Injil: Markus 6:1-6
Renungan
Yesus mengalami penolakan di kampung halaman-Nya sendiri. Orang-orang yang mengenal-Nya sejak kecil sulit menerima-Nya sebagai Mesias. Mereka memandang-Nya dengan kacamata lama. Mereka menilai-Nya hanya berdasarkan latar belakang keluarga-Nya. Mereka tidak mampu melihat karya Allah di dalam diri-Nya. Penolakan itu tentu menyakitkan. Namun Yesus tidak membalas dengan kemarahan. Ia tetap melanjutkan karya-Nya di tempat lain. Ia tidak berhenti berbuat baik. Ia tidak menyerah pada misi-Nya.
Penolakan adalah bagian dari kehidupan manusia. Kita mungkin pernah diremehkan atau tidak dihargai. Kita mungkin pernah merasa tidak dimengerti. Situasi itu bisa membuat hati terluka. Situasi itu bisa melemahkan semangat. Namun Yesus menunjukkan sikap yang dewasa. Ia tidak membiarkan penolakan menghentikan langkah-Nya. Ia tetap setia pada panggilan Bapa. Ia tetap percaya pada rencana Allah. Ia tidak mencari pujian manusia.
Kesetiaan sering diuji justru saat kita tidak dihargai. Kita bisa tergoda untuk berhenti berbuat baik. Kita bisa tergoda untuk membalas dengan sikap yang sama. Namun Injil mengajarkan kesetiaan yang tenang. Kesetiaan yang tidak tergantung pada pengakuan manusia. Kesetiaan yang berakar pada cinta kepada Tuhan. Kesetiaan yang lahir dari keyakinan bahwa Tuhan melihat segalanya. Kesetiaan seperti inilah yang memurnikan hati. Kesetiaan seperti ini membawa kedewasaan rohani.
Yesus mengajarkan bahwa nilai hidup tidak ditentukan oleh penerimaan orang lain. Nilai hidup kita berasal dari Tuhan. Kita berharga karena kita adalah anak-anak Allah. Kita dipanggil bukan untuk mencari popularitas. Kita dipanggil untuk setia pada kebenaran. Kita dipanggil untuk melakukan kehendak Tuhan. Penolakan bisa menjadi sarana pertumbuhan iman. Penolakan bisa melatih kerendahan hati. Penolakan bisa menguatkan karakter.
Hari ini mari kita belajar dari Yesus. Jika kita mengalami penolakan, jangan berkecil hati. Jika kita tidak dihargai, jangan berhenti berbuat baik. Tuhan melihat setiap usaha yang tulus. Tuhan menghargai setiap kesetiaan kecil. Tuhan menyertai setiap langkah yang benar. Teruslah melangkah dalam iman. Teruslah setia dalam panggilan. Bersama Tuhan, penolakan tidak akan mengalahkan kita.
Refleksi
-
Bagaimana saya menyikapi penolakan dalam hidup saya?
-
Apakah saya tetap setia meski tidak dihargai?
Doa
Tuhan yang penuh kasih, Engkau sendiri pernah mengalami penolakan dan tidak dihargai. Ketika aku menghadapi penolakan atau diremehkan, berilah aku hati yang tetap tenang dan setia. Jauhkanlah aku dari rasa pahit dan keinginan untuk membalas. Kuatkanlah aku agar tetap berbuat baik dan melaksanakan panggilan-Mu dengan tulus. Semoga dalam setiap situasi, aku belajar menaruh kepercayaanku bukan pada penilaian manusia, tetapi pada kasih dan kehendak-Mu. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar