Berkah Dalem Gusti

Selamat Datang di Blog ini bersama R. Slamet Widiantono,SS ------**------ TUHAN MEMBERKATI -----* KASIH ITU MEMBERIKAN DIRI BAGI SESAMA -----* JANGAN LUPA BAHAGIA -----* TERUS BERPIKIR POSITIF -----* SALAM DOA -----* slammy

Sabtu, 03 Januari 2026

Penyuluhan Agama Katolik di Bulan Januari 2026

Pelaksanaan Penyuluhan Agama Katolik di bulan pertama oleh Penyuluh dengan mendasarkan pada nilai refleksi Natal dan Tahun Baru 2026 yang lebih menitikberatkan pada pendalaman tema Allah hadir menyelamatkan Keluarga.

Sebagaimana dengan nilai Kristiani yang dihidupi melalui Kehadiran Allah yang dirayakan melalui Natal sekaligus menyambut Tahun Baru 2026 yang mau menegaskan bahwa Kekuatan Keluarga lebih mendapat tempat. Bagaimana hadirnya Allah menjadi rahmat tersendiri dalam menghidupi keluarga secara khusus keluarga kristiani yang seharusnnya belajar dari Keluarga Kudus Nasareth.

Oleh karena itu, sebagai Penyuluh Agama Katolik yang harus menampilkan jati diri sebagai seorang penyuluh juga bagian dari anggota keluarga kudus entah sebagai Bapak atau Ibu dalam keluarga yang dibina dan dihidupi.

Kebiasaan baik dan positif keluarga seharusnya menjadi bagian dari kesaksian yang perlu ditampilkan sebagai sarana pewartaan atau bagian dari keteladan yang menjadi salah satu nilai Kementerian Agama yang memiliki 5 budaya ASN Kemenag yaitu Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa, Integritas, Tanggungjawab, Profesionalitas dan Keteladanan.


Minggu, 14 Desember 2025

Inspirasi Orang Kudus Bulan Desember

Kami para umat Katolik seluruh dunia meneladani orang Kudus atau para Santo Santa yang menjadi pelindung setelah mereka menerima baptisan dan nama Santo pelindung biasanya dekat dengan hari kelahiran oleh karena itu dengan memperingati dan belajar dari santo-santai diharapkan orang ketiga bisa menjadi lebih Kudus dan bisa belajar meneladani hal-hal positif dari Santo Santa pelindungnya. 







Senin, 01 Desember 2025

KEGIATAN BULAN 12.25

 

Pada bulan Desember 2025 ini, kegiatan dan kepenyuluhan lebih banyak berfokus pada Natal mulai persiapan dengan masa Advent, Perayaan Natal dan masa Natal.


TGL

HARI

KEGIATAN

TEMA

PESERTA

VOL

1

SENIN

Upacara KORPRI di Paseban

Pendampingan Keluarga berduka di Lingkungan Alfonsus

 

 

 

2

SELASA

Moderasi beragama di Panggang bersama semua penyuluh agama Katolik, Kristen, Hindu dan Budha Kemenag Bantul

Ekaristi 40Hari bersama Komunias Go Green Koor di Berbah

 

 

 

3

RABU

Pembuatan Administrasi Kepenyuluhan Katolik

 

 

 

4

KAMIS

Pendampingan dan pendalaman Iman bersama keluarga Kristiani di Rutan Pajangan 

Rapat koordinasi bersama guru Katolik SD se-kabupaten Bantul untuk perayaan natal bersama 

 

 

 

5

JUMAT

Mengikuti Misa Jumat pertama di pugeran bersama anak-anak Katolik

Pendampingan keluarga yang berduka 

Rapat koordinasi bersama panitia natal

 

 

 

6

SABTU

Senam bersama para lansia Paroki Pringgolayan 

Mengikuti kegiatan pelatihan bersama PAMJA Paroki Pringgolayan 

 

 

 

7

MINGGU

 

 

 

 

8

SENIN

Mengikuti apel pagi di kantor 

Ikut merayakan Natal bersama gereja Philadelphia di Kantor Walikota 

Merayakan perayaan pesta nama lingkungan Ambrosius 

 

 

 

9

SELASA

Pendampingan dan pendalaman Iman remaja Katolik di Bantul

 

 

 

10

RABU

Mengikuti kegiatan pendalaman Iman bersama Keluarga Kristiani Kabupaten Bantul di Gereja Santo Yakobus Klodran Bantul

 

 

 

11

KAMIS

Pendampingan keluarga yang berduka di Pringgolayan 

Pendalaman Iman bersama lingkungan Gabriel dalam pertemuan Advent

 

 

 

12

JUMAT


 

 

 

13

SABTU

 

 

 

 

14

MINGGU

 

 

 

 

15

SENIN

 

 

 

 

16

SELASA

MENGIKUTI KEGIATAN BERSIH TEMPAT IBADAH DI KABUPATEN BANTUL 

Mengikuti kegiatan lomba paduan suara di kantor wilayah kemenag DIY

Pendalaman Iman bersama remaja Katolik di Bina Putra Bantul

 

 

 

17

RABU

Merayakan Natal bersama keluarga Kristiani di rutan Pajangan Bantul 

Merayakan Natal bersama para hamba Allah di Banguntapan

 

 

 

18

KAMIS

Mengikuti acara HAB dengan jalan sehat di kantor wilayah Kemenag DIY

 

 

 

19

JUMAT

Melaksanakan program gemar gerakan ayah mengambil raport 

Pendampingan keluarga yang berduka 

Pendampingan dan pendalaman Iman bersama mahasiswa akademi teknik dirgantara Adisucipto

 

 

 

20

SABTU


 

 

 

21

MINGGU

 

 

 

 

22

SENIN

Mengkoordinir jalannya sakramen tobat dan sakramen minyak suci untuk para lansia dari panti jompo di Paroki pringgolayan 

Mengikuti Misa lansia di Pringwulung

 

 

 

23

SELASA

Mengikuti perayaan natal bersama gereja jemaat Allah di Sewon

 

 

 

24

RABU

Merayakan Natal bersama umat Katolik pringgolayan

 

 

 

25

KAMIS

Merayakan Natal pagi bersama pia pringgolayan

 

 

 

26

JUMAT

Merayakan Natal di gunung kidul

 

 

 

27

SABTU

Merayakan Natal di Magelang 

Mendampingi PIA di Paroki Pringgolayan 

Bersