Berkah Dalem Gusti

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono,SS ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Jumat, 21 Agustus 2026

Jumpel di Pugeran


LAPORAN KEGIATAN MISA PELAJAR

Nama Kegiatan: Misa Pelajar
Hari: Jumat II setiap bulan
Tempat: Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran
Peserta: Pelajar Katolik
Pembina/Pendamping: Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Bantul
Pelaksana: Komunitas/Pendamping Pelajar Katolik

I. Latar Belakang

Pelajar Katolik merupakan bagian penting dalam kehidupan Gereja dan sekaligus generasi penerus bangsa. Di tengah berbagai tantangan kehidupan pelajar, diperlukan pendampingan iman yang membantu mereka semakin mengenal, mencintai, dan menghayati iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari.

Misa Pelajar yang dilaksanakan setiap Jumat II di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran menjadi salah satu sarana pembinaan iman melalui perayaan Ekaristi. Melalui Ekaristi, para pelajar diajak untuk semakin dekat dengan Kristus, memperkuat persaudaraan, serta memperoleh bekal rohani untuk menjalani kehidupan sebagai pelajar.

II. Tujuan Kegiatan

1. Meningkatkan kehidupan iman dan spiritualitas pelajar Katolik.
2. Membantu pelajar semakin memahami dan menghayati makna Ekaristi.
3. Menumbuhkan kecintaan terhadap Gereja dan kehidupan menggereja.
4. Membangun persaudaraan dan kebersamaan antarpelajar Katolik.
5. Mendorong pelajar untuk mewujudkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.
6. Menumbuhkan semangat pelayanan dan tanggung jawab di lingkungan sekolah, keluarga, Gereja, dan masyarakat.

III. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan dilaksanakan secara rutin:

Hari: Jumat II setiap bulan
Tempat: Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran
Kegiatan Utama: Perayaan Ekaristi/Misa Pelajar

Pelaksanaan kegiatan disesuaikan dengan jadwal liturgi dan ketentuan Gereja setempat.

IV. Bentuk Kegiatan

Kegiatan Misa Pelajar meliputi:

1. Persiapan dan koordinasi pelaksanaan Misa.
2. Persiapan petugas liturgi.
3. Persiapan lagu dan koor.
4. Perayaan Ekaristi.
5. Homili/renungan yang kontekstual dengan kehidupan pelajar.
6. Doa dan refleksi iman.
7. Kebersamaan dan evaluasi setelah kegiatan.

V. Materi/Pesan Pembinaan

Dalam Misa Pelajar, pesan pembinaan diarahkan pada kehidupan konkret para pelajar, antara lain:

- Menjadi pelajar yang beriman dan berkarakter.
- Mengembangkan kejujuran dan tanggung jawab.
- Menghormati orang tua, guru, dan sesama.
- Membangun persahabatan yang positif.
- Bijak menggunakan teknologi dan media sosial.
- Menolak perundungan dan berbagai bentuk kekerasan.
- Mewujudkan kasih Kristus melalui kepedulian kepada sesama.
- Menjadikan Ekaristi sebagai sumber kekuatan untuk menjalani kehidupan.

VI. Hasil yang Dicapai

Pelaksanaan Misa Pelajar menjadi sarana bagi para pelajar untuk memperoleh penyegaran dan penguatan iman. Para pelajar mendapatkan kesempatan untuk merayakan Ekaristi bersama, membangun kebersamaan, serta merefleksikan kehidupan mereka berdasarkan Sabda Tuhan.

Kegiatan ini juga membantu meningkatkan keterlibatan pelajar dalam kehidupan menggereja, khususnya dalam bidang liturgi, koor, pelayanan altar, dan kegiatan pembinaan iman.

VII. Evaluasi

Secara umum kegiatan Misa Pelajar berjalan dengan baik dan mendapat sambutan positif. Pelaksanaan kegiatan perlu terus dikembangkan agar semakin menarik dan kontekstual bagi pelajar, sehingga mereka tidak hanya hadir dalam perayaan Ekaristi, tetapi juga memahami dan menghayati pesan iman yang dirayakan.

Koordinasi antara pelajar, pendamping, petugas liturgi, dan pihak Gereja perlu terus ditingkatkan untuk menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan.

VIII. Tindak Lanjut

1. Mempertahankan pelaksanaan Misa Pelajar setiap Jumat II.
2. Meningkatkan keterlibatan aktif pelajar dalam pelayanan liturgi.
3. Mengembangkan pendampingan iman setelah atau sebelum Misa apabila memungkinkan.
4. Menyusun tema homili yang relevan dengan kehidupan pelajar.
5. Mendorong pelajar untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan pelayanan Gereja.
6. Melakukan evaluasi secara berkala bersama pendamping dan pelajar.

IX. Penutup

Misa Pelajar di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus Pugeran merupakan salah satu bentuk pendampingan iman bagi pelajar Katolik. Melalui perayaan Ekaristi, para pelajar diharapkan semakin dekat dengan Kristus, bertumbuh dalam iman, memiliki karakter yang baik, serta mampu menjadi pribadi yang membawa kasih, sukacita, dan damai di tengah keluarga, sekolah, Gereja, dan masyarakat.

Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan pembinaan iman pelajar Katolik.

Bantul, ......................... 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono, SS














 

Pembinaan Remaja Katolik


LAPORAN KEGIATAN BINA IMAN REMAJA KATOLIK

PANTI ASUHAN BINA PUTRA

Nama Kegiatan: Bina Iman Remaja Katolik Panti Asuhan Bina Putra
Hari: Setiap hari Selasa
Waktu: 16.30–18.15 WIB
Tempat: Panti Asuhan Bina Putra, Kabupaten Bantul
Peserta: Remaja Katolik Panti Asuhan Bina Putra
Pembina: Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kabupaten Bantul

I. Latar Belakang

Remaja membutuhkan pendampingan yang membantu mereka bertumbuh secara utuh, baik dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun iman. Pendampingan iman menjadi sarana penting untuk membantu remaja mengenal kasih Tuhan, membangun kepercayaan diri, mengembangkan karakter positif, serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Kegiatan Bina Iman Remaja Katolik di Panti Asuhan Bina Putra dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para remaja untuk belajar iman Katolik secara kontekstual, berbagi pengalaman, membangun persaudaraan, serta mengembangkan sikap saling peduli dan menghargai.

II. Tujuan Kegiatan

1. Membantu remaja semakin mengenal dan menghayati iman Katolik.
2. Menumbuhkan kehidupan doa dan kedekatan dengan Tuhan.
3. Membentuk karakter yang jujur, mandiri, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.
4. Membangun persaudaraan dan kebersamaan di antara para remaja.
5. Membantu remaja menghadapi tantangan kehidupan dengan semangat iman dan harapan.
6. Mendorong remaja untuk mengembangkan potensi diri secara positif.
7. Menumbuhkan semangat pelayanan dan kepedulian sosial.

III. Waktu dan Pelaksanaan

Kegiatan dilaksanakan secara rutin:

Hari: Selasa
Waktu: 16.30–18.15 WIB
Durasi: 1 jam 45 menit
Tempat: Panti Asuhan Bina Putra

Susunan Kegiatan

Waktu| Kegiatan
16.30–16.45| Pembukaan dan doa
16.45–17.00| Ice breaking/dinamika kelompok
17.00–17.35| Pendalaman iman dan Kitab Suci
17.35–18.00| Diskusi, sharing, dan refleksi
18.00–18.10| Komitmen/aksi nyata
18.10–18.15| Kesimpulan dan doa penutup

IV. Materi Pembinaan

Materi pembinaan disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi kehidupan remaja, antara lain:

1. Mengenal kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari.
2. Yesus sebagai sahabat dan teladan hidup.
3. Pendalaman Kitab Suci.
4. Doa dan kehidupan rohani.
5. Membangun kepercayaan diri dan sikap positif.
6. Persahabatan dan pergaulan yang sehat.
7. Mengembangkan sikap saling menghargai dan mengampuni.
8. Tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan.
9. Bijak menggunakan media sosial dan teknologi.
10. Menghadapi masalah dan tantangan hidup dengan iman dan harapan.
11. Kepedulian terhadap sesama dan semangat berbagi.
12. Peran remaja dalam kehidupan Gereja dan masyarakat.

V. Metode Pembinaan

Agar kegiatan sesuai dengan karakter dan kebutuhan remaja, digunakan metode yang aktif dan menyenangkan, antara lain:

- Dialog interaktif.
- Pendalaman Kitab Suci.
- Sharing pengalaman.
- Diskusi kelompok.
- Permainan edukatif dan ice breaking.
- Refleksi pribadi.
- Studi kasus.
- Doa bersama.
- Aksi nyata dan kegiatan pelayanan.

VI. Hasil yang Dicapai

Kegiatan pembinaan memberikan kesempatan kepada remaja untuk semakin mengenal dan menghayati iman Katolik dalam kehidupan sehari-hari. Para peserta juga mendapatkan ruang untuk menyampaikan pengalaman, berdiskusi, serta belajar saling mendukung dan menghargai.

Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, diharapkan tumbuh sikap percaya diri, tanggung jawab, kepedulian, kemandirian, dan semangat persaudaraan di antara para peserta.

VII. Evaluasi

Kegiatan secara umum dapat berjalan dengan baik. Peserta mengikuti kegiatan melalui doa, permainan, pendalaman materi, diskusi, sharing, dan refleksi. Variasi metode pembinaan perlu terus dikembangkan agar peserta semakin aktif, nyaman, dan antusias mengikuti kegiatan.

Pendampingan secara berkelanjutan juga diperlukan agar nilai-nilai iman yang diperoleh dalam kegiatan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

VIII. Tindak Lanjut

1. Melaksanakan pembinaan secara rutin setiap hari Selasa.
2. Menyesuaikan materi dengan kebutuhan dan perkembangan peserta.
3. Meningkatkan kegiatan pendalaman Kitab Suci.
4. Mengembangkan kegiatan kreatif dan edukatif.
5. Memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan bakat dan potensi.
6. Mendorong kegiatan pelayanan dan kepedulian sosial.
7. Melakukan evaluasi perkembangan kegiatan secara berkala.

IX. Penutup

Kegiatan Bina Iman Remaja Katolik Panti Asuhan Bina Putra merupakan bentuk pelayanan dan pendampingan iman bagi generasi muda. Melalui pembinaan yang rutin, humanis, dan kontekstual, para remaja diharapkan semakin mengenal kasih Allah, bertumbuh dalam iman, memiliki karakter positif, serta mampu menghadapi kehidupan dengan penuh harapan.

Demikian laporan kegiatan ini dibuat sebagai dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan pembinaan iman Remaja Katolik Panti Asuhan Bina Putra.

Bantul,    Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono











 

Semarak HUT RI dengan Lomba



LAPORAN KEGIATAN

SEMARAK HUT KEMERDEKAAN RI KE-81 DENGAN ANEKA LOMBA

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BANTUL

A. Nama Kegiatan

Semarak HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan Aneka Lomba

B. Tempat dan Waktu

- Tempat: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul
- Waktu: Bulan Agustus 2026
- Agenda: Rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81.

C. Peserta

Kegiatan diikuti oleh keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, meliputi pegawai dan unsur terkait yang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan.

D. Bentuk Kegiatan

Kegiatan diisi dengan berbagai perlombaan yang bersifat rekreatif, edukatif, dan membangun kebersamaan, antara lain:

1. Aneka permainan dan lomba tradisional.
2. Lomba yang mengembangkan kekompakan dan kerja sama tim.
3. Lomba yang bersifat hiburan untuk menciptakan suasana kerja yang lebih akrab.
4. Kegiatan kebersamaan dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-81.

Jenis perlombaan disesuaikan dengan agenda dan kesepakatan panitia.

E. Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk:

1. Memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
2. Menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air.
3. Mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.
4. Meningkatkan kekompakan dan kerja sama antarkaryawan.
5. Menciptakan suasana kerja yang sehat, akrab, dan menyenangkan.
6. Menumbuhkan semangat gotong royong melalui kegiatan bersama.

F. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan berlangsung dalam suasana meriah, penuh kegembiraan, dan kekeluargaan. Para peserta mengikuti berbagai perlombaan dengan antusias dan menjunjung tinggi semangat sportivitas.

Aneka lomba menjadi sarana rekreasi sekaligus membangun komunikasi antarpegawai. Melalui kegiatan tersebut, perbedaan tugas, jabatan, dan bidang pekerjaan dapat dipersatukan dalam suasana kebersamaan sebagai satu keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

G. Hasil Kegiatan

Kegiatan Semarak HUT RI ke-81 dapat terlaksana dengan baik dan mendapat sambutan positif dari peserta. Kegiatan berhasil menciptakan suasana kebersamaan dan kegembiraan di lingkungan kantor.

Selain sebagai hiburan, kegiatan juga memberikan ruang bagi pegawai untuk saling mengenal lebih dekat, meningkatkan kekompakan, serta memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan.

H. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

Nilai-nilai yang dikembangkan melalui kegiatan ini antara lain:

- Nasionalisme dan cinta tanah air.
- Gotong royong.
- Kekompakan dan kerja sama.
- Sportivitas.
- Persaudaraan dan toleransi.
- Kebersamaan dalam keberagaman.
- Semangat pelayanan dan pengabdian.

I. Evaluasi dan Tindak Lanjut

Secara umum kegiatan berjalan dengan lancar dan meriah. Antusiasme peserta menjadi modal positif untuk terus membangun suasana kerja yang harmonis.

Kegiatan kebersamaan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan pada kesempatan berikutnya sebagai sarana mempererat hubungan kekeluargaan dan meningkatkan semangat kerja seluruh keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

J. Penutup

Demikian laporan kegiatan Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81 dengan Aneka Lomba ini dibuat sebagai dokumentasi kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Semoga semangat kemerdekaan semakin menguatkan persaudaraan, gotong royong, kekompakan, dan semangat pengabdian seluruh keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bantul, Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono








 

Merawat Kerukunan Penyuluh Lintas Iman



LAPORAN KEGIATAN

MERAWAT KERUKUNAN DI ANTARA PARA PENYULUH AGAMA

A. Nama Kegiatan

Merawat Kerukunan di antara Para Penyuluh Agama Non-Islam

B. Bentuk Kegiatan

Kegiatan pembinaan dan penguatan kerukunan antarpenyuluh agama melalui komunikasi, koordinasi, dialog, dan kebersamaan lintas agama.

C. Peserta

Kegiatan diikuti oleh para Penyuluh Agama Non-Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul, sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi dan kerja sama dalam menjaga kerukunan umat beragama.

D. Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk:
  1. Mempererat hubungan dan komunikasi antarpenyuluh agama.
  2. Membangun sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan agama dan keyakinan.
  3. Meningkatkan kerja sama dalam menjaga kerukunan umat beragama.
  4. Mendorong para penyuluh menjadi teladan dalam membangun toleransi di tengah masyarakat.
  5. Mencegah munculnya prasangka dan potensi konflik yang dapat mengganggu keharmonisan masyarakat.
  6. Mewujudkan suasana kerja yang harmonis dan penuh persaudaraan di lingkungan Kementerian Agama.

E. Bentuk Pelaksanaan

Kegiatan dilaksanakan melalui:
  • - Dialog dan komunikasi lintas agama.
  • - Sharing pengalaman dalam melaksanakan tugas kepenyuluhan.
  • - Pembahasan persoalan kerukunan yang berkembang di masyarakat.
  • - Penguatan nilai toleransi dan moderasi beragama.
  • - Koordinasi serta kerja sama dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
  • - Membangun jejaring komunikasi antarpenyuluh.

F. Materi Pembinaan

Materi yang menjadi perhatian dalam kegiatan antara lain:
  1. Kerukunan umat beragama sebagai tanggung jawab bersama.
  2. Moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
  3. Sikap saling menghormati dalam keberagaman.
  4. Membangun komunikasi yang sehat dan terbuka.
  5. Penyuluh agama sebagai teladan kerukunan dan agen perdamaian.
  6. Membangun kerja sama lintas agama untuk kepentingan sosial dan kemanusiaan.

G. Pelaksanaan dan Hasil Kegiatan

Kegiatan berlangsung dalam suasana terbuka, akrab, dan penuh semangat kebersamaan. Para penyuluh memperoleh kesempatan untuk saling mengenal, bertukar pengalaman, serta membangun komunikasi yang lebih baik.

Kegiatan ini semakin menyadarkan bahwa kerukunan tidak cukup hanya diwacanakan, tetapi perlu dirawat melalui perjumpaan, komunikasi, saling menghargai, dan kerja sama nyata.

Para penyuluh diharapkan mampu membawa semangat kerukunan tersebut ke tengah kelompok binaan dan masyarakat yang mereka dampingi.

H. Nilai yang Dihasilkan

Beberapa nilai positif yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain:
  • Toleransi dalam menyikapi perbedaan.
  • Persaudaraan di antara para penyuluh.
  • Saling menghargai keyakinan masing-masing.
  • Kerja sama dalam kegiatan kemasyarakatan.
  • Moderasi beragama sebagai landasan membangun kehidupan yang damai.
  • Keteladanan dalam menjaga kerukunan masyarakat.

I. Evaluasi dan Tindak Lanjut

Kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari para peserta. Komunikasi dan koordinasi antarpenyuluh perlu terus dipelihara agar hubungan yang telah terbangun dapat berkembang menjadi kerja sama yang semakin nyata.

Sebagai tindak lanjut, para penyuluh diharapkan terus membangun komunikasi lintas agama serta mengembangkan kegiatan bersama yang bersifat sosial, edukatif, dan kemanusiaan.

J. Penutup

Demikian laporan kegiatan “Merawat Kerukunan di antara Para Penyuluh Agama Non-Islam” dibuat sebagai dokumentasi kegiatan pembinaan dan penguatan kerukunan.

Semoga para penyuluh agama semakin mampu menjadi teladan dalam toleransi, moderasi beragama, persaudaraan, dan perdamaian, sehingga kerukunan umat beragama di Kabupaten Bantul dapat terus terjaga dan berkembang.

Bantul, Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kementerian Agama Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono




 

Berbagi Berkat dengan Donor Darah

 





LAPORAN KEGIATAN

MEMAKNAI KEMERDEKAAN DENGAN DONOR DARAH

A. Nama Kegiatan

Memaknai Kemerdekaan dengan Donor Darah

B. Tema Kegiatan

“Semangat Kemerdekaan, Semangat Berbagi dan Peduli Sesama”

C. Bentuk Kegiatan

Kegiatan sosial kemanusiaan berupa donor darah dalam rangka memperingati dan memaknai Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

D. Peserta

Kegiatan diikuti oleh umat/anggota komunitas serta masyarakat yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk menjadi pendonor darah.

E. Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk:

1. Memaknai kemerdekaan melalui tindakan nyata dalam membantu sesama.
2. Menumbuhkan kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
3. Mendorong semangat berbagi dan gotong royong.
4. Membantu memenuhi kebutuhan persediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.
5. Mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian dari pengamalan iman dalam kehidupan bermasyarakat.

F. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan donor darah dilaksanakan dalam suasana kebersamaan dan semangat kemerdekaan. Para peserta mengikuti proses donor sesuai dengan prosedur dan pemeriksaan kesehatan yang ditetapkan oleh petugas.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata yang bermanfaat bagi orang lain.

Semangat berbagi melalui donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial dan solidaritas kepada sesama tanpa membedakan latar belakang.

G. Nilai-Nilai yang Dikembangkan

Melalui kegiatan ini dikembangkan beberapa nilai penting, antara lain:

- Kepedulian: peka terhadap kebutuhan sesama.
- Solidaritas: hadir dan membantu mereka yang membutuhkan.
- Kerelaan berbagi: memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
- Gotong royong: membangun kebersamaan dalam kehidupan masyarakat.
- Kemanusiaan: menghargai dan menjaga kehidupan sesama.

