan Kristus sebagai pusat kehidupan.

  • Iman harus diwujudkan dalam kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.

  • Pewartaan iman hendaknya sederhana tetapi sungguh-sungguh.

Refleksi:

Apakah dalam kehidupan sehari-hari saya sungguh menjadikan Kristus sebagai pusat keputusan dan tindakan saya?


📅 Rabu, 2 September 2026

Tema: Bertumbuh dalam Iman

📖 Bacaan: 1Kor 3:1-9; Luk 4:38-44

Pokok materi:

Paulus mengingatkan jemaat Korintus agar tidak berhenti sebagai orang beriman yang masih “kanak-kanak” dalam iman. Pertumbuhan iman membutuhkan proses.

Yesus menunjukkan kasih-Nya dengan menyembuhkan banyak orang yang sakit dan kemudian pergi ke tempat yang sunyi untuk berdoa.

Pesan penyuluhan:

  1. Iman harus terus bertumbuh.

  2. Doa menjadi sumber kekuatan dalam pelayanan.

  3. Melayani berarti menghadirkan kasih Kristus.

  4. Jangan hanya menjadi pendengar Sabda, tetapi laksanakan Sabda.

Refleksi:
Apakah iman saya semakin dewasa, atau masih mudah goyah ketika menghadapi persoalan?


📅 Kamis, 3 September 2026

Tema: Dipanggil Menjadi Penjala Manusia

📖 Bacaan: 1Kor 3:18-23; Luk 5:1-11

Pokok materi:
Petrus dan teman-temannya mengalami kegagalan dalam menangkap ikan. Namun, ketika mereka mengikuti perkataan Yesus, mereka memperoleh hasil yang luar biasa.

Yesus kemudian berkata kepada Petrus:

“Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”

Panggilan mengikuti Kristus tidak berarti hidup tanpa kesulitan. Justru dalam kelemahan dan kegagalan, Tuhan dapat memanggil dan memakai kita.

Pesan penyuluhan:

  • Jangan takut terhadap kegagalan.

  • Percayalah kepada penyelenggaraan Tuhan.

  • Setiap orang memiliki panggilan untuk mewartakan kasih Allah.

  • Pelayanan dimulai dari kesediaan berkata: “Tuhan, aku siap.”

Aktivitas:
Ajak peserta menyebutkan satu bentuk pelayanan yang dapat mereka lakukan minggu ini.


📅 Jumat, 4 September 2026

Tema: Anggur Baru untuk Kehidupan Baru

📖 Bacaan: 1Kor 4:1-5; Luk 5:33-39

Pokok materi:
Yesus mengajarkan bahwa kehidupan baru bersama-Nya membutuhkan hati yang terbuka. Jangan sampai kita hanya mempertahankan kebiasaan lama tetapi tidak mau mengalami pembaruan hidup.

Menjadi murid Kristus berarti bersedia membarui:

  • cara berpikir,

  • cara berbicara,

  • cara memperlakukan sesama,

  • dan cara menjalankan iman.

Pesan penyuluhan:
Iman yang hidup selalu menghasilkan pembaruan hidup.

Pertanyaan refleksi:
Perubahan baik apa yang ingin saya mulai dalam kehidupan saya sebagai orang Katolik?


📅 Sabtu, 5 September 2026

Tema: Kristus adalah Tuhan atas Hari Sabat

📖 Bacaan: 1Kor 4:6b-15; Luk 6:1-5

Pokok materi:

Yesus mengajarkan bahwa aturan agama tidak boleh digunakan untuk mengabaikan kasih. Hukum Tuhan diberikan demi kehidupan manusia dan membantu manusia semakin dekat kepada Allah.

Ketaatan kepada Tuhan harus berjalan bersama dengan kasih dan belas kasih.

Pesan penyuluhan:

  • Jangan menjadi orang yang hanya menjalankan aturan tetapi kehilangan kasih.

  • Iman harus membawa sukacita dan kehidupan.

  • Hormati aturan Gereja dengan hati yang memahami maknanya.

  • Kasih kepada sesama merupakan bagian penting dari iman.

Slogan:
“Taat kepada Tuhan, bertumbuh dalam kasih.”


📅 Minggu, 6 September 2026

Tema: Memikul Salib dan Mengikuti Kristus

📖 Bacaan: Keb 9:13-18b; Flm 9b-10,12-17; Luk 14:25-33

Pokok materi:

Mengikuti Yesus bukan sekadar menjadi orang yang mengaku percaya. Yesus mengajak kita untuk sungguh-sungguh menjadi murid-Nya.

Memikul salib berarti berani menjalani tanggung jawab sebagai orang Kristiani, tetap setia dalam kesulitan, dan menempatkan kehendak Allah sebagai pedoman hidup.

Pesan penyuluhan:

  1. Mengikuti Kristus membutuhkan komitmen.

  2. Kesulitan tidak selalu berarti Tuhan meninggalkan kita.

  3. Setiap orang mempunyai salib dan tanggung jawab masing-masing.

  4. Salib harus dijalani dengan iman, pengharapan, dan kasih.

Pertanyaan refleksi:

Salib dan tanggung jawab apa yang sedang Tuhan percayakan kepada saya saat ini?

Pesan utama Minggu:
“Jangan hanya menjadi pengagum Kristus; jadilah murid Kristus.”


📅 Senin, 7 September 2026

Tema: Kasih Mengatasi Penghakiman

📖 Bacaan: 1Kor 5:1-8; Luk 6:6-11

Pokok materi:

Yesus menyembuhkan seorang yang tangannya lumpuh pada hari Sabat. Tindakan ini menunjukkan bahwa melakukan kebaikan dan menyelamatkan kehidupan merupakan bagian penting dari kehendak Allah.

Sebagai umat Katolik, kita dipanggil untuk tidak mudah menghakimi orang lain berdasarkan kelemahan atau masa lalunya.

Pesan penyuluhan:

  • Jangan mudah memberi label negatif kepada orang lain.

  • Berikan kesempatan kepada sesama untuk berubah.

  • Jadilah pribadi yang menyembuhkan, bukan melukai.

  • Kasih harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Refleksi:
Apakah kehadiran saya membuat orang lain merasa diterima, dikuatkan, dan memiliki harapan?


🌿 TEMA BESAR MINGGU PERTAMA

Dari tanggal 1–7 September 2026, benang merah penyuluhan dapat dirangkum dalam tujuh kata:

Kristus – Iman – Panggilan – Pembaruan – Kasih – Salib – Belas Kasih

🎯 Tujuan Penyuluhan

Setelah mengikuti materi, umat diharapkan mampu:

  1. Menjadikan Yesus Kristus sebagai pusat kehidupan.

  2. Mengembangkan iman yang semakin dewasa.

  3. Menyadari panggilan untuk melayani.

  4. Berani melakukan pembaruan hidup.

  5. Menghayati iman melalui kasih kepada sesama.

  6. Setia menghadapi tantangan kehidupan.

  7. Menjadi pribadi yang membawa pengharapan dan bukan penghakiman.

🙏 Doa Penutup Mingguan

Tuhan Yesus,
ajarilah kami untuk semakin mengenal, mencintai, dan mengikuti-Mu.
Berilah kami iman yang teguh ketika menghadapi kesulitan,
hati yang penuh kasih ketika berjumpa dengan sesama,
dan keberanian untuk melayani tanpa pamrih.
Semoga hidup kami menjadi kesaksian atas kasih-Mu
di keluarga, masyarakat, sekolah, tempat kerja, dan Gereja.
Amin.

Senin, 31 Agustus 2026

Laporan

 

LAPORAN KEGIATAN PENYULUH AGAMA KATOLIK

KETERLIBATAN DALAM KEPANITIAAN PESPARANI KABUPATEN BANTUL TAHUN 2026

I. IDENTITAS KEGIATAN

Nama Kegiatan:
Keterlibatan dalam Kepanitiaan Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) Kabupaten Bantul Tahun 2026

Pelaksana:
Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.

Jabatan:
Penyuluh Agama Katolik

Instansi:
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Tempat:
Kabupaten Bantul dan lokasi kegiatan yang ditentukan panitia

Waktu:
Agustus–September 2026

Sasaran:
Umat Katolik Kabupaten Bantul, peserta PESPARANI, pendamping, pelatih, komunitas dan kelompok kategorial, serta generasi muda Katolik.


II. LATAR BELAKANG

Pesta Paduan Suara Gerejani (PESPARANI) merupakan salah satu bentuk kegiatan pembinaan dan pengembangan kehidupan iman umat Katolik melalui seni, budaya, kreativitas, serta kebersamaan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan umat sekaligus menumbuhkan semangat pelayanan dan partisipasi aktif dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat.

Sebagai Penyuluh Agama Katolik, keterlibatan dalam kepanitiaan PESPARANI merupakan bagian dari dukungan terhadap pembinaan umat, khususnya dalam pendampingan generasi muda dan pengembangan kecintaan terhadap Kitab Suci serta kehidupan iman Katolik.


III. MAKSUD DAN TUJUAN

  1. Mendukung terselenggaranya PESPARANI Kabupaten Bantul Tahun 2026 secara tertib dan lancar.
  2. Meningkatkan keterlibatan umat Katolik dalam kegiatan pembinaan iman.
  3. Membangun semangat persaudaraan dan kerja sama antarkomunitas Katolik.
  4. Memberikan pendampingan kepada peserta, khususnya generasi muda Katolik.
  5. Menumbuhkan kecintaan terhadap Kitab Suci dan seni liturgi.
  6. Mengembangkan sikap sportif, kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab.
  7. Mendukung tugas Penyuluh Agama Katolik dalam pembinaan kehidupan keagamaan umat.

IV. BENTUK KEGIATAN

Dalam rangka mendukung PESPARANI Kabupaten Bantul Tahun 2026, kegiatan yang dilakukan meliputi:

  1. Mengikuti rapat dan koordinasi kepanitiaan.
  2. Membantu persiapan teknis pelaksanaan kegiatan.
  3. Melakukan koordinasi dengan panitia, peserta, pendamping, dan pihak terkait.
  4. Membantu mempersiapkan pelaksanaan berbagai cabang lomba.
  5. Menyiapkan materi lomba Cerdas Cermat Kitab Suci (CCKS) tingkat SMP–SMA.
  6. Membantu penyusunan soal, kunci jawaban, dan perangkat lomba.
  7. Mendampingi peserta dalam persiapan kegiatan.
  8. Membantu menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan lomba.
  9. Mendukung terciptanya suasana kompetisi yang sehat, edukatif, dan sportif.
  10. Mengikuti evaluasi dan koordinasi tindak lanjut kegiatan.

V. PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan dilaksanakan melalui koordinasi secara bertahap bersama panitia PESPARANI Kabupaten Bantul. Dalam pelaksanaannya, Penyuluh Agama Katolik mengambil bagian sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

Salah satu bentuk keterlibatan adalah mendukung persiapan Lomba Cerdas Cermat Kitab Suci tingkat SMP–SMA, mulai dari penyusunan materi, pembuatan soal wajib, penyusunan kunci jawaban, hingga membantu koordinasi teknis pelaksanaan.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana pembinaan iman bagi generasi muda agar semakin mengenal, memahami, mencintai, dan menghidupi Sabda Allah dalam kehidupan sehari-hari.


VI. HASIL YANG DICAPAI

Hasil yang dicapai dari kegiatan ini antara lain:

  1. Terjalinnya koordinasi dan kerja sama yang baik antaranggota panitia.
  2. Persiapan kegiatan PESPARANI dapat dilakukan secara lebih terarah.
  3. Tersedianya materi dan perangkat lomba Cerdas Cermat Kitab Suci.
  4. Peserta mendapatkan pendampingan dan pembinaan sebelum mengikuti perlombaan.
  5. Meningkatnya semangat generasi muda dalam mempelajari Kitab Suci.
  6. Terbangunnya semangat persaudaraan dan kebersamaan umat Katolik.
  7. Terwujudnya kegiatan yang mengembangkan iman sekaligus kreativitas umat.
  8. Mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Penyuluh Agama Katolik dalam pembinaan umat.

VII. NILAI-NILAI YANG DIKEMBANGKAN

Keterlibatan dalam kepanitiaan PESPARANI mengembangkan beberapa nilai penting, yaitu:

  • Iman: semakin mengenal dan mencintai Sabda Allah.
  • Persaudaraan: membangun kebersamaan antarsesama umat.
  • Pelayanan: memberikan diri untuk kepentingan bersama.
  • Tanggung jawab: melaksanakan tugas kepanitiaan dengan sungguh-sungguh.
  • Sportivitas: menerima hasil perlombaan dengan sikap dewasa.
  • Kerja sama: membangun sinergi antara panitia, peserta, pendamping, dan komunitas.
  • Kreativitas: mengembangkan potensi seni dan pembinaan iman umat.

VIII. EVALUASI

Secara umum, keterlibatan dalam kepanitiaan PESPARANI berjalan dengan baik. Koordinasi perlu terus ditingkatkan agar setiap bagian dapat melaksanakan tugas secara optimal. Persiapan materi dan perangkat lomba juga perlu dilakukan lebih awal sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung lebih efektif dan tertib.


IX. TINDAK LANJUT

Sebagai tindak lanjut, Penyuluh Agama Katolik akan terus mendukung kegiatan pembinaan umat melalui:

  1. Pendampingan kelompok anak dan remaja Katolik.
  2. Pembinaan dan pendalaman Kitab Suci.
  3. Pendampingan peserta kegiatan keagamaan.
  4. Pengembangan kegiatan pembinaan iman yang kreatif dan edukatif.
  5. Penguatan kerja sama dengan komunitas dan lembaga Gereja.
  6. Mendukung kegiatan PESPARANI dan kegiatan keagamaan Katolik lainnya.

X. PENUTUP

Demikian laporan kegiatan keterlibatan dalam kepanitiaan PESPARANI Kabupaten Bantul Tahun 2026 ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan dokumentasi kegiatan Penyuluh Agama Katolik.

Semoga keterlibatan ini semakin memperkuat semangat pelayanan, persaudaraan, dan pembinaan iman umat Katolik di Kabupaten Bantul, serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan generasi muda Katolik yang beriman, berkarakter, dan mampu menjadi pembawa damai di tengah masyarakat.

Bantul, September 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.


Lampiran Materi Soal

Rakor Bersama para Guru Katolik Bantul

 

LAPORAN KEGIATAN PENYULUH AGAMA KATOLIK

RAKOR BERSAMA PARA GURU AGAMA KATOLIK

DALAM PEMBINAAN IMAN ANAK DI SEKOLAH NEGERI

Nama: Rogatianus Slamet Widiantono, SS
Jabatan: Penyuluh Agama Katolik
Instansi: Kementerian Agama Kabupaten Bantul

A. Nama Kegiatan

Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Guru Agama Katolik dalam Pembinaan Iman Anak di Sekolah Negeri

B. Latar Belakang

Pembinaan iman anak Katolik di sekolah negeri membutuhkan kerja sama dan koordinasi yang baik antara Guru Pendidikan Agama Katolik, Penyuluh Agama Katolik, pihak sekolah, orang tua, serta lingkungan Gereja. Anak-anak Katolik yang belajar di sekolah negeri perlu mendapatkan pendampingan iman yang berkesinambungan agar mampu mengembangkan iman, karakter, dan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

C. Tujuan Kegiatan

  1. Membangun koordinasi antara Penyuluh Agama Katolik dan para Guru Agama Katolik.
  2. Mengidentifikasi kebutuhan pembinaan iman anak Katolik di sekolah negeri.
  3. Menyusun strategi pembinaan iman yang sesuai dengan perkembangan anak.
  4. Meningkatkan sinergi antara sekolah, keluarga, Gereja, dan Penyuluh Agama Katolik.
  5. Mendorong pelaksanaan kegiatan pembinaan iman secara rutin dan berkelanjutan.

D. Peserta

Penyuluh Agama Katolik bersama para Guru Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti yang melayani peserta didik Katolik di sekolah negeri.

E. Uraian Kegiatan

Penyuluh Agama Katolik melaksanakan rapat koordinasi bersama para Guru Agama Katolik untuk membahas pelaksanaan pembinaan iman anak Katolik di sekolah negeri.

Dalam rakor dilakukan sharing pengalaman mengenai kondisi peserta didik Katolik, perkembangan kehidupan iman anak, tantangan pembinaan di lingkungan sekolah, serta berbagai bentuk kegiatan yang dapat dikembangkan. Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya pendampingan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan agama, tetapi juga pada pembentukan karakter, sikap hidup, kepedulian terhadap sesama, toleransi, dan penghayatan iman dalam kehidupan sehari-hari.

Para peserta juga melakukan koordinasi mengenai kemungkinan pelaksanaan kegiatan seperti doa bersama, pendalaman iman, perayaan iman, pendampingan rohani, kegiatan sosial, serta pembinaan karakter Kristiani bagi peserta didik Katolik.

F. Hasil yang Dicapai

  1. Terbangun komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antara Penyuluh Agama Katolik dan Guru Agama Katolik.
  2. Teridentifikasi kebutuhan pembinaan iman anak Katolik di sekolah negeri.
  3. Diperoleh berbagai masukan dan gagasan untuk meningkatkan kualitas pendampingan iman anak.
  4. Terbangun komitmen untuk memperkuat sinergi antara sekolah, keluarga, Gereja, dan Penyuluh.
  5. Tersusun rencana tindak lanjut pembinaan iman anak secara berkelanjutan.
  6. Mendorong terciptanya pembinaan iman yang ramah anak, kontekstual, dan sesuai dengan situasi peserta didik.

G. Peran Penyuluh Agama Katolik

Dalam kegiatan ini, Penyuluh Agama Katolik berperan sebagai fasilitator, pendamping, dan penggerak pembinaan iman umat, khususnya dalam membantu memperkuat sinergi antara Guru Agama Katolik dengan lingkungan Gereja dan masyarakat.

Penyuluh memberikan masukan berkaitan dengan metode pendampingan iman, penguatan karakter Kristiani, serta pengembangan kegiatan pembinaan yang dapat menjawab kebutuhan anak-anak Katolik di sekolah negeri.

H. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

Iman – Kasih – Persaudaraan – Tanggung Jawab – Toleransi – Kepedulian – Kerja Sama

I. Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut rakor, Penyuluh Agama Katolik bersama Guru Agama Katolik akan:

  • meningkatkan komunikasi dan koordinasi secara berkala;
  • menyusun program pembinaan iman anak sesuai kebutuhan;
  • mengembangkan materi pembinaan yang kreatif dan kontekstual;
  • mendorong keterlibatan orang tua dalam pendampingan iman anak;
  • membangun jejaring kerja sama dengan paroki dan lingkungan Gereja; serta
  • melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembinaan iman secara berkala.

J. Kesimpulan

Rakor bersama para Guru Agama Katolik merupakan bagian penting dari tugas Penyuluh Agama Katolik dalam pembinaan dan pendampingan iman umat. Melalui koordinasi yang baik, pembinaan iman anak Katolik di sekolah negeri diharapkan dapat berlangsung secara terarah, berkelanjutan, dan mampu membantu anak bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, toleran, serta mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah keberagaman masyarakat.

Bantul, 31 Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, SS

WFH AGUSTUS 26

 

LAPORAN KEGIATAN WORK FROM HOME (WFH)

PENYULUH AGAMA KATOLIK KABUPATEN BANTUL

BULAN AGUSTUS 2026

Nama: Rogatianus Slamet Widiantono, SS
Jabatan: Penyuluh Agama Katolik
Instansi: Kementerian Agama Kabupaten Bantul
Periode: Setiap Hari Jumat, Bulan Agustus 2026

A. Latar Belakang

Work From Home (WFH) merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas kedinasan yang tetap memungkinkan Penyuluh Agama Katolik melaksanakan tugas secara produktif dari tempat kerja/kediaman dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Dalam pelaksanaan WFH selama bulan Agustus 2026, Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul melaksanakan berbagai kegiatan yang mendukung tugas pokok penyuluhan, pembinaan umat, penyusunan administrasi, pembuatan materi penyuluhan, serta koordinasi dengan kelompok binaan dan masyarakat.

B. Waktu Pelaksanaan

Kegiatan WFH dilaksanakan setiap hari Jumat pada:

No. Hari/Tanggal Kegiatan Utama
1 Jumat, 7 Agustus 2026 Penyusunan materi penyuluhan dan administrasi kegiatan
2 Jumat, 14 Agustus 2026 Penyusunan bahan pembinaan iman dan koordinasi kelompok binaan
3 Jumat, 21 Agustus 2026 Pembuatan materi penyuluhan dan pendampingan umat secara daring
4 Jumat, 28 Agustus 2026 Evaluasi kegiatan dan penyusunan laporan kinerja bulan Agustus

C. URAIAN KEGIATAN

1. Jumat, 7 Agustus 2026

Kegiatan: Penyusunan Materi Penyuluhan Agama Katolik

Penyuluh Agama Katolik melaksanakan WFH dengan mempersiapkan dan menyusun materi penyuluhan agama Katolik yang relevan dengan kebutuhan umat serta kalender liturgi Gereja Katolik. Materi disusun dengan bahasa yang komunikatif sehingga dapat digunakan dalam kegiatan pembinaan anak, remaja, keluarga, maupun umat di lingkungan.

Selain itu dilakukan penataan administrasi dan dokumentasi kegiatan penyuluhan sebagai bahan laporan kinerja Penyuluh Agama Katolik.

Hasil: Tersusunnya bahan penyuluhan dan administrasi pendukung kegiatan pembinaan umat.


2. Jumat, 14 Agustus 2026

Kegiatan: Persiapan Bahan Pembinaan Iman dan Koordinasi Kelompok Binaan

Dalam pelaksanaan WFH, Penyuluh melakukan persiapan bahan pembinaan iman Katolik serta melakukan koordinasi dengan kelompok-kelompok binaan melalui media komunikasi yang tersedia.

Materi diarahkan pada penguatan iman, semangat persaudaraan, kepedulian sosial, serta penghayatan iman Katolik dalam kehidupan bermasyarakat. Koordinasi juga dilakukan untuk mengetahui perkembangan kegiatan kelompok binaan dan kebutuhan pendampingan selanjutnya.

Hasil: Tersedianya bahan pembinaan dan terjalinnya komunikasi dengan kelompok binaan.


3. Jumat, 21 Agustus 2026

Kegiatan: Pembuatan Materi Penyuluhan dan Pelayanan Informasi Keagamaan

Penyuluh Agama Katolik melaksanakan WFH dengan membuat dan mengembangkan materi penyuluhan agama Katolik untuk berbagai kelompok sasaran. Materi disiapkan dalam bentuk tulisan maupun bahan digital yang dapat digunakan sebagai media edukasi dan pembinaan iman.

Selain itu, Penyuluh memberikan pelayanan informasi keagamaan kepada umat yang membutuhkan melalui media komunikasi daring. Pelayanan dilakukan dengan mengedepankan sikap ramah, terbuka, bertanggung jawab, dan menghargai keberagaman.

Hasil: Tersusunnya materi penyuluhan dan terlaksananya pelayanan informasi keagamaan kepada umat.


4. Jumat, 28 Agustus 2026

Kegiatan: Evaluasi dan Penyusunan Laporan Kinerja

Penyuluh Agama Katolik melaksanakan evaluasi terhadap kegiatan penyuluhan dan pembinaan umat yang telah dilaksanakan selama bulan Agustus 2026. Kegiatan meliputi pengumpulan dokumentasi, pencatatan kegiatan, rekapitulasi kelompok binaan, serta penyusunan laporan kinerja.

Evaluasi dilakukan untuk melihat ketercapaian kegiatan sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan tugas penyuluhan pada bulan berikutnya.

Hasil: Tersusunnya rekapitulasi kegiatan dan bahan laporan kinerja Penyuluh Agama Katolik bulan Agustus 2026.


D. HASIL DAN MANFAAT KEGIATAN

Pelaksanaan WFH selama bulan Agustus 2026 memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Tugas kedinasan Penyuluh Agama Katolik tetap dapat dilaksanakan secara produktif.
  2. Tersedianya materi penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan umat.
  3. Administrasi dan dokumentasi kegiatan penyuluhan menjadi lebih tertata.
  4. Komunikasi dan koordinasi dengan kelompok binaan tetap berjalan.
  5. Pelayanan informasi dan pendampingan keagamaan kepada umat tetap dapat dilakukan.
  6. Terlaksananya evaluasi terhadap kegiatan penyuluhan sebagai dasar perbaikan program berikutnya.
  7. Mendukung pencapaian target kinerja Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul.

E. NILAI-NILAI YANG DIKEMBANGKAN

Profesionalitas – Tanggung Jawab – Integritas – Pelayanan – Komunikasi – Kemandirian – Adaptasi Digital

Pelaksanaan WFH tidak mengurangi komitmen Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pelayanan kepada umat. Pemanfaatan teknologi informasi menjadi sarana untuk tetap menjalankan tugas penyuluhan, pembinaan, koordinasi, dan administrasi secara efektif.

F. TINDAK LANJUT

Sebagai tindak lanjut, Penyuluh Agama Katolik akan:

  • meningkatkan kualitas materi penyuluhan;
  • memperkuat koordinasi dengan kelompok binaan;
  • memanfaatkan media digital sebagai sarana penyuluhan;
  • melakukan evaluasi kegiatan secara berkala;
  • meningkatkan dokumentasi dan administrasi kegiatan; serta
  • menindaklanjuti kebutuhan pembinaan iman umat di Kabupaten Bantul.

G. KESIMPULAN

Pelaksanaan Work From Home (WFH) Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul setiap hari Jumat selama bulan Agustus 2026 telah dimanfaatkan untuk melaksanakan tugas kedinasan secara efektif, khususnya dalam penyusunan materi penyuluhan, pelayanan informasi keagamaan, koordinasi kelompok binaan, administrasi, dokumentasi, serta evaluasi kinerja.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pelayanan, pendampingan, pembinaan, dan penguatan kehidupan iman umat, sekaligus mendukung tertib administrasi dan pencapaian kinerja di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

Bantul, 31 Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, SS

Event Seni Budaya


LAPORAN KEGIATAN PENYULUH AGAMA KATOLIK

Event Seni Budaya melalui Ketoprak dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80

1. Nama Kegiatan
Event Seni Budaya melalui Pertunjukan Ketoprak dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

2. Hari/Tanggal
Sabtu, 29 Agustus 2026

3. Waktu
Malam hari

4. Tempat
Kampung/lingkungan tempat kegiatan masyarakat

5. Pelaksana
Penyuluh Agama Katolik bersama masyarakat dan warga kampung.

6. Sasaran Kegiatan
Masyarakat kampung dari berbagai latar belakang agama, usia, dan kelompok sosial.


7. Uraian Kegiatan

Penyuluh Agama Katolik turut berpartisipasi dalam Event Seni Budaya melalui pertunjukan Ketoprak yang diselenggarakan oleh masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

Kegiatan seni budaya ini menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat. Pertunjukan Ketoprak yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal memberikan hiburan sekaligus menjadi media untuk melestarikan seni tradisional Jawa agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi muda.

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Katolik hadir dan berbaur bersama masyarakat serta memberikan dukungan terhadap kegiatan sosial dan budaya yang diselenggarakan di lingkungan kampung. Kehadiran Penyuluh juga menjadi bentuk nyata keterlibatan dalam kehidupan bermasyarakat serta upaya membangun komunikasi dan relasi yang harmonis dengan masyarakat lintas agama dan kelompok.

Melalui kegiatan seni budaya, nilai-nilai persaudaraan, gotong royong, toleransi, kerukunan, cinta tanah air, dan penghargaan terhadap keberagaman dapat semakin dikembangkan. Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui kebersamaan warga dalam menjaga persatuan dan melestarikan budaya bangsa.

8. Hasil yang Dicapai

  1. Kegiatan seni budaya Ketoprak dalam rangka HUT RI ke-80 dapat terlaksana dengan baik dan meriah.
  2. Terjalin komunikasi dan hubungan yang semakin baik antara Penyuluh Agama Katolik dengan masyarakat.
  3. Tumbuh semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
  4. Masyarakat semakin menghargai dan ikut melestarikan seni budaya tradisional.
  5. Terbangun suasana kerukunan dan toleransi antarwarga yang berbeda latar belakang.
  6. Kegiatan menjadi sarana memperkuat semangat persatuan dan cinta tanah air.

9. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

Persaudaraan – Kerukunan – Toleransi – Gotong Royong – Pelestarian Budaya – Nasionalisme

Kegiatan Ketoprak menjadi ruang perjumpaan masyarakat yang memperlihatkan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bersama yang harmonis.

10. Peran Penyuluh Agama Katolik

Dalam kegiatan ini, Penyuluh Agama Katolik berperan sebagai pendamping dan penggerak masyarakat, khususnya dalam membangun komunikasi, kebersamaan, toleransi, dan kerukunan. Keterlibatan dalam kegiatan seni budaya merupakan bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sosial kemasyarakatan secara nyata.

11. Tindak Lanjut

Penyuluh Agama Katolik akan terus mendorong keterlibatan umat dan masyarakat dalam kegiatan sosial, budaya, dan kemasyarakatan sebagai sarana membangun persaudaraan, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta menjaga dan melestarikan budaya lokal.

12. Kesimpulan

Event Seni Budaya melalui pertunjukan Ketoprak dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-80 pada Sabtu, 29 Agustus 2026, merupakan kegiatan positif yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana penuh kebersamaan. Bagi Penyuluh Agama Katolik, keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan tugas penyuluhan melalui pendampingan sosial kemasyarakatan, penguatan kerukunan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis budaya.

Bantul, 29 Agustus 2026
Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, SS


 

Dialog antar Umat lewat Pertemuan RT

  Kegiatan pertemuan RT  sebagai salah satu bentuk dialog sosial kemasyarakatan bagi Penyuluh Agama Katolik , terutama dalam membangun komun...