Berkah Dalem Gusti

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono,SS ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Rabu, 02 September 2026

Materi Kamis


MATERI PENYULUHAN AGAMA KATOLIK

Tema: “Dipanggil untuk Menjadi Penjala Manusia”

Bacaan Injil: Lukas 5:1–11
Peringatan: Santo Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja

1. Pengantar

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mengalami kegagalan. Kita sudah berusaha dengan sungguh-sungguh, tetapi hasilnya belum sesuai harapan. Kita bekerja keras, namun seolah-olah tidak mendapatkan hasil. Dalam situasi seperti itu, kita mudah kecewa dan bertanya, “Mengapa Tuhan membiarkan semua ini terjadi?”

Injil hari ini mengajak kita melihat kegagalan dari sudut pandang iman. Simon Petrus dan teman-temannya telah bekerja keras sepanjang malam. Mereka menjala ikan, tetapi tidak mendapatkan apa-apa. Namun ketika Yesus meminta mereka bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jala, terjadilah sesuatu yang luar biasa.

Pesan pentingnya adalah: jangan berhenti berusaha ketika mengalami kegagalan, tetapi beranilah mempercayakan usaha kita kepada Tuhan.

2. “Bertolaklah ke Tempat yang Dalam”

Yesus berkata kepada Simon:

“Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”

Perintah ini sederhana, tetapi memiliki makna iman yang mendalam.

“Tempat yang dalam” dapat kita maknai sebagai keberanian untuk keluar dari zona nyaman. Kadang-kadang kita terlalu takut mencoba sesuatu yang baru karena pengalaman kegagalan di masa lalu.

Yesus mengajak kita untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam:

  • lebih dalam dalam kehidupan doa;
  • lebih dalam dalam membaca Kitab Suci;
  • lebih sungguh dalam melayani sesama;
  • lebih serius dalam membangun keluarga;
  • lebih berani mengampuni;
  • lebih tekun dalam menghadapi persoalan hidup.

Iman tidak berarti bahwa hidup kita bebas dari masalah. Iman berarti kita yakin bahwa Tuhan hadir dan menyertai kita ketika menghadapi masalah.

3. “Karena Engkau Menyuruhnya”

Simon sebenarnya mempunyai alasan untuk menolak.

Ia berkata bahwa mereka telah bekerja sepanjang malam dan tidak mendapatkan apa-apa. Tetapi kemudian ia berkata:

“Karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”

Inilah inti iman Petrus: ketaatan kepada Yesus meskipun keadaan tampaknya tidak menjanjikan.

Dalam kehidupan kita pun sering terjadi demikian.

Kita mungkin berkata:

  • “Saya sudah berusaha, tetapi belum berhasil.”
  • “Saya sudah mengampuni, tetapi masih disakiti.”
  • “Saya sudah berdoa, tetapi persoalan belum selesai.”
  • “Saya sudah melayani, tetapi tidak dihargai.”
  • “Saya sudah mendidik anak dengan baik, tetapi anak masih melakukan kesalahan.”

Injil hari ini mengingatkan:

Jangan hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri. Libatkan Tuhan dalam setiap perjuangan kita.

4. Dari Penjala Ikan Menjadi Penjala Manusia

Setelah mengalami mukjizat itu, Yesus berkata kepada Simon:

“Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”

Yesus tidak hanya memberikan ikan kepada Petrus. Yesus memberikan panggilan dan perutusan.

Petrus dipanggil untuk menjadi pribadi yang membawa orang lain semakin dekat kepada Tuhan.

Dalam konteks kita sekarang, menjadi “penjala manusia” bukan berarti mencari sebanyak-banyaknya pengikut. Sebaliknya, kita dipanggil untuk menjadi orang yang membawa kasih, pengharapan, kedamaian, dan kebaikan Tuhan kepada orang lain.

Seorang ayah dan ibu menjadi “penjala manusia” ketika mereka membawa anak-anaknya semakin mengenal Tuhan.

Seorang guru menjadi “penjala manusia” ketika ia mendidik murid bukan hanya menjadi pintar, tetapi juga berkarakter baik.

Seorang penyuluh agama menjadi “penjala manusia” ketika melalui pelayanan dan pewartaan ia membantu umat menemukan kekuatan dan pengharapan dalam Tuhan.

Seorang anak muda menjadi “penjala manusia” ketika melalui perkataan, sikap, dan media sosial ia menyebarkan hal-hal yang membangun, bukan kebencian dan permusuhan.

5. Jangan Takut

Hal pertama yang dikatakan Yesus kepada Simon setelah mengalami peristiwa itu adalah:

“Jangan takut.”

Mengapa?

Karena panggilan Tuhan sering kali membuat manusia merasa tidak layak.

Petrus bahkan berkata:

“Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini seorang berdosa.”

Namun Yesus tidak meninggalkan Petrus.

Ini menjadi kabar gembira bagi kita: Tuhan tidak menunggu kita menjadi sempurna baru kemudian memanggil kita.

Tuhan memanggil kita dengan segala keterbatasan kita.

Kita mungkin mempunyai masa lalu yang tidak sempurna. Kita pernah melakukan kesalahan. Kita pernah gagal. Kita pernah mengecewakan orang lain.

Tetapi Tuhan tetap berkata:

“Jangan takut.”

Yang penting adalah kesediaan kita untuk bangkit, bertobat, dan kembali mengikuti-Nya.

6. Relevansi bagi Kehidupan Keluarga dan Masyarakat

Ada tiga sikap yang dapat kita ambil dari Injil hari ini.

A. Jangan mudah menyerah

Kegagalan bukan akhir dari perjalanan.

Kadang-kadang Tuhan menggunakan kegagalan untuk membentuk ketekunan kita.

B. Percayakan usaha kepada Tuhan

Kita tetap harus bekerja dan berusaha. Namun usaha itu hendaknya disertai doa dan penyerahan diri kepada Tuhan.

Berdoa tanpa berusaha adalah tidak tepat.
Berusaha tanpa melibatkan Tuhan juga dapat membuat kita mudah kehilangan arah.

C. Jadilah berkat bagi orang lain

Tuhan memberikan berkat kepada kita bukan hanya untuk diri sendiri.

Apa yang kita miliki—waktu, tenaga, kemampuan, pengetahuan, pengalaman, maupun harta—dapat kita gunakan untuk membantu sesama.

7. Pertanyaan Pendalaman

Untuk direnungkan bersama:

  1. Apa “kegagalan” yang sedang saya alami dalam kehidupan?
  2. Apakah saya masih percaya kepada Tuhan ketika usaha saya belum berhasil?
  3. Apa arti “bertolak ke tempat yang lebih dalam” bagi kehidupan iman saya?
  4. Apakah kehadiran saya membawa orang lain semakin dekat kepada Tuhan?
  5. Dalam hal apa Tuhan sedang memanggil saya untuk melayani?
  6. Apa yang membuat saya takut menjawab panggilan Tuhan?

8. Pesan Utama

“Jangan takut bertolak ke tempat yang lebih dalam. Ketika kita mau percaya dan taat kepada Tuhan, kegagalan dapat menjadi jalan menuju panggilan dan perutusan yang baru.”

Refleksi singkat

Mungkin hari ini kita sedang berada seperti Petrus: sudah bekerja keras, tetapi jala kehidupan kita terasa kosong.

Jangan buru-buru menyerah.

Dengarkan kembali suara Yesus:

“Bertolaklah ke tempat yang dalam.”

Mungkin Tuhan sedang mengajak kita untuk berdoa lebih sungguh, mengasihi lebih tulus, mengampuni lebih luas, melayani lebih rendah hati, dan percaya lebih dalam.

Sebab ketika Tuhan hadir dalam perjuangan kita, jala yang kosong pun dapat menjadi awal dari sebuah panggilan besar.

Doa Penutup

Tuhan Yesus yang penuh kasih,
Engkau memanggil Simon Petrus di tengah kegagalan dan keterbatasannya. Ajarlah kami untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan hidup.

Berikanlah kepada kami iman untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam, keberanian untuk mengikuti kehendak-Mu, dan kerendahan hati untuk melayani sesama.

Jadikanlah hidup kami sebagai sarana untuk membawa kasih, damai, dan pengharapan kepada orang-orang di sekitar kami.

Ketika kami merasa takut dan tidak layak, ingatkanlah kami akan sabda-Mu: “Jangan takut.”

Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Anak yang Hilang

Berikut renungan Katolik bertema “Anak yang Hilang” berdasarkan Lukas 15:11–32, untuk penyuluhan, pendalaman iman, atau renungan umat.

RENUNGAN: ANAK YANG HILANG, BAPA YANG SELALU MENUNGGU

Bacaan: Lukas 15:11–32
Tema: “Sejauh apa pun kita pergi, kasih Bapa selalu membuka jalan untuk kembali.”

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,

Kisah tentang anak yang hilang merupakan salah satu perumpamaan Yesus yang sangat menyentuh hati. Kita mengenalnya sebagai kisah tentang seorang anak bungsu yang meninggalkan rumah, menghabiskan harta miliknya, kemudian menyadari kesalahannya dan kembali kepada bapanya.

Namun, sebenarnya kisah ini bukan hanya tentang anak yang pergi. Kisah ini terutama berbicara tentang Bapa yang tidak pernah berhenti mengasihi.

Anak bungsu meminta bagian warisannya dan pergi meninggalkan rumah. Ia ingin hidup bebas sesuai keinginannya sendiri. Pada awalnya mungkin ia merasa bahagia. Ia memiliki harta, teman, dan kebebasan. Tetapi ketika semuanya habis, ia mulai merasakan kesepian dan penderitaan.


Di sinilah ia mengalami sebuah kesadaran penting:

“Aku telah salah jalan. Aku harus kembali.”

Saudara-saudari,

Dalam kehidupan kita pun sering kali terjadi hal yang sama. Ada saatnya kita menjauh dari Tuhan. Bukan selalu karena kita tidak percaya kepada Tuhan, tetapi karena kita terlalu sibuk dengan diri sendiri.

Kita mungkin lebih mengejar kesenangan daripada kebaikan, lebih mengutamakan ego daripada kasih, lebih memilih kepentingan pribadi daripada keluarga, atau lebih mendengarkan keinginan diri daripada suara hati dan kehendak Tuhan.

Kadang-kadang kita baru menyadari betapa berharganya rumah setelah kita merasakan jauhnya perjalanan.

Tetapi kabar gembiranya adalah:

Tuhan tidak pernah menutup pintu bagi orang yang mau kembali.

Ketika anak itu pulang, bapanya tidak menghakimi. Sang bapalah yang melihatnya dari kejauhan, berlari menyambutnya, memeluknya, dan menerimanya kembali.

Inilah gambaran kasih Allah kepada kita.

Allah tidak menunggu kita menjadi sempurna terlebih dahulu baru mengasihi kita. Justru ketika kita jatuh, tersesat, dan menyadari kesalahan, Allah membuka tangan-Nya dan mengundang kita untuk kembali.

Jangan Takut untuk Pulang

Mungkin ada di antara kita yang sedang merasa jauh dari Tuhan.

Mungkin karena kesalahan masa lalu.
Mungkin karena hubungan keluarga yang retak.
Mungkin karena kecewa kepada seseorang.
Mungkin karena doa yang terasa belum dijawab.
Atau mungkin karena kita merasa tidak layak berada dekat dengan Tuhan.

Hari ini Injil mengingatkan kita:

Jangan takut untuk pulang.

Tuhan bukan Bapa yang sibuk menghitung kesalahan kita. Tuhan adalah Bapa yang menantikan kepulangan anak-anak-Nya.

Pertobatan bukan tanda bahwa kita gagal. Pertobatan adalah keberanian untuk mengatakan:

“Tuhan, saya telah salah. Saya ingin kembali kepada-Mu.”

Dan ketika kita kembali kepada Tuhan dengan hati yang tulus, selalu ada kesempatan untuk memulai kembali.

Jangan Menjadi “Anak Sulung” yang Sulit Mengampuni

Perumpamaan ini juga berbicara kepada anak sulung.

Anak sulung merasa tidak adil. Ia telah lama bekerja dan setia, tetapi ketika adiknya kembali, bapanya mengadakan perayaan.

Sikap anak sulung mengingatkan kita bahwa seseorang dapat tinggal dekat dengan rumah Bapa, tetapi hatinya jauh dari kasih Bapa.

Kita bisa rajin berdoa, aktif di Gereja, terlibat dalam berbagai kegiatan, tetapi masih sulit mengampuni orang lain.

Karena itu, pertanyaan bagi kita bukan hanya:

“Apakah saya sudah dekat dengan Tuhan?”

Tetapi juga:

“Apakah hati saya sudah menyerupai hati Tuhan?”

Hati Tuhan adalah hati yang mampu mengampuni.

Menjadi Rumah yang Menyambut

Keluarga, komunitas, dan Gereja hendaknya menjadi tempat di mana orang yang tersesat dapat menemukan jalan pulang.

Jangan sampai orang yang pernah melakukan kesalahan merasa tidak mempunyai tempat lagi.

Anak-anak membutuhkan orang tua yang mau mendengarkan.
Remaja membutuhkan orang dewasa yang tidak cepat menghakimi.
Orang yang jatuh membutuhkan tangan yang membantu untuk bangkit.
Dan setiap orang yang ingin kembali kepada Tuhan membutuhkan komunitas yang menyambutnya dengan kasih.

Kita dipanggil bukan untuk menjadi hakim atas mereka yang jatuh, melainkan menjadi tangan dan hati Bapa yang menyambut mereka kembali.

Penutup

Saudara-saudari yang terkasih,

Ada kalanya kita menjadi seperti anak bungsu: pergi jauh dan tersesat.

Ada kalanya kita menjadi seperti anak sulung: merasa paling benar dan sulit mengampuni.

Tetapi di atas semuanya itu, kita selalu mempunyai seorang Bapa yang penuh belas kasih.

Sejauh apa pun kita pergi, Tuhan tetap membuka jalan untuk pulang.
Sebesar apa pun kesalahan kita, kasih Tuhan lebih besar.
Selama kita mau kembali, pintu kerahiman-Nya tetap terbuka.

Mari hari ini kita bertanya kepada diri sendiri:

“Apakah ada bagian dalam hidup saya yang sedang jauh dari Tuhan?”

Jika ada, jangan takut untuk kembali.

Dan ketika ada orang lain yang ingin kembali kepada Tuhan, jangan kita menutup pintu.

Mari kita menjadi pribadi yang membawa kasih, pengampunan, dan harapan.

Karena pada akhirnya, inti dari kisah anak yang hilang bukanlah tentang anak yang meninggalkan rumah, melainkan tentang Bapa yang tidak pernah berhenti menunggu kepulangan anak-Nya.

“Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”
(Luk 15:24)

Refleksi:
Hari ini mungkin saya sedang mencari Tuhan. Tetapi sesungguhnya, sejak awal Tuhanlah yang tidak pernah berhenti mencari dan menunggu saya.

Doa singkat:

Tuhan Yesus,
terima kasih karena kasih-Mu tidak pernah meninggalkan kami.
Ketika kami menjauh, tuntunlah kami untuk kembali.
Ketika kami jatuh, berilah kami kekuatan untuk bangkit.
Ajarlah kami untuk mengampuni seperti Bapa mengampuni kami.
Jadikan keluarga dan komunitas kami sebagai rumah yang penuh kasih,
tempat setiap orang dapat menemukan penerimaan, pengampunan, dan harapan.
Amin.

Budaya Jawa dan Gamelan dalam Ekaristi

LAPORAN KEGIATAN PENYULUHAN AGAMA KATOLIK

PENDAMPINGAN BERSAMA PARA PENGGERAK GAMELAN DAN BAHASA JAWA DALAM PERAYAAN EKARISTI

Nama: Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.
Jabatan: Penyuluh Agama Katolik
Instansi: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul
Tempat: Paroki Pringgolayan
Hari/Tanggal: Minggu, 30 Agustus 2026
Waktu: 17.00–19.00 WIB

I. NAMA KEGIATAN

Pendampingan dan Dialog Bersama Para Penggerak Gamelan dan Bahasa Jawa dalam Perayaan Ekaristi di Paroki Pringgolayan sebagai Sarana Penyuluhan Agama Katolik.


II. LATAR BELAKANG

Gereja Katolik hadir di tengah masyarakat dengan berbagai kekayaan budaya lokal. Dalam konteks masyarakat Jawa, gamelan dan Bahasa Jawa merupakan bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai luhur, seperti kebersamaan, keselarasan, tata krama, penghormatan, dan gotong royong.

Keterlibatan para penggerak gamelan dan Bahasa Jawa dalam Perayaan Ekaristi di Paroki Pringgolayan menjadi kesempatan bagi Penyuluh Agama Katolik untuk melakukan pendampingan, dialog, dan penguatan iman. Melalui seni dan budaya, pewartaan iman dapat disampaikan secara kontekstual dan dekat dengan kehidupan umat.

III. TUJUAN

  1. Mendampingi para penggerak gamelan dan Bahasa Jawa dalam pelayanan Gereja.

  2. Mengembangkan pemahaman bahwa budaya lokal dapat menjadi sarana pewartaan iman.

  3. Mendorong pelestarian budaya Jawa dalam kehidupan menggereja.

  4. Menumbuhkan semangat pelayanan, kebersamaan, dan gotong royong.

  5. Mendorong keterlibatan generasi muda dalam seni budaya dan kegiatan Gereja.

  6. Menguatkan penghayatan iman Katolik melalui pendekatan budaya lokal.

IV. PELAKSANAAN KEGIATAN

Kegiatan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Minggu, 30 Agustus 2026
Waktu: Pukul 17.00–19.00 WIB
Tempat: Paroki Pringgolayan
Sasaran: Para penggerak gamelan dan Bahasa Jawa serta umat yang terlibat dalam Perayaan Ekaristi.

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Katolik melakukan pendampingan dan dialog bersama para penggerak gamelan dan Bahasa Jawa yang terlibat dalam Perayaan Ekaristi. Dialog diarahkan pada pemaknaan pelayanan seni dan budaya sebagai bagian dari kehidupan iman umat.

V. MATERI PENYULUHAN

Materi yang dibahas meliputi:

  1. Iman dan budaya lokal, yaitu bagaimana budaya Jawa dapat menjadi sarana untuk mengungkapkan dan mengembangkan iman.

  2. Gamelan sebagai simbol harmoni, di mana setiap alat memiliki fungsi yang berbeda tetapi dapat menghasilkan keselarasan ketika dimainkan bersama.

  3. Bahasa Jawa sebagai sarana komunikasi iman, khususnya dalam menyampaikan nilai-nilai kehidupan yang dekat dengan budaya umat.

  4. Pelayanan sebagai wujud iman, bahwa keterlibatan dalam seni, musik, dan liturgi merupakan bentuk partisipasi umat dalam membangun Gereja.

  5. Pelestarian budaya kepada generasi muda, agar budaya Jawa tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

VI. HASIL KEGIATAN

Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain:

  1. Terjalinnya komunikasi dan dialog yang semakin baik dengan para penggerak gamelan dan Bahasa Jawa.

  2. Meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya pelestarian budaya lokal.

  3. Tumbuhnya pemahaman bahwa seni dan budaya dapat menjadi media pewartaan iman.

  4. Meningkatnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam pelayanan Gereja.

  5. Mendorong keterlibatan umat dalam mengembangkan budaya yang selaras dengan nilai-nilai Kristiani.

  6. Terbangunnya pelayanan Gereja yang semakin kontekstual dengan kehidupan masyarakat Jawa.

VII. REFLEKSI PENYULUH

Kegiatan bersama para penggerak gamelan dan Bahasa Jawa menjadi pengalaman berharga dalam melihat bahwa pewartaan iman dapat dilakukan melalui berbagai bentuk kehidupan dan kebudayaan masyarakat.

Gamelan memberikan gambaran tentang pentingnya harmoni dan kebersamaan. Setiap instrumen memiliki karakter dan fungsi masing-masing, namun semuanya saling melengkapi untuk menghasilkan keindahan. Demikian pula dalam kehidupan menggereja, setiap umat memiliki talenta dan peran yang berbeda, tetapi semuanya dipanggil untuk membangun satu tubuh dalam kasih.

Penggunaan Bahasa Jawa juga menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap budaya umat. Dengan pendekatan yang kontekstual, nilai-nilai Injil dapat semakin mudah diterima, dipahami, dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

VIII. TINDAK LANJUT

Sebagai tindak lanjut, Penyuluh Agama Katolik akan:

  1. Melanjutkan pendampingan dan komunikasi dengan para penggerak seni dan budaya.

  2. Mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan gamelan dan budaya Jawa.

  3. Mengembangkan materi penyuluhan yang menghubungkan nilai-nilai Injil dengan kearifan lokal.

  4. Mendorong seni dan budaya sebagai sarana membangun persaudaraan umat.

  5. Mendukung terciptanya kehidupan menggereja yang kontekstual, inklusif, dan menghargai budaya lokal.

IX. PENUTUP

Kegiatan pendampingan dan dialog bersama para penggerak gamelan dan Bahasa Jawa dalam Perayaan Ekaristi di Paroki Pringgolayan pada Minggu, 30 Agustus 2026 pukul 17.00–19.00 WIB merupakan salah satu bentuk nyata pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik dalam mendampingi umat.

Melalui kegiatan ini, seni dan budaya lokal semakin disadari sebagai bagian yang dapat mendukung pewartaan iman, membangun persaudaraan, serta memperkuat rasa memiliki terhadap Gereja dan budaya bangsa.

Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai dokumentasi pelaksanaan tugas dan bahan pertanggungjawaban kinerja Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul.

Bantul, 30 Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.


Pembuatan Konten Digital

 


LAPORAN KEGIATAN

PEMBUATAN KONTEN DIGITAL PENYULUHAN AGAMA KATOLIK

BULAN AGUSTUS 2026

Nama: Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.
Jabatan: Penyuluh Agama Katolik
Instansi: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul
Periode: Agustus 2026

I. PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memberikan peluang yang semakin luas bagi Penyuluh Agama Katolik untuk melaksanakan tugas pelayanan dan pembinaan umat. Penyuluhan agama tidak hanya dilaksanakan melalui pertemuan tatap muka, tetapi juga dapat dikembangkan melalui media digital yang mudah diakses oleh masyarakat.

Pembuatan konten digital penyuluhan agama Katolik merupakan salah satu bentuk inovasi pelayanan untuk menyampaikan pesan iman, nilai-nilai Injil, pembinaan karakter, kehidupan menggereja, serta ajakan untuk membangun kerukunan dan kepedulian sosial.

Selama bulan Agustus 2026, kegiatan pembuatan konten digital diarahkan pada tema-tema yang relevan dengan kalender liturgi Gereja Katolik, pembinaan iman umat, semangat kemerdekaan Republik Indonesia, persaudaraan, toleransi, dan kehidupan sosial kemasyarakatan.

II. DASAR KEGIATAN

  1. Tugas dan fungsi Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat.

  2. Program kerja Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul Tahun 2026.

  3. Rencana Kinerja Penyuluh Agama Katolik Tahun 2026.

  4. Kalender Liturgi Gereja Katolik Tahun 2026.

  5. Semangat penguatan moderasi beragama, kerukunan umat beragama, dan pemanfaatan teknologi digital secara positif.

III. TUJUAN

Kegiatan pembuatan konten digital bertujuan:

  1. Menyediakan materi penyuluhan agama Katolik yang mudah diakses oleh umat.

  2. Menyampaikan pesan iman Katolik secara sederhana, menarik, dan kontekstual.

  3. Meningkatkan jangkauan pelayanan penyuluhan melalui media digital.

  4. Membantu umat memahami dan menghayati Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

  5. Menanamkan nilai kasih, persaudaraan, toleransi, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.

  6. Mendukung pelaksanaan tugas dan capaian kinerja Penyuluh Agama Katolik.

IV. WAKTU DAN TEMPAT

Waktu: Bulan Agustus 2026
Tempat: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul dan tempat pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik.

Pembuatan konten dilaksanakan secara berkala, termasuk dalam kegiatan WFH setiap hari Jumat, serta disesuaikan dengan kebutuhan penyuluhan dan momentum kalender liturgi Gereja.

V. BENTUK KEGIATAN

Kegiatan yang dilaksanakan meliputi:

  1. Menentukan tema konten penyuluhan.

  2. Mengumpulkan dan memilih referensi Kitab Suci serta bahan pendukung.

  3. Menyusun naskah renungan dan pesan penyuluhan.

  4. Membuat desain poster/konten visual.

  5. Menyusun materi edukasi singkat untuk media sosial.

  6. Membuat konten berdasarkan kalender liturgi.

  7. Membuat konten bertema nasionalisme dan semangat HUT Kemerdekaan RI.

  8. Melakukan penyuntingan dan pemeriksaan isi sebelum publikasi.

  9. Membagikan konten melalui media digital yang digunakan dalam pelayanan penyuluhan.

  10. Mendokumentasikan hasil kegiatan sebagai bahan laporan kinerja.

VI. MATERI/KONTEN PENYULUHAN BULAN AGUSTUS 2026

No.Tema KontenMateri/Pesan Utama
1Sabda Tuhan sebagai Pedoman HidupMengajak umat menjadikan Sabda Tuhan sebagai dasar kehidupan.
2Hidup dalam KasihMengembangkan sikap mengasihi sesama dalam kehidupan sehari-hari.
3PengampunanMengajak umat membangun rekonsiliasi dan tidak menyimpan dendam.
4Kerendahan HatiMeneladan sikap rendah hati dalam pelayanan dan kehidupan sosial.
5Kemerdekaan dalam Perspektif ImanMemaknai kemerdekaan sebagai kesempatan untuk berbuat baik dan melayani.
6Mensyukuri Kemerdekaan RIMengembangkan rasa syukur, nasionalisme, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
7Merawat KerukunanMengajak umat menghargai perbedaan agama, suku, budaya, dan pilihan hidup.
8Iman dan Kepedulian SosialMendorong umat mewujudkan iman melalui kepedulian terhadap sesama.
9Keluarga sebagai Gereja Rumah TanggaMenguatkan kehidupan doa dan komunikasi dalam keluarga.
10Menjadi Saksi Kristus di Era DigitalMenggunakan media sosial untuk menyebarkan kebaikan, kebenaran, dan kedamaian.
11Bijak Bermedia SosialMenghindari hoaks, ujaran kebencian, dan konten yang memecah persaudaraan.
12Semangat PelayananMengajak umat menggunakan talenta untuk melayani Tuhan dan sesama.

VII. PROSES PEMBUATAN KONTEN

Pembuatan konten dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:

1. Perencanaan
Menentukan tema berdasarkan kalender liturgi, kebutuhan umat, momentum nasional, serta isu kehidupan masyarakat.

2. Penyusunan Materi
Materi disusun berdasarkan Kitab Suci, ajaran Gereja Katolik, dan konteks kehidupan umat sehingga pesan penyuluhan mudah dipahami dan diterapkan.

3. Produksi Konten
Materi dikembangkan menjadi bentuk visual seperti poster digital, kutipan Kitab Suci, renungan singkat, materi edukasi, dan pesan moral.

4. Penyuntingan
Konten diperiksa kembali dari aspek isi, bahasa, ketepatan pesan, serta kesesuaian dengan nilai-nilai ajaran Katolik.

5. Publikasi dan Pemanfaatan
Konten digunakan sebagai sarana pendukung penyuluhan dan dibagikan melalui media komunikasi digital yang relevan.

6. Dokumentasi
Hasil pembuatan konten didokumentasikan sebagai bukti pelaksanaan tugas dan bahan evaluasi kinerja Penyuluh Agama Katolik.

VIII. HASIL DAN CAPAIAN

Kegiatan pembuatan konten digital selama bulan Agustus 2026 menghasilkan bahan penyuluhan yang dapat dimanfaatkan untuk:

  1. Mendukung pelayanan penyuluhan agama Katolik kepada umat.

  2. Menyediakan materi singkat yang dapat dibaca dan dibagikan secara mudah.

  3. Memperluas jangkauan penyampaian pesan keagamaan.

  4. Meningkatkan kreativitas dalam pelaksanaan tugas penyuluhan.

  5. Menyampaikan nilai-nilai Injil dalam konteks kehidupan masyarakat masa kini.

  6. Menguatkan semangat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama.

  7. Mendukung pelaksanaan administrasi dan dokumentasi kinerja Penyuluh Agama Katolik.

IX. NILAI-NILAI YANG DIKEMBANGKAN

Konten digital yang dibuat mengandung nilai-nilai:

  • Iman: memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan.

  • Kasih: membangun kepedulian terhadap sesama.

  • Persaudaraan: menghargai setiap orang sebagai saudara.

  • Toleransi: menghormati perbedaan dan keberagaman.

  • Nasionalisme: mencintai bangsa dan negara.

  • Moderasi beragama: membangun kehidupan beragama yang damai dan menghargai perbedaan.

  • Literasi digital: menggunakan media digital secara bijak, bertanggung jawab, dan positif.

X. EVALUASI

Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik. Tantangan yang ditemui antara lain keterbatasan waktu dalam penyusunan materi, kebutuhan untuk menyesuaikan bahasa dengan karakteristik sasaran penyuluhan, serta pentingnya memastikan bahwa setiap konten yang dipublikasikan memiliki sumber dan pesan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Evaluasi dilakukan dengan memperhatikan relevansi tema, kejelasan bahasa, kualitas visual, ketepatan pesan keagamaan, serta respons masyarakat terhadap konten yang disampaikan.

XI. TINDAK LANJUT

Sebagai tindak lanjut, pembuatan konten digital akan terus dikembangkan dengan:

  1. Menyesuaikan materi dengan kalender liturgi setiap bulan.

  2. Mengembangkan konten untuk berbagai kelompok sasaran, mulai dari anak-anak, remaja, keluarga, hingga lansia.

  3. Menggunakan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan kontekstual.

  4. Memperbanyak konten edukatif dan reflektif.

  5. Mengembangkan dokumentasi digital sebagai arsip kegiatan penyuluhan.

  6. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas konten.

  7. Mengintegrasikan konten digital dengan kegiatan penyuluhan tatap muka.

XII. PENUTUP

Kegiatan pembuatan konten digital penyuluhan agama Katolik selama bulan Agustus 2026 merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

Melalui pemanfaatan media digital, pesan-pesan iman dapat disampaikan secara lebih luas, kreatif, dan kontekstual. Konten yang dihasilkan diharapkan tidak sekadar menjadi informasi keagamaan, tetapi mampu menjadi sarana refleksi, penguatan iman, pembentukan karakter, serta dorongan bagi umat untuk mewujudkan kasih dalam kehidupan nyata.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk adaptasi Penyuluh Agama Katolik terhadap perkembangan teknologi komunikasi, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai iman Katolik, moderasi beragama, persaudaraan, toleransi, dan semangat membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan damai.

Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan dokumentasi kinerja Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul selama bulan Agustus 2026.

Bantul, 31 Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.


Selasa, 01 September 2026

Dialog antar Umat lewat Pertemuan RT

 


Kegiatan pertemuan RT sebagai salah satu bentuk dialog sosial kemasyarakatan bagi Penyuluh Agama Katolik, terutama dalam membangun komunikasi, kerukunan, kepedulian, dan moderasi beragama di lingkungan tempat tinggal.

Kegiatan Pertemuan RT sebagai Sarana Dialog bagi Penyuluh Agama Katolik

LAPORAN KEGIATAN

PERTEMUAN RT SEBAGAI SARANA DIALOG DAN PEMBINAAN KERUKUNAN MASYARAKAT

A. Nama Kegiatan

Pertemuan Rukun Tetangga (RT) sebagai Sarana Dialog Kemasyarakatan, Kerukunan dan Moderasi Beragama

B. Latar Belakang

Pertemuan RT merupakan salah satu wadah komunikasi dan interaksi sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Forum ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi dan koordinasi kegiatan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi ruang dialog untuk membangun kepedulian, persaudaraan, toleransi dan kerukunan antarwarga.

Sebagai Penyuluh Agama Katolik, keterlibatan dalam kegiatan kemasyarakatan seperti pertemuan RT merupakan bagian dari upaya menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial secara nyata. Melalui dialog yang terbuka dan suasana kekeluargaan, Penyuluh dapat membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memahami berbagai persoalan dan kebutuhan warga.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan semangat moderasi beragama, yaitu membangun kehidupan beragama yang saling menghormati, menghargai perbedaan, menghindari sikap eksklusif, serta bersama-sama menjaga persatuan dan kerukunan masyarakat.

C. Maksud dan Tujuan

Kegiatan pertemuan RT dilaksanakan dengan tujuan:

  1. Membangun komunikasi dan hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

  2. Meningkatkan kepedulian terhadap kehidupan sosial di lingkungan sekitar.

  3. Menumbuhkan sikap saling menghormati antarwarga yang berbeda latar belakang.

  4. Membangun dialog dan kerja sama dalam menyelesaikan persoalan kemasyarakatan.

  5. Menguatkan nilai toleransi dan moderasi beragama.

  6. Mewujudkan lingkungan masyarakat yang aman, damai dan guyub.

  7. Menghadirkan nilai-nilai kasih, persaudaraan dan kepedulian Kristiani dalam kehidupan bermasyarakat.

D. Bentuk Kegiatan

Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk:

  • Pertemuan dan dialog warga.

  • Penyampaian informasi lingkungan.

  • Diskusi mengenai persoalan dan kebutuhan masyarakat.

  • Koordinasi kegiatan sosial kemasyarakatan.

  • Pembahasan keamanan dan ketertiban lingkungan.

  • Penguatan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

  • Dialog mengenai toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

  • Perencanaan kegiatan gotong royong dan kegiatan sosial lainnya.

E. Peran Penyuluh Agama Katolik

Dalam kegiatan pertemuan RT, Penyuluh Agama Katolik berperan sebagai:

  1. Peserta dialog, dengan ikut mendengarkan dan memahami aspirasi warga.

  2. Jembatan komunikasi, dengan membangun hubungan yang baik antara umat dan masyarakat sekitar.

  3. Penggerak kerukunan, dengan mendorong sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.

  4. Pemberi penguatan nilai keagamaan, terutama nilai kasih, persaudaraan, kepedulian dan perdamaian.

  5. Teladan dalam kehidupan bermasyarakat, melalui sikap terbuka, ramah, menghargai perbedaan dan aktif dalam kegiatan sosial.

  6. Mitra masyarakat, dalam membangun lingkungan yang harmonis dan peduli terhadap sesama.

F. Materi Dialog

Materi yang dapat dikembangkan dalam forum RT antara lain:

1. Persaudaraan dalam keberagaman

Perbedaan agama, suku, budaya dan latar belakang hendaknya menjadi kekayaan masyarakat yang perlu dirawat bersama.

2. Moderasi beragama
Setiap warga memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya dengan tetap menghormati hak dan keyakinan orang lain.

3. Kepedulian sosial
Masyarakat diajak untuk memperhatikan warga yang sedang mengalami kesulitan, sakit, berduka atau membutuhkan bantuan.

4. Gotong royong
Semangat gotong royong menjadi wujud nyata persaudaraan dan kepedulian dalam kehidupan masyarakat.

5. Menjaga kerukunan
Kerukunan dibangun melalui komunikasi yang baik, keterbukaan, saling menghargai dan menghindari prasangka.

G. Nilai-Nilai Kristiani yang Dihadirkan

Keterlibatan Penyuluh dalam pertemuan RT menjadi kesempatan untuk menghidupi nilai-nilai Injil, antara lain:

  • Kasih kepada sesama.

  • Persaudaraan.

  • Pengampunan.

  • Kepedulian.

  • Kerendahan hati.

  • Perdamaian.

  • Pelayanan.

  • Menghargai martabat setiap manusia.

Prinsip yang dapat menjadi pegangan adalah:

“Hendaklah kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu.”

Kasih Kristiani tidak berhenti pada kehidupan internal umat, tetapi diwujudkan dalam hubungan yang baik dengan seluruh masyarakat.

H. Hasil yang Dicapai

Melalui keterlibatan dalam pertemuan RT, diperoleh beberapa hasil:

  1. Terjalinnya komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat.

  2. Meningkatnya hubungan kekeluargaan antarwarga.

  3. Terbangunnya ruang dialog yang terbuka dan konstruktif.

  4. Meningkatnya kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan.

  5. Tumbuhnya kesadaran untuk menjaga kerukunan dan toleransi.

  6. Terbangunnya kerja sama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

  7. Semakin dikenalnya peran Penyuluh Agama Katolik sebagai bagian dari masyarakat.


I. Dampak terhadap Pelaksanaan Tugas Penyuluh

Kegiatan pertemuan RT memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik, khususnya dalam aspek:

  • Dialog lintas masyarakat dan lintas agama.

  • Penguatan moderasi beragama.

  • Pembinaan kerukunan umat beragama.

  • Pemberdayaan masyarakat.

  • Peningkatan kepedulian sosial.

  • Pencegahan potensi konflik melalui komunikasi dan dialog.

  • Penguatan wawasan kebangsaan.

Forum RT menjadi ruang strategis bagi Penyuluh untuk tidak hanya memberikan penyuluhan secara formal, tetapi juga hadir, mendengarkan, memahami dan membangun relasi dengan masyarakat.

J. Tindak Lanjut

Sebagai tindak lanjut, Penyuluh Agama Katolik akan:

  1. Terus berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan di lingkungan.

  2. Membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan tokoh masyarakat dan warga.

  3. Mendorong kegiatan sosial yang melibatkan seluruh warga.

  4. Mengembangkan dialog mengenai kerukunan dan moderasi beragama.

  5. Menjadi penghubung dalam membangun komunikasi yang harmonis antarwarga.

  6. Mengintegrasikan pengalaman dialog kemasyarakatan ke dalam materi penyuluhan.

K. Kesimpulan

Pertemuan RT merupakan sarana dialog yang sederhana namun strategis bagi Penyuluh Agama Katolik untuk hadir di tengah masyarakat. Melalui forum tersebut, Penyuluh dapat mendengarkan aspirasi warga, memahami persoalan sosial, membangun komunikasi serta ikut menjaga kerukunan.

Keterlibatan dalam kegiatan RT menunjukkan bahwa tugas Penyuluh Agama Katolik tidak hanya dilaksanakan di ruang-ruang pembinaan umat, tetapi juga melalui kehadiran nyata dalam kehidupan masyarakat.

Dengan semangat kasih, persaudaraan dan pelayanan, Penyuluh diharapkan mampu menjadi jembatan dialog, penggerak kerukunan dan pembawa damai di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Bantul.

Rekapitulasi Kelompok Binaan

 

PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan penyertaan-Nya, sehingga Rekapitulasi Kelompok Binaan Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul Tahun 2026 dapat disusun dengan baik.

Rekapitulasi ini merupakan bagian dari administrasi dan dokumentasi pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pelayanan, bimbingan, pendampingan, dan penyuluhan keagamaan kepada umat di wilayah Kabupaten Bantul. Penyusunan rekapitulasi kelompok binaan dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai sasaran pelayanan penyuluhan berdasarkan kelompok usia, kondisi sosial, serta bentuk pembinaan yang dilaksanakan.

Kelompok binaan yang didampingi meliputi anak-anak, remaja, pelajar, orang dewasa, keluarga, lansia, kelompok pelayanan, serta warga binaan dan kelompok masyarakat lainnya. Pembinaan dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, antara lain penyuluhan agama, pendalaman Kitab Suci, pembinaan iman, doa bersama, pendampingan rohani, penguatan karakter, serta pembinaan nilai persaudaraan, toleransi, moderasi beragama dan wawasan kebangsaan.

Rekapitulasi ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi, perencanaan, pemantauan dan pengembangan pelayanan penyuluhan agama Katolik agar semakin terarah, efektif, kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan umat.

Selain itu, data kelompok binaan ini menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik serta dapat mendukung penyusunan SKP, laporan kinerja, Rencana Kerja, dan dokumentasi kegiatan penyuluhan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

Semoga pelayanan penyuluhan yang dilaksanakan dapat semakin memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat serta turut mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, toleran, moderat, beriman dan berwawasan kebangsaan.

REKAPITULASI KELOMPOK BINAAN

Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul – Tahun 2026

No.Kelompok BinaanSasaran BinaanBentuk KegiatanFrekuensi/WaktuMateri Pokok
1Bina Iman Remaja PandakRemaja KatolikPenyuluhan & pendalaman imanSenin, 12.30–15.15Iman, karakter, Kitab Suci, kehidupan remaja
2Remaja Katolik ImogiriRemaja KatolikPembinaan imanSelasa, 13.00–15.00Iman Katolik, Kitab Suci, moral dan kehidupan sosial
3Remaja Katolik Panti Asuhan Bina PutraRemajaBina iman & pendampinganSelasa, 16.30–18.15Iman, karakter, doa dan kepedulian sosial
4Warga Rutan PajanganWarga binaanPenyuluhan & pendampingan rohaniKamis, 10.00–12.00Pertobatan, pengharapan, pengampunan dan pembinaan karakter
5Paguyuban Waton GunaUmat KatolikPendalaman iman & pelayananSenin, 18.00–21.00Kitab Suci, iman, persaudaraan dan pelayanan
6Lingkungan Gabriel – Paroki PringgolayanUmat lingkunganDoa lingkungan & pendalaman imanJumat malam, bergilirKitab Suci, doa, iman dan kehidupan umat
7Legio Maria – Paroki PringgolayanAnggota Legio MariaPembinaan rohaniKamis, 08.00–10.00Spiritualitas Maria, doa dan pelayanan
8Lansia PringgolayanLansia KatolikPendampingan imanSabtu, 08.00–10.00Doa, syukur, penguatan iman dan kehidupan lansia
9PIA PringgolayanAnak-anak KatolikBina iman anakSesuai jadwal kegiatanKitab Suci, doa, karakter dan pengenalan iman
10Siswa Katolik PandakPelajarPenyuluhan agamaSesuai jadwalPendidikan iman, karakter dan wawasan kebangsaan
11SMK Kesehatan BantulSiswa KatolikPendidikan Agama KatolikSesuai jadwal sekolahIman Katolik, moral, karakter dan kehidupan sosial
12SMA ImogiriSiswa KatolikPembinaan imanSesuai jadwalKitab Suci, iman, moral dan karakter
13Anak SD Negeri BantulAnak KatolikBina imanSesuai jadwalPengenalan iman, doa dan Kitab Suci
14Anak SDN Karanggayam & Cepokojajar PiyunganAnak KatolikBina imanSesuai jadwalKitab Suci, doa dan pendidikan karakter
15Anak TK PembinaAnak usia diniPengenalan imanSesuai jadwalDoa, kasih Tuhan, keluarga dan ciptaan
16Bapak-Bapak Santo YusufOrang dewasaPendalaman imanSesuai jadwalKeluarga, tanggung jawab dan kehidupan iman
17Kelompok PAMJAUmat KatolikPembinaan dan pendalaman imanSesuai jadwalKitab Suci dan kehidupan menggereja
18Kelompok Kitab Suci BambanglipuraUmat KatolikPendalaman Kitab SuciSesuai jadwalKitab Suci dan penerapannya dalam kehidupan
19Kelompok PeKa Pelayanan KamisUmat/kelompok pelayananPelayanan dan pembinaanKamisPelayanan, kepedulian dan kasih Kristiani
20Panti Sosial Orang Tua TerlantarLansia/penerima layanan sosialPendampingan rohaniSesuai jadwalPenguatan iman, penghiburan dan pengharapan
21Kelompok Senam MentesMasyarakat/umatPembinaan dan kebersamaanSesuai jadwalKesehatan, persaudaraan dan nilai kehidupan
22Pendampingan Mantan Napi – AbiprayaWarga binaan/pasca pembinaanPendampingan rohaniSesuai kebutuhanPemulihan, pengharapan, penerimaan diri dan kehidupan baru
23Pendalaman Iman ASN, TNI, POLRI, BUMN/BUMD & Keluarga Kristiani BantulKeluarga KristianiPendalaman imanRabu & Minggu IIIIman, keluarga, pelayanan dan kerukunan
24Misa Pelajar PugeranPelajar KatolikPembinaan iman & liturgiJumat IIEkaristi, Kitab Suci dan kehidupan pelajar

REKAPITULASI BERDASARKAN SASARAN

No.SasaranJumlah Kelompok
1Anak-anak4
2Remaja/Pelajar6
3Dewasa/Keluarga7
4Lansia2
5Warga binaan/pasca pembinaan2
6Kelompok pelayanan/organisasi3
JumlahKelompok binaan teridentifikasi24

Capaian Kinerja Penyuluh

Rekapitulasi tersebut menunjukkan bahwa pelayanan Penyuluh Agama Katolik mencakup berbagai kelompok usia dan kondisi sosial, mulai dari anak-anak, remaja, pelajar, keluarga, orang dewasa, lansia hingga warga binaan. Pendampingan dilakukan melalui penyuluhan, pembinaan iman, pendalaman Kitab Suci, doa, pendampingan rohani, penguatan karakter, serta pengembangan nilai moderasi beragama dan kerukunan umat beragama.

KATA PENUTUP

Demikian Rekapitulasi Kelompok Binaan Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul Tahun 2026 ini disusun sebagai bagian dari dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas pelayanan penyuluhan agama Katolik.

Rekapitulasi ini menunjukkan bahwa pelayanan Penyuluh Agama Katolik mencakup berbagai kelompok dan jenjang kehidupan, mulai dari anak-anak, remaja, pelajar, keluarga, orang dewasa, lansia, kelompok pelayanan hingga warga binaan. Keberagaman sasaran binaan tersebut menjadi kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk menghadirkan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan dan situasi masing-masing kelompok.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan umat semakin bertumbuh dalam iman, memiliki kepedulian terhadap sesama, mampu membangun persaudaraan, serta semakin aktif menghadirkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan keluarga, Gereja dan masyarakat.

Rekapitulasi ini juga diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masa yang akan datang. Data dan informasi yang tercantum akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan kelompok binaan dan pelaksanaan kegiatan penyuluhan.

Akhirnya, semoga seluruh karya pelayanan Penyuluh Agama Katolik senantiasa mendapat penyertaan dan berkat Tuhan, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun umat Katolik yang semakin dewasa dalam iman, peduli terhadap sesama, serta mampu menjadi pembawa damai dan kerukunan di tengah masyarakat Kabupaten Bantul.

Penyuluh Agama Katolik
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.

 

 

WFH BULAN AGUSTUS 2026

 

Laporan Kinerja SKP Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul, pada uraian hasil kerja, kuantitas, kualitas, waktu, dan bukti dukung.

LAPORAN KINERJA SKP

PENYULUH AGAMA KATOLIK KABUPATEN BANTUL

KEGIATAN WORK FROM HOME (WFH)

BULAN AGUSTUS 2026

Nama: Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.
Jabatan: Penyuluh Agama Katolik
Unit Kerja: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul
Periode Pelaporan: Agustus 2026
Jenis Kegiatan: Work From Home (WFH)
Hari Pelaksanaan: Setiap Hari Jumat


A. RINGKASAN KINERJA

Selama bulan Agustus 2026, Penyuluh Agama Katolik melaksanakan kegiatan kedinasan melalui Work From Home (WFH) setiap hari Jumat. Kegiatan diarahkan pada penyusunan dan pengembangan materi penyuluhan agama Katolik, evaluasi kegiatan kelompok binaan, penyusunan administrasi penyuluhan, serta persiapan program pembinaan umat untuk bulan berikutnya.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi Penyuluh Agama Katolik dalam memberikan pelayanan, bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat serta mendukung terwujudnya kehidupan umat yang beriman, rukun, toleran, moderat dan peduli terhadap sesama.


B. RINCIAN CAPAIAN KINERJA

No.TanggalUraian Kegiatan/KinerjaOutput/Hasil KerjaKuantitasKualitasWaktu
17 Agustus 2026Menyusun dan mengembangkan materi penyuluhan agama KatolikMateri penyuluhan dan bahan pendalaman iman1 paketBaik1 hari
214 Agustus 2026Menyusun materi pembinaan iman dan nilai kebangsaan dalam rangka HUT Kemerdekaan RIMateri iman, cinta tanah air, persaudaraan dan kerukunan1 paketBaik1 hari
321 Agustus 2026Melaksanakan evaluasi kegiatan penyuluhan dan penataan administrasi kelompok binaanCatatan evaluasi, administrasi dan rencana tindak lanjut1 dokumenBaik1 hari
428 Agustus 2026Menyusun bahan penyuluhan dan persiapan program pembinaan bulan SeptemberMateri dan rancangan program penyuluhan1 paketBaik1 hari

C. URAIAN HASIL KERJA

1. Penyusunan Materi Penyuluhan Agama Katolik

Tanggal: Jumat, 7 Agustus 2026

Kegiatan dilaksanakan dengan menyusun dan mengembangkan materi penyuluhan agama Katolik yang sesuai dengan kebutuhan umat dan kelompok binaan.

Materi disusun dengan memperhatikan nilai-nilai Kitab Suci, ajaran Gereja Katolik, pembinaan iman, kehidupan keluarga, kepedulian sosial serta kehidupan bermasyarakat.

Hasil kerja:

  • Tersusun bahan penyuluhan agama Katolik.

  • Tersusun bahan pendalaman iman.

  • Tersedia bahan refleksi dan pertanyaan pendalaman.

  • Materi dapat digunakan dalam kegiatan penyuluhan kelompok binaan.


2. Penyusunan Materi Iman dan Kebangsaan

Tanggal: Jumat, 14 Agustus 2026

Kegiatan difokuskan pada penyusunan materi yang menghubungkan nilai-nilai iman Katolik dengan semangat kebangsaan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Materi diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran umat bahwa kehidupan beriman tidak terpisahkan dari tanggung jawab sebagai warga negara.

Hasil kerja:

  • Tersusun materi tentang iman dan cinta tanah air.

  • Tersusun bahan refleksi tentang kemerdekaan.

  • Tersusun materi tentang persaudaraan dan kerukunan.

  • Tersedia bahan penyuluhan yang dapat diterapkan dalam kehidupan umat.


3. Evaluasi Kegiatan Penyuluhan dan Administrasi

Tanggal: Jumat, 21 Agustus 2026

Dilaksanakan evaluasi terhadap kegiatan penyuluhan dan pembinaan umat yang telah berlangsung. Evaluasi mencakup perkembangan kelompok binaan, kebutuhan materi, pelaksanaan kegiatan serta administrasi dan dokumentasi penyuluhan.

Hasil kerja:

  • Tersusun catatan evaluasi kegiatan.

  • Terinventarisasi kegiatan kelompok binaan.

  • Tertata administrasi kegiatan penyuluhan.

  • Tersusun bahan tindak lanjut pembinaan umat.


4. Penyusunan Materi dan Persiapan Program September 2026

Tanggal: Jumat, 28 Agustus 2026

Kegiatan diarahkan pada persiapan pelaksanaan penyuluhan untuk bulan September 2026. Materi dikembangkan berdasarkan kebutuhan kelompok binaan dan tema-tema pembinaan iman yang relevan.

Hasil kerja:

  • Tersusun rancangan materi penyuluhan September 2026.

  • Tersusun tema-tema pembinaan iman.

  • Tersusun rencana tindak lanjut kegiatan.

  • Tersedia bahan pendukung pelayanan penyuluhan.


D. CAPAIAN OUTPUT KINERJA

Berdasarkan kegiatan yang telah dilaksanakan, capaian output kinerja bulan Agustus 2026 meliputi:

  1. 4 kali pelaksanaan kegiatan WFH kedinasan.

  2. 4 paket kegiatan/bahan kerja penyuluhan yang dihasilkan.

  3. Tersusunnya materi penyuluhan agama Katolik.

  4. Tersusunnya materi pembinaan iman dan kebangsaan.

  5. Terlaksananya evaluasi kegiatan kelompok binaan.

  6. Tertatanya administrasi dan dokumentasi kegiatan penyuluhan.

  7. Tersusunnya rencana tindak lanjut kegiatan penyuluhan.

  8. Tersedianya bahan penyuluhan untuk pelaksanaan program bulan September 2026.


E. KONTRIBUSI TERHADAP SASARAN KINERJA

Pelaksanaan kegiatan WFH memberikan kontribusi terhadap sasaran kinerja Penyuluh Agama Katolik, khususnya:

1. Peningkatan kualitas layanan penyuluhan

Materi yang disusun menjadi bahan pendukung dalam memberikan penyuluhan yang lebih terarah, kontekstual dan sesuai kebutuhan umat.

2. Penguatan kehidupan keagamaan umat

Materi pendalaman iman membantu umat semakin memahami dan menghayati iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari.

3. Penguatan moderasi beragama

Materi penyuluhan diarahkan untuk menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati, persaudaraan dan kerukunan.

4. Penguatan wawasan kebangsaan

Pembinaan iman diintegrasikan dengan nilai cinta tanah air, persatuan, kepedulian sosial dan tanggung jawab sebagai warga negara.

5. Peningkatan administrasi dan akuntabilitas

Dokumentasi dan evaluasi kegiatan mendukung tertib administrasi serta pertanggungjawaban pelaksanaan tugas Penyuluh Agama Katolik.


F. EVALUASI KINERJA

Pelaksanaan WFH pada bulan Agustus 2026 secara umum berjalan dengan baik. Kegiatan dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana dan menghasilkan bahan kerja yang mendukung pelaksanaan tugas penyuluhan.

Evaluasi yang dilakukan menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas materi, metode penyuluhan dan pendampingan kelompok binaan pada periode berikutnya.


G. TINDAK LANJUT

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan WFH, dilakukan:

  1. Menggunakan materi yang telah disusun dalam kegiatan penyuluhan.

  2. Melanjutkan pendampingan terhadap kelompok binaan.

  3. Melakukan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan kelompok binaan.

  4. Mengembangkan materi penyuluhan yang lebih kontekstual.

  5. Meningkatkan dokumentasi kegiatan penyuluhan.

  6. Menyusun program penyuluhan bulan September 2026.

  7. Mengintegrasikan nilai keagamaan dengan penguatan kerukunan dan moderasi beragama.


H. BUKTI DUKUNG

Bukti dukung yang dapat dilampirkan dalam laporan SKP antara lain:

  1. Materi penyuluhan agama Katolik.

  2. Materi pembinaan iman.

  3. Materi iman dan kebangsaan.

  4. Dokumen evaluasi kegiatan kelompok binaan.

  5. Rencana tindak lanjut penyuluhan.

  6. Dokumentasi penyusunan materi.

  7. Daftar kegiatan kelompok binaan.

  8. Laporan kegiatan penyuluhan.

  9. Rencana program penyuluhan bulan September 2026.

  10. Dokumentasi komunikasi/koordinasi kedinasan apabila tersedia.


I. KESIMPULAN

Pelaksanaan Work From Home (WFH) setiap hari Jumat selama bulan Agustus 2026 telah mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Penyuluh Agama Katolik Kabupaten Bantul.

Kegiatan menghasilkan berbagai bahan kerja berupa materi penyuluhan, bahan pembinaan iman, materi wawasan kebangsaan, evaluasi kegiatan, administrasi kelompok binaan serta rencana tindak lanjut.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan Penyuluh Agama Katolik dalam mendampingi umat serta berkontribusi terhadap terciptanya kehidupan masyarakat yang religius, rukun, toleran, moderat, harmonis dan berwawasan kebangsaan.


Bantul, 31 Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, S.S.

November Materi Orang Kudus

 

MATERI PENYULUHAN AGAMA KATOLIK

BULAN NOVEMBER 2026

Tema Umum: “Hidup dalam Kekudusan, Mengenang Para Kudus, dan Berpengharapan akan Kehidupan Kekal”

1 November 2026 – Hari Raya Semua Orang Kudus

Tema: Dipanggil untuk Menjadi Kudus

Pokok Penyuluhan:
Gereja merayakan semua orang kudus sebagai teladan iman bagi umat. Kekudusan bukan hanya milik orang-orang yang hidup dalam biara atau menjadi tokoh besar Gereja, tetapi merupakan panggilan setiap orang Kristiani.

Pesan:
Menjadi kudus berarti berusaha menghadirkan kasih Allah melalui kehidupan sehari-hari: jujur, rendah hati, suka menolong, mengampuni dan setia dalam iman.

Refleksi:
“Apakah melalui perkataan dan perbuatanku, orang lain dapat merasakan kasih Tuhan?”


2 November 2026 – Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Tema: Mengenang Mereka dalam Doa dan Pengharapan

Pokok Penyuluhan:
Gereja mengajak umat mendoakan saudara-saudari yang telah meninggal. Doa bagi arwah merupakan ungkapan kasih dan iman akan kehidupan kekal.

Pesan:
Kematian bukan akhir dari segala-galanya. Kristus memberikan harapan akan kebangkitan dan kehidupan kekal.

Refleksi:
Mengenang orang yang telah meninggal hendaknya mendorong kita untuk semakin menghargai kehidupan dan menggunakan waktu dengan baik.


3 November

Tema: Menjadi Saksi Kristus dalam Kehidupan Sehari-hari

Pokok Penyuluhan:
Kesaksian iman tidak selalu dilakukan melalui kata-kata. Sikap jujur, peduli, sabar dan bertanggung jawab merupakan bentuk pewartaan iman.

Pesan:
Iman yang hidup terlihat melalui tindakan nyata.


4 November – Peringatan Santo Karolus Borromeus

Tema: Melayani Gereja dengan Ketulusan

Pokok Penyuluhan:
Santo Karolus Borromeus dikenal sebagai gembala Gereja yang tekun melakukan pembaruan dan pelayanan umat.