H. Hasil Kegiatan

Kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan mendapat respons positif dari peserta. Donor darah menjadi sarana untuk menghidupkan semangat kemerdekaan melalui aksi nyata yang memiliki manfaat sosial.

Kegiatan ini juga semakin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap orang dapat berkontribusi bagi sesama melalui tindakan sederhana, kepedulian, dan semangat berbagi.

I. Refleksi

Kemerdekaan akan semakin bermakna apabila diisi dengan perbuatan yang membawa kebaikan bagi orang lain. Donor darah menjadi salah satu bentuk nyata bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap kehidupan sesama.

“Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi untuk diisi dengan kepedulian, pengabdian, dan tindakan nyata bagi sesama.”

J. Penutup

Demikian laporan kegiatan “Memaknai Kemerdekaan dengan Donor Darah” dibuat sebagai dokumentasi kegiatan sosial dan bentuk partisipasi dalam mengisi kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Semoga kegiatan ini semakin menumbuhkan semangat berbagi, kepedulian sosial, persaudaraan, dan semangat kemanusiaan di tengah masyarakat.

Bantul, Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kemenag Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono







Pembekalan BKSN PRINGGOLAYAN


LAPORAN KEGIATAN PEMBEKALAN PEMANDU BKSN LINGKUNGAN

PAROKI PRINGGOLAYAN

A. Nama Kegiatan

Pembekalan Pemandu Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) Lingkungan

B. Waktu dan Tempat

- Hari/Tanggal: Selasa, 18 Agustus 2026
- Waktu: 18.00–20.00 WIB
- Tempat: Paroki Pringgolayan

C. Peserta

Kegiatan diikuti oleh para calon pemandu BKSN dari lingkungan-lingkungan di wilayah Paroki Pringgolayan sebagai persiapan pelaksanaan pendalaman Kitab Suci selama Bulan Kitab Suci Nasional.

D. Bentuk Kegiatan

Pembekalan dilaksanakan dalam bentuk:

1. Doa pembukaan.
2. Pengantar dan orientasi pelaksanaan BKSN.
3. Pengenalan tema dan bahan pendalaman Kitab Suci.
4. Pendalaman materi dan metode pemanduan.
5. Simulasi memandu pendalaman Kitab Suci.
6. Sharing dan diskusi pengalaman.
7. Evaluasi dan penguatan bagi para pemandu.
8. Doa penutup.

E. Tujuan Kegiatan

Kegiatan pembekalan bertujuan untuk:

1. Mempersiapkan pemandu BKSN agar mampu memimpin pendalaman Kitab Suci di lingkungan.
2. Meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami dan menyampaikan pesan Sabda Allah.
3. Membekali pemandu dengan metode pendalaman Kitab Suci yang menarik, komunikatif, dan partisipatif.
4. Mendorong umat semakin mencintai, membaca, merenungkan, dan menghidupi Sabda Allah.
5. Mempersiapkan pelaksanaan BKSN di lingkungan-lingkungan Paroki Pringgolayan agar berjalan tertib dan bermakna.

F. Materi Pembekalan

Materi yang diberikan meliputi:

- Pengenalan BKSN dan tujuan pelaksanaannya.
- Pendalaman tema dan bahan Kitab Suci BKSN.
- Teknik memandu sharing Kitab Suci.
- Cara membangun suasana dialog dan partisipasi umat.
- Menghubungkan Sabda Allah dengan kehidupan sehari-hari.
- Simulasi dan praktik memandu pendalaman Kitab Suci di lingkungan.

G. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan pembekalan berlangsung selama dua jam, mulai pukul 18.00 sampai dengan 20.00 WIB. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif dalam proses diskusi, pendalaman materi, serta simulasi pemanduan.

Kegiatan memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai BKSN sekaligus berlatih menjadi pemandu yang mampu menciptakan suasana pendalaman Kitab Suci yang hidup, komunikatif, dan membangun iman umat.

H. Hasil Kegiatan

Hasil yang dicapai dari kegiatan ini antara lain:

1. Peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pelaksanaan BKSN.
2. Peserta mendapatkan bekal materi dan metode untuk memandu pendalaman Kitab Suci.
3. Peserta mampu melakukan simulasi pemanduan secara sederhana.
4. Terbangun semangat bersama untuk menyukseskan pelaksanaan BKSN di lingkungan masing-masing.
5. Tumbuh kesadaran bahwa Kitab Suci perlu semakin dihidupi dalam kehidupan keluarga dan komunitas.

I. Evaluasi dan Tindak Lanjut

Kegiatan pembekalan berjalan dengan baik dan lancar. Para pemandu diharapkan dapat meneruskan materi yang diperoleh kepada umat di lingkungan masing-masing.

Sebagai tindak lanjut, para pemandu akan melaksanakan pendalaman BKSN di lingkungan sesuai jadwal yang telah ditentukan serta melakukan koordinasi dengan pengurus lingkungan dan pihak paroki.

J. Penutup

Demikian laporan kegiatan Pembekalan Pemandu BKSN Lingkungan Paroki Pringgolayan ini dibuat sebagai dokumentasi kegiatan pembinaan iman dan pendampingan umat. Semoga pembekalan ini membantu para pemandu menjadi pelayan Sabda yang mampu mengantar umat semakin dekat dengan Kitab Suci dan semakin mampu menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari.

Bantul, 18 Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kemenag Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono




 

Koor HUT RI di Kemenag Bantul


LAPORAN KEGIATAN TUGAS KOOR

PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI KE-81

KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN BANTUL

A. Nama Kegiatan

Tugas Pelayanan Koor dalam Rangka Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81

B. Waktu dan Tempat

- Hari: Senin, 17 Agustus 2026
- Waktu: 07.00–09.00 WIB
- Tempat: Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul

C. Peserta

Kegiatan diikuti oleh pegawai dan keluarga besar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul serta anggota tim koor yang bertugas yakni para Penyuluh Katolik, Kristen Hindu dan Budha dalam mendukung rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

D. Bentuk Kegiatan

Pelaksanaan tugas koor meliputi:

1. Persiapan dan koordinasi anggota koor.
2. Menyiapkan lagu-lagu yang sesuai dengan rangkaian kegiatan.
3. Membawakan lagu dalam rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-81.
4. Mendukung suasana kegiatan agar berlangsung khidmat, semarak, dan penuh semangat kebangsaan.
5. Mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sesuai dengan tugas yang telah diberikan.

E. Tujuan Kegiatan

Kegiatan ini bertujuan untuk:

1. Mendukung kelancaran kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.
2. Menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air.
3. Membangun kebersamaan dan kekompakan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Bantul.
4. Mengembangkan talenta dan keterlibatan umat dalam pelayanan melalui seni dan musik.
5. Mewujudkan semangat kerukunan dan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat.

F. Pelaksanaan Kegiatan

Tugas pelayanan koor dilaksanakan pada pukul 07.00–09.00 WIB di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul. Anggota koor melakukan persiapan, koordinasi, dan pelayanan lagu selama rangkaian kegiatan berlangsung.

Pelaksanaan berjalan dengan baik, tertib, dan lancar. Kehadiran tim koor turut memberikan nuansa semarak serta mendukung suasana kebersamaan dalam memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

G. Hasil Kegiatan

Kegiatan pelayanan koor dapat terlaksana dengan baik. Tim koor mampu menjalankan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan dan mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan, meningkatkan semangat nasionalisme, serta menunjukkan kontribusi dalam kehidupan bersama di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bantul.

H. Penutup

Demikian laporan kegiatan tugas koor dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 ini dibuat sebagai dokumentasi dan pertanggungjawaban kegiatan.

Semoga semangat kemerdekaan semakin mendorong seluruh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Bantul untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan semangat kerukunan, integritas, dan pengabdian.

Bantul, Agustus 2026

Penyuluh Agama Katolik
Kemenag Kabupaten Bantul

Rogatianus Slamet Widiantono




 

Pembuatan Materi Penyuluhan

LAPORAN KEGIATAN PEMBUATAN MATERI PENYULUHAN AGAMA KATOLIK Nama Kegiatan: Pembuatan Materi Penyuluhan Agama Katolik Tempat: Kantor Kementeri...