Pesan:
Pelayanan membutuhkan ketulusan, tanggung jawab dan keberanian untuk melakukan kebaikan.


5 November

Tema: Menggunakan Talenta untuk Kemuliaan Tuhan

Pokok Penyuluhan:
Setiap orang memiliki kemampuan dan kesempatan yang berbeda. Talenta bukan untuk dibanggakan, melainkan dikembangkan dan digunakan untuk kebaikan bersama.

Refleksi:
“Talenta apa yang dapat saya gunakan untuk melayani Tuhan dan sesama?”


6 November

Tema: Kasih sebagai Dasar Pelayanan

Pokok Penyuluhan:
Pelayanan tanpa kasih mudah berubah menjadi rutinitas. Kristus mengajarkan bahwa setiap pelayanan hendaknya lahir dari kasih.

Pesan:
Melayani bukan mencari penghargaan, tetapi memberikan diri demi kebaikan sesama.


7 November

Tema: Setia dalam Perkara Kecil

Pokok Penyuluhan:
Kesetiaan dibangun melalui hal-hal sederhana: menepati janji, disiplin, bertanggung jawab dan menghargai orang lain.

Pesan:
Kebaikan besar sering dimulai dari kesetiaan dalam perkara kecil.


8 November – Hari Minggu

Tema: Menjadi Terang bagi Sesama

Pokok Penyuluhan:
Orang Kristiani dipanggil menjadi terang di tengah keluarga, sekolah, tempat kerja dan masyarakat.

Pesan:
Jangan hanya menunggu perubahan dari orang lain. Mulailah menjadi pembawa kebaikan dari diri sendiri.


9 November – Pesta Pemberkatan Basilika Lateran

Tema: Gereja sebagai Rumah Allah dan Komunitas Umat Beriman

Pokok Penyuluhan:
Gereja bukan hanya bangunan, tetapi terutama komunitas umat yang berkumpul dalam iman kepada Kristus.

Pesan:
Marilah menjaga Gereja sebagai tempat doa sekaligus membangun persaudaraan di antara umat.


10 November

Tema: Iman yang Tangguh di Tengah Tantangan

Pokok Penyuluhan:
Kehidupan menghadirkan berbagai tantangan. Iman membantu manusia tetap memiliki arah, harapan dan keberanian.

Pesan:
Jangan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Sertakan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.


11 November – Peringatan Santo Martinus dari Tours

Tema: Berbagi dengan Mereka yang Membutuhkan

Pokok Penyuluhan:
Santo Martinus menjadi teladan kemurahan hati dan kepedulian terhadap sesama.

Pesan:
Kekayaan yang kita miliki menjadi bermakna ketika dapat dibagikan untuk membantu sesama.


12 November

Tema: Membangun Persaudaraan

Pokok Penyuluhan:
Perbedaan bukan alasan untuk bermusuhan. Sebagai warga masyarakat, umat Katolik dipanggil membangun persaudaraan, toleransi dan kerukunan.

Pesan:
Berbeda pilihan dan latar belakang tidak menghalangi kita untuk saling menghormati.


13 November

Tema: Mengampuni dengan Tulus

Pokok Penyuluhan:
Pengampunan merupakan kekuatan yang membebaskan hati dari kebencian dan membuka jalan menuju perdamaian.

Refleksi:
Adakah seseorang yang perlu saya ampuni atau saya ajak berdamai?


14 November

Tema: Keluarga sebagai Sekolah Kasih

Pokok Penyuluhan:
Keluarga adalah tempat pertama seseorang belajar mencintai, mengampuni, berbagi dan bertanggung jawab.

Pesan:
Keluarga yang dibangun dengan doa dan kasih akan menjadi sumber kekuatan bagi setiap anggotanya.


15 November – Hari Minggu

Tema: Bertanggung Jawab atas Talenta yang Tuhan Berikan

Pokok Penyuluhan:
Tuhan mempercayakan berbagai kemampuan kepada setiap manusia. Talenta perlu dikembangkan dan dipergunakan secara bertanggung jawab.

Pesan:
Jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk berbuat baik.


16 November

Tema: Menjadi Pribadi yang Rendah Hati

Pokok Penyuluhan:
Kerendahan hati bukan berarti merendahkan diri, tetapi menyadari bahwa semua yang kita miliki merupakan anugerah Tuhan.

Pesan:
Orang yang rendah hati mampu menghargai orang lain dan terbuka untuk belajar.


17 November

Tema: Doa sebagai Kekuatan Hidup

Pokok Penyuluhan:
Doa bukan hanya permohonan, tetapi juga komunikasi dengan Tuhan, ungkapan syukur, penyerahan diri dan pencarian kehendak Allah.

Pesan:
Jadikan doa sebagai kebiasaan, bukan hanya ketika mengalami kesulitan.


18 November

Tema: Menjadi Pembawa Damai

Pokok Penyuluhan:
Umat Katolik dipanggil menjadi pembawa damai di tengah keluarga dan masyarakat.

Pesan:
Mulailah perdamaian dari hal sederhana: berbicara dengan sopan, tidak menyebarkan fitnah dan mau mendengarkan orang lain.


19 November

Tema: Iman yang Menghasilkan Perbuatan Nyata

Pokok Penyuluhan:
Iman tidak cukup hanya diucapkan. Iman harus diwujudkan melalui kepedulian, pelayanan dan perbuatan kasih.

Pesan:
“Iman yang hidup menghasilkan buah dalam kehidupan.”


20 November

Tema: Menjadi Pribadi yang Bertanggung Jawab

Pokok Penyuluhan:
Tanggung jawab merupakan bagian penting dari kedewasaan iman.

Pesan:
Melaksanakan tugas dengan sungguh-sungguh adalah salah satu bentuk kesetiaan kepada Tuhan.


21 November – Peringatan Santa Perawan Maria Dipersembahkan kepada Allah

Tema: Belajar dari Ketaatan Maria

Pokok Penyuluhan:
Maria menjadi teladan dalam keterbukaan terhadap kehendak Allah.

Pesan:
Belajar mengatakan “ya” terhadap kebaikan dan kehendak Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.


22 November – Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam

Tema: “Kristus Raja yang Melayani”

Pokok Penyuluhan:
Kristus menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan tentang kekuasaan, melainkan pelayanan dan kasih.

Pesan:
Setiap orang yang dipercaya menjadi pemimpin hendaknya menggunakan tanggung jawabnya untuk melayani, bukan mencari keuntungan pribadi.

Refleksi:
“Apakah saya menggunakan kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk melayani sesama?”


23 November

Tema: Menjadi Pelayan yang Setia

Pokok Penyuluhan:
Setelah merayakan Kristus sebagai Raja, umat diajak menyadari bahwa mengikuti Kristus berarti siap melayani.

Pesan:
Kebesaran seorang Kristiani terlihat dari kesediaannya melayani.


24 November – Peringatan Santo Andreas Dũng-Lạc dan Para Martir Vietnam

Tema: Setia kepada Iman dalam Situasi Sulit

Pokok Penyuluhan:
Para martir menjadi teladan keteguhan iman dan keberanian mempertahankan kesetiaan kepada Kristus.

Pesan:
Iman perlu dipelihara dengan tekun, terutama ketika menghadapi tantangan.


25 November

Tema: Bersyukur atas Penyertaan Tuhan

Pokok Penyuluhan:
Bersyukur membantu kita melihat kebaikan Tuhan dalam berbagai keadaan.

Pesan:
Jangan hanya menghitung kekurangan; belajarlah mengenali berkat Tuhan setiap hari.


26 November

Tema: Menjadi Umat yang Peduli Lingkungan dan Sesama

Pokok Penyuluhan:
Merawat lingkungan dan membantu sesama merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai ciptaan Allah.

Pesan:
Iman diwujudkan melalui kepedulian terhadap kehidupan dan lingkungan sekitar.


27 November

Tema: Mempersiapkan Hati Menyambut Tuhan

Pokok Penyuluhan:
Menjelang masa Adven, umat diajak mempersiapkan hati melalui pertobatan, doa, pengampunan dan perbuatan kasih.

Pesan:
Persiapan menyambut Tuhan bukan hanya persiapan lahiriah, tetapi terutama pembaruan hati.


28 November

Tema: Berjaga-jaga dan Setia dalam Iman

Pokok Penyuluhan:
Kehidupan iman membutuhkan kewaspadaan dan kesetiaan. Jangan sampai kesibukan membuat kita melupakan Tuhan.

Pesan:
Tetaplah berdoa, berbuat baik dan setia menjalankan tanggung jawab.


29 November – Minggu Adven I

Tema: “Berjaga-jagalah dan Bersiaplah”

Pokok Penyuluhan:
Adven merupakan masa penantian dan persiapan menyambut kedatangan Tuhan. Umat diajak memperbarui kehidupan melalui pertobatan dan pengharapan.

Pesan:
Menantikan Tuhan berarti mempersiapkan hati untuk hidup dalam kasih.

Refleksi:
“Apa yang perlu saya perbarui dalam hidup agar semakin dekat dengan Tuhan?”


30 November – Pesta Santo Andreas Rasul

Tema: Berani Menjawab Panggilan Tuhan

Pokok Penyuluhan:
Santo Andreas menjadi teladan seorang murid yang mengikuti panggilan Kristus dan memperkenalkan Kristus kepada orang lain.

Pesan:
Setiap orang memiliki panggilan untuk menjadi saksi Kristus melalui kehidupan sehari-hari.


TEMA MINGGUAN NOVEMBER 2026

MingguTema Utama
1–7 NovemberKekudusan dan Pengharapan akan Kehidupan Kekal
8–14 NovemberMenjadi Terang dan Pembawa Kasih bagi Sesama
15–21 NovemberKesetiaan, Doa, dan Tanggung Jawab dalam Iman
22–28 NovemberKristus Raja: Dipanggil untuk Melayani
29–30 NovemberMasa Adven: Menantikan Tuhan dengan Penuh Harapan

PENUTUP

Bulan November mengajak umat Katolik untuk melihat kehidupan dalam terang iman: mengenang para kudus, mendoakan arwah orang beriman, meneladan Kristus sebagai Raja yang melayani, serta memasuki Masa Adven dengan hati yang diperbarui.

Sebagai umat Katolik, kita dipanggil untuk menghadirkan iman melalui doa, pelayanan, persaudaraan, kepedulian dan kesetiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Tema besar penyuluhan bulan November 2026:

“Meneladan Para Kudus, Menghidupi Iman, Melayani Sesama, dan Menantikan Kristus dengan Penuh Pengharapan.”

MATERI BULAN OKTOBER 2026

Materi Penyuluhan Agama Katolik untuk bulan Oktober 2026, dengan fokus pada Santo-Santa, perayaan penting Gereja, dan spiritualitas Rosario. Oktober sangat tepat dijadikan bulan pembinaan iman karena Gereja secara khusus mengajak umat untuk semakin mencintai Doa Rosario, Bunda Maria, Kitab Suci, misi, dan semangat pewartaan Injil.

MATERI PENYULUHAN AGAMA KATOLIK

BULAN OKTOBER 2026

“Bersama Maria, Berdoa, Beriman, dan Menjadi Saksi Kristus”

A. Pengantar

Bulan Oktober dikenal luas sebagai Bulan Rosario dalam kehidupan devosional Gereja Katolik. Doa Rosario mengajak umat merenungkan misteri kehidupan Yesus Kristus bersama Bunda Maria.

Selain itu, pada bulan Oktober Gereja memperingati sejumlah santo dan santa yang memberikan teladan luar biasa dalam kehidupan iman. Ada yang menjadi imam, uskup, biarawan, misionaris, martir, maupun awam.

Melalui teladan mereka, umat diajak menyadari bahwa kekudusan bukan hanya milik para tokoh Gereja, tetapi merupakan panggilan setiap orang yang telah dibaptis.


B. MATERI HARIAN

📅 1 Oktober

Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus

Tema: “Melakukan Hal Kecil dengan Kasih yang Besar”

Santa Theresia dari Lisieux dikenal dengan “Jalan Kecil”, yaitu menjalani kehidupan sehari-hari dengan kasih, kerendahan hati, dan kepercayaan kepada Allah.

Teladan:

  • Melakukan tugas sederhana dengan kasih.

  • Tidak mencari pujian.

  • Percaya kepada penyelenggaraan Allah.

  • Mengasihi Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan:

“Kekudusan dapat dimulai dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan kasih yang besar.”


📅 2 Oktober

Para Malaikat Pelindung

Tema: “Allah Menyertai dan Melindungi Kita”

Gereja merayakan para Malaikat Pelindung sebagai tanda bahwa Allah senantiasa menyertai umat-Nya.

Pokok penyuluhan:

  • Allah tidak meninggalkan manusia.

  • Kita diajak bersyukur atas penyertaan Tuhan.

  • Jangan takut menghadapi kehidupan.

  • Percayalah kepada kasih dan perlindungan Allah.

Pesan:

“Dalam perjalanan hidup, kita tidak pernah benar-benar sendirian; Tuhan senantiasa menyertai.”


📅 4 Oktober

Santo Fransiskus dari Assisi

Tema: “Membangun Persaudaraan dan Merawat Ciptaan”

Santo Fransiskus dikenal karena kesederhanaan hidup, kasih kepada orang miskin, dan kecintaannya terhadap seluruh ciptaan.

Teladan:

  • Hidup sederhana.

  • Peduli kepada orang miskin.

  • Menghargai alam.

  • Membawa perdamaian.

  • Membangun persaudaraan.

Penerapan:

  • Tidak membuang sampah sembarangan.

  • Menghemat air dan energi.

  • Merawat lingkungan.

  • Berdamai dengan sesama.

Pesan:

“Mencintai Tuhan berarti juga menghargai ciptaan dan sesama.”


📅 5 Oktober

Santa Faustina Kowalska

Tema: “Percaya kepada Kerahiman Allah”

Santa Faustina dikenal karena spiritualitas Kerahiman Ilahi. Hidupnya mengajarkan pentingnya percaya kepada belas kasih Allah.

Pokok penyuluhan:

  • Allah selalu membuka jalan pertobatan.

  • Jangan kehilangan harapan.

  • Belajar mengampuni.

  • Menjadi pribadi yang berbelas kasih.

Pesan:

“Jangan pernah kehilangan harapan akan kerahiman Allah.”


📅 7 Oktober

Santa Perawan Maria, Ratu Rosario

Tema: “Kekuatan Doa Rosario”

Tanggal 7 Oktober merupakan Peringatan Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.

Rosario bukan sekadar pengulangan doa. Rosario merupakan doa untuk merenungkan kehidupan Yesus bersama Maria.

Manfaat membangun kebiasaan Rosario:

  • Membantu ketekunan dalam doa.

  • Mengarahkan hati kepada Kristus.

  • Membantu keluarga berdoa bersama.

  • Membawa ketenangan dan pengharapan.

  • Menumbuhkan kecintaan kepada Bunda Maria.

Ajakan:

Rosario 1× sehari – bersama keluarga atau secara pribadi.

Pesan:

“Dengan Rosario, kita belajar memandang kehidupan bersama Maria dan semakin dekat kepada Kristus.”


📅 15 Oktober

Santa Teresa dari Avila

Tema: “Doa Membawa Kita kepada Persahabatan dengan Tuhan”

Santa Teresa dari Avila adalah seorang mistikus dan pujangga Gereja yang sangat menekankan kehidupan doa.

Teladan:

  • Tekun berdoa.

  • Berani memperbaiki diri.

  • Mendalam dalam kehidupan rohani.

  • Mencari kehendak Tuhan.

Pesan:

“Doa bukan sekadar meminta sesuatu kepada Tuhan, tetapi membangun persahabatan dengan-Nya.”


📅 18 Oktober

Santo Lukas, Penginjil

Tema: “Mewartakan Kristus melalui Kata dan Perbuatan”

Santo Lukas adalah salah satu dari empat penginjil. Injil Lukas banyak menampilkan perhatian Yesus kepada orang miskin, orang berdosa, orang sakit, dan mereka yang tersingkir.

Teladan:

  • Mewartakan Injil.

  • Peduli kepada yang lemah.

  • Menyampaikan kabar keselamatan.

  • Menjadi saksi kasih Kristus.

Pesan:

“Pewartaan Injil bukan hanya tugas para imam; setiap orang Katolik dipanggil menjadi saksi Kristus.”


📅 22 Oktober

Santo Yohanes Paulus II

Tema: “Jangan Takut Membuka Hati bagi Kristus”

Santo Yohanes Paulus II dikenal sebagai Paus yang sangat kuat dalam mewartakan Kristus kepada dunia dan kaum muda.

Ia mendorong umat agar tidak takut mengikuti Kristus.

Teladan:

  • Keberanian dalam iman.

  • Perhatian kepada kaum muda.

  • Membela martabat manusia.

  • Membangun perdamaian.

Pesan:

“Bukalah hati bagi Kristus dan jangan takut menjadi saksi iman.”


📅 28 Oktober

Santo Simon dan Santo Yudas Tadeus

Tema: “Setia Menjadi Rasul Kristus”

Keduanya termasuk dalam kelompok Dua Belas Rasul.

Mereka menunjukkan bahwa menjadi murid Kristus berarti bersedia menerima tugas pewartaan dan tetap setia dalam pelayanan.

Teladan:

  • Kesetiaan.

  • Keberanian.

  • Persaudaraan.

  • Semangat pewartaan.

Pesan:

“Kristus memanggil kita bukan hanya untuk percaya, tetapi juga untuk menjadi saksi.”


C. TEMA KHUSUS OKTOBER: BULAN ROSARIO

Materi penyuluhan dapat dikembangkan menjadi empat tema mingguan:

Minggu I

“Maria Mengajarkan Kita Berdoa”

Fokus:

  • Makna doa Rosario.

  • Maria sebagai teladan doa.

  • Membiasakan doa pribadi.

Minggu II

“Rosario dalam Kehidupan Keluarga”

Fokus:

  • Doa keluarga.

  • Mengatasi kesibukan dengan doa.

  • Orang tua sebagai teladan iman.

Minggu III

“Merenungkan Kristus Bersama Maria”

Fokus:

  • Rosario sebagai doa Kristosentris.

  • Misteri Rosario.

  • Menghubungkan doa dengan kehidupan.

Minggu IV

“Dari Doa Menuju Pelayanan”

Fokus:

  • Doa menghasilkan tindakan.

  • Peduli kepada sesama.

  • Menjadi saksi Kristus di masyarakat.


D. NILAI-NILAI YANG DAPAT DIAMBIL

Tokoh/PerayaanNilai Utama
Santa Theresia dari Kanak-Kanak YesusKesederhanaan dan kasih
Malaikat PelindungPenyertaan Allah
Santo FransiskusPersaudaraan dan kepedulian lingkungan
Santa FaustinaKerahiman dan pengampunan
Maria, Ratu RosarioDoa dan permenungan
Santa Teresa dari AvilaKehidupan doa
Santo LukasPewartaan Injil
Santo Yohanes Paulus IIKeberanian dalam iman
Santo Simon & YudasKesetiaan dalam pelayanan

E. PROGRAM PRAKTIS PENYULUHAN BULAN OKTOBER

Untuk membuat penyuluhan tidak berhenti pada teori, dapat dibuat program:

“Gerakan Oktober: Rosario, Sabda, dan Pelayanan”

Setiap umat diajak melakukan tiga hal:

1. ROSARIO
Berdoa Rosario secara rutin.

2. SABDA
Membaca dan merenungkan Kitab Suci setiap hari.

3. PELAYANAN
Melakukan minimal satu tindakan kasih setiap hari.

Contohnya:

  • membantu orang tua,

  • mengunjungi orang sakit,

  • membantu tetangga,

  • menjaga kebersihan lingkungan,

  • menghibur orang yang sedang sedih,

  • berbagi kepada yang membutuhkan.


F. REFLEKSI PENUTUP

Para santo dan santa menunjukkan bahwa kekudusan bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Kekudusan dimulai ketika kita mau berdoa, mengasihi, mengampuni, melayani, dan setia kepada Tuhan.

Doa Rosario membantu kita memandang Kristus bersama Maria. Teladan para santo-santa membantu kita menemukan cara konkret untuk menghidupi iman.

Pertanyaan refleksi:

  1. Apakah saya sudah menyediakan waktu untuk berdoa setiap hari?

  2. Apakah keluarga saya memiliki kebiasaan doa bersama?

  3. Apa yang dapat saya teladani dari para santo-santa?

  4. Apakah iman saya sudah menghasilkan tindakan kasih?

  5. Siapa orang yang dapat saya layani atau bantu bulan ini?

🌹 Slogan Penyuluhan Oktober

“Bersama Maria kita berdoa, bersama para kudus kita belajar, dan bersama Kristus kita melayani.”

🙏 Doa Penutup

Tuhan Yesus,
melalui teladan Bunda Maria dan para santo-santa,
ajarilah kami untuk semakin mencintai doa,
mendengarkan Sabda-Mu,
dan melayani sesama dengan tulus.
Semoga Rosario yang kami doakan
membawa kami semakin dekat kepada-Mu.
Jadikanlah keluarga dan komunitas kami
tempat bertumbuhnya iman, kasih,
persaudaraan, dan pengharapan.
Amin.

Materi Santo Santa di bulan Agustus

Materi Penyuluhan Agama Katolik untuk bulan Agustus 2026, khusus mengenai Santo-Santa dan perayaan penting Gereja Katolik, sebagai bahan penyuluhan harian, pendalaman iman, maupun bahan laporan kegiatan Penyuluh Agama Katolik.

MATERI PENYULUHAN AGAMA KATOLIK

SANTO-SANTA DAN PERAYAAN GEREJA BULAN AGUSTUS 2026

“Meneladan Para Kudus, Menghidupi Iman dalam Kehidupan Sehari-hari”

A. Pengantar

Bulan Agustus menghadirkan sejumlah perayaan penting dalam Gereja Katolik. Selain mengenangkan para santo dan santa, umat diajak melihat bagaimana iman diwujudkan melalui kesetiaan, keberanian, pelayanan, kemurnian hati, pengampunan, dan kasih kepada sesama.

Para kudus bukan sekadar tokoh yang dikenang, tetapi teladan konkret bagi umat beriman. Mereka menunjukkan bahwa kekudusan dapat diwujudkan dalam berbagai keadaan kehidupan.


1. 1 Agustus – Santo Alfonsus Maria de Liguori

Tema: “Mengajar dan Melayani dengan Kasih”

Santo Alfonsus Maria de Liguori adalah uskup, teolog, dan pendiri Kongregasi Redemptoris. Ia dikenal karena karya pewartaan, tulisan rohani, dan perhatian pastoralnya kepada umat.

Teladan:

  • Mencintai umat.

  • Tekun mewartakan Injil.

  • Mengembangkan pengetahuan iman.

  • Melayani dengan kerendahan hati.

Pesan penyuluhan:

“Pengetahuan iman akan menjadi berkat ketika digunakan untuk melayani dan menuntun orang lain kepada Tuhan.”

Refleksi:
Apakah pengetahuan dan kemampuan yang saya miliki sudah saya gunakan untuk kebaikan sesama?


2. 4 Agustus – Santo Yohanes Maria Vianney

Tema: “Kesetiaan dalam Panggilan dan Pelayanan”

Santo Yohanes Maria Vianney dikenal sebagai Pastor dari Ars. Ia memberikan hidupnya untuk pelayanan umat, terutama melalui doa, Ekaristi, pewartaan, dan Sakramen Tobat.

Teladan:

  • Setia terhadap panggilan.

  • Tekun berdoa.

  • Mencintai Ekaristi.

  • Melayani umat dengan tulus.

Pesan:

“Kesetiaan dalam tugas sederhana yang dilakukan dengan kasih dapat menjadi jalan menuju kekudusan.”


3. 5 Agustus – Peringatan Dedikasi Basilika Santa Maria Maggiore

Tema: “Maria, Teladan Iman dan Kerendahan Hati”

Perayaan ini mengarahkan umat untuk semakin menghormati Santa Perawan Maria sebagai pribadi yang dengan rendah hati menerima kehendak Allah.

Nilai yang dapat diteladani:

  • Kerendahan hati.

  • Ketaatan.

  • Kesetiaan.

  • Kepercayaan kepada Allah.

Pesan:

“Seperti Maria, kita dipanggil untuk menyediakan hati bagi karya Allah.”


4. 6 Agustus – Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya

Tema: “Berubah dan Bertumbuh dalam Kristus”

Pada peristiwa Transfigurasi, Yesus menampakkan kemuliaan-Nya di hadapan Petrus, Yakobus, dan Yohanes.

Peristiwa ini menguatkan para murid sebelum menghadapi jalan penderitaan.

Pokok penyuluhan:

  • Iman memberikan kekuatan menghadapi tantangan.

  • Pengalaman akan Tuhan harus membawa perubahan hidup.

  • Jangan berhenti pada pengalaman rohani, tetapi wujudkan dalam tindakan.

  • Dengarkanlah Kristus.

Pesan:

“Pengalaman iman harus menghasilkan perubahan hidup.”


5. 8 Agustus – Santo Dominikus

Tema: “Mewartakan Kebenaran dengan Kasih”

Santo Dominikus adalah pendiri Ordo Pengkhotbah (Dominikan). Ia dikenal karena semangat pewartaan dan kecintaannya terhadap kebenaran.

Teladan:

  • Mencintai Sabda Allah.

  • Tekun belajar.

  • Berani mewartakan iman.

  • Menggunakan pengetahuan untuk pelayanan.

Pesan:

“Pewartaan yang benar harus disampaikan dengan kasih dan keteladanan hidup.”


6. 10 Agustus – Santo Laurensius

Tema: “Melayani Gereja dan Kaum Miskin”

Santo Laurensius adalah seorang diakon dan martir Gereja awal. Ia dikenang karena kepeduliannya kepada orang miskin.

Teladan:

  • Pelayanan kepada kaum kecil.

  • Keberanian mempertahankan iman.

  • Tidak melekat pada harta duniawi.

  • Melihat orang miskin sebagai saudara.

Pesan:

“Harta Gereja yang sejati adalah manusia yang membutuhkan kasih dan perhatian.”


7. 11 Agustus – Santa Klara dari Assisi

Tema: “Kesederhanaan dan Kepercayaan kepada Tuhan”

Santa Klara adalah sahabat Santo Fransiskus dari Assisi dan pendiri Ordo Santa Klara. Ia dikenal karena hidup sederhana, doa, dan penyerahan diri kepada Tuhan.

Teladan:

  • Hidup sederhana.

  • Tekun berdoa.

  • Tidak dikuasai keinginan memiliki banyak hal.

  • Setia kepada panggilan Tuhan.

Pesan:

“Kesederhanaan membantu kita menyadari bahwa kebahagiaan sejati berasal dari Tuhan.”


8. 14 Agustus – Santo Maksimilianus Maria Kolbe

Tema: “Kasih yang Rela Berkorban”

Santo Maksimilianus Maria Kolbe adalah seorang imam Fransiskan Konventual dan martir. Ia dikenang karena keberanian dan kasihnya kepada sesama.

Teladan:

  • Pengorbanan.

  • Keberanian.

  • Kasih kepada sesama.

  • Kesetiaan kepada Kristus.

Pesan:

“Kasih sejati tidak hanya berkata-kata, tetapi bersedia berkorban demi kebaikan orang lain.”


9. 15 Agustus – Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga

Tema: “Maria, Teladan Pengharapan Kristiani”

Gereja merayakan Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Perayaan ini mengingatkan umat akan tujuan akhir kehidupan manusia dalam Allah.

Maria menjadi teladan karena seluruh hidupnya diarahkan kepada kehendak Tuhan.

Pokok penyuluhan:

  • Kehidupan manusia memiliki tujuan akhir dalam Allah.

  • Maria mengajarkan kesetiaan sampai akhir.

  • Pengharapan Kristiani memberi kekuatan dalam menghadapi kehidupan.

  • Tubuh dan kehidupan manusia memiliki martabat yang luhur.

Pesan:

“Seperti Maria, marilah kita menjalani hidup dengan iman dan pengharapan menuju persatuan dengan Allah.”


10. 20 Agustus – Santo Bernardus dari Clairvaux

Tema: “Mencintai Tuhan dengan Sepenuh Hati”

Santo Bernardus dikenal sebagai rahib, abbas, dan tokoh besar dalam spiritualitas Gereja.

Ia mengajarkan pentingnya cinta kepada Tuhan dan kehidupan doa.

Teladan:

  • Cinta kepada Tuhan.

  • Ketekunan dalam doa.

  • Kerendahan hati.

  • Kebijaksanaan dalam membimbing umat.

Pesan:

“Hati yang dekat dengan Tuhan akan semakin mampu mengasihi sesama.”


11. 21 Agustus – Santo Pius X

Tema: “Ekaristi sebagai Sumber Kehidupan Iman”

Santo Pius X adalah Paus yang sangat menekankan pembaruan kehidupan iman dan kecintaan umat terhadap Ekaristi.

Teladan:

  • Mencintai Ekaristi.

  • Memperhatikan pendidikan iman.

  • Mendorong umat untuk semakin dekat dengan Kristus.

  • Menghidupi kesederhanaan.

Pesan:

“Ekaristi bukan sekadar kewajiban, tetapi sumber kekuatan untuk menjalani kehidupan Kristiani.”


12. 22 Agustus – Santa Perawan Maria, Ratu

Tema: “Maria, Ratu yang Melayani”

Gereja mengenangkan Maria sebagai Ratu. Namun Maria bukanlah gambaran seorang penguasa yang mencari kehormatan. Ia adalah pribadi yang rendah hati dan melayani.

Teladan:

  • Rendah hati.

  • Melayani.

  • Setia kepada Allah.

  • Peduli kepada sesama.

Pesan:

“Kebesaran dalam iman bukan terletak pada kedudukan, tetapi pada kesediaan melayani.”


13. 24 Agustus – Santo Bartolomeus Rasul

Tema: “Datang dan Lihatlah”

Santo Bartolomeus adalah salah seorang dari dua belas rasul Yesus. Ia meninggalkan kehidupan lamanya untuk mengikuti Kristus.

Teladan:

  • Terbuka terhadap panggilan Tuhan.

  • Berani mengikuti Yesus.

  • Menjadi saksi Injil.

  • Setia dalam pelayanan.

Pesan:

“Iman menjadi kuat ketika kita berani mengenal Kristus dan mengikuti-Nya.”


14. 27 Agustus – Santa Monika

Tema: “Kekuatan Doa Seorang Ibu”

Santa Monika dikenal sebagai ibu dari Santo Agustinus. Ia tekun mendoakan putranya dan tidak mudah menyerah.

Kisahnya menjadi inspirasi bagi para orang tua untuk terus mendampingi anak-anak dengan kasih dan doa.

Teladan:

  • Ketekunan dalam doa.

  • Kesabaran.

  • Kesetiaan sebagai orang tua.

  • Tidak mudah menyerah terhadap anak.

Pesan:

“Doa orang tua adalah bentuk kasih yang terus bekerja bahkan ketika hasilnya belum terlihat.”


15. 28 Agustus – Santo Agustinus

Tema: “Pertobatan dan Pencarian akan Allah”

Santo Agustinus mengalami perjalanan hidup yang panjang sebelum akhirnya menemukan kebenaran dan menyerahkan dirinya kepada Tuhan.

Kehidupannya menunjukkan bahwa pertobatan selalu mungkin.

Teladan:

  • Berani mengubah kehidupan.

  • Mencari kebenaran.

  • Tekun belajar.

  • Menyerahkan hidup kepada Allah.

Pesan terkenal Santo Agustinus:

“Hati kami gelisah sebelum beristirahat dalam Tuhan.”

Refleksi:
Apa yang masih membuat hati saya jauh dari Tuhan?


16. 29 Agustus – Wafatnya Santo Yohanes Pembaptis

Tema: “Berani Membela Kebenaran”

Santo Yohanes Pembaptis berani menyampaikan kebenaran meskipun menghadapi risiko besar.

Ia tidak mencari popularitas, tetapi menjalankan tugasnya untuk mempersiapkan jalan bagi Kristus.

Teladan:

  • Keberanian.

  • Kejujuran.

  • Keteguhan iman.

  • Tidak takut menyampaikan kebenaran.

Pesan:

“Orang beriman dipanggil untuk tetap berdiri di pihak kebenaran meskipun tidak selalu mudah.”


RANGKUMAN NILAI SPIRITUAL BULAN AGUSTUS

Santo/Santa/PerayaanNilai Utama
Santo AlfonsusPewartaan dan pelayanan
Santo Yohanes Maria VianneyKesetiaan dalam panggilan
MariaKetaatan dan kerendahan hati
TransfigurasiPertumbuhan iman
Santo DominikusPewartaan
Santo LaurensiusKepedulian kepada kaum miskin
Santa KlaraKesederhanaan
Santo Maksimilianus KolbePengorbanan
Maria Diangkat ke SurgaPengharapan
Santo BernardusCinta kepada Tuhan
Santo Pius XEkaristi
Maria RatuPelayanan
Santo BartolomeusPanggilan
Santa MonikaKetekunan dalam doa
Santo AgustinusPertobatan
Santo Yohanes PembaptisKeberanian membela kebenaran

🎯 TEMA BESAR PENYULUHAN AGUSTUS

“Meneladan Para Kudus: Beriman, Melayani, Berkorban, dan Berani Menjadi Saksi Kristus.”

Para santo dan santa mengajarkan bahwa kekudusan dapat dimulai dari kehidupan sehari-hari. Tidak harus melakukan sesuatu yang luar biasa. Kekudusan dapat diwujudkan dengan:

berdoa dengan tekun,
mengasihi keluarga,
melayani dengan tulus,
peduli kepada yang lemah,
mengampuni,
jujur dalam pekerjaan,
berani membela kebenaran,
dan setia kepada Tuhan dalam setiap keadaan.

Doa Penutup

Tuhan Yesus,
kami bersyukur atas teladan para santo dan santa.
Semoga melalui kehidupan mereka kami belajar
untuk semakin mencintai-Mu,
setia dalam panggilan,
tekun dalam doa,
dan rela melayani sesama.
Jadikanlah kami saksi kasih-Mu
di tengah keluarga, Gereja, masyarakat,
dan bangsa kami.
Amin.

Materi Kamis

MATERI PENYULUHAN AGAMA KATOLIK Tema: “Dipanggil untuk Menjadi Penjala Manusia” Bacaan Injil: Lukas 5:1–11 Peringatan: Santo Gregorius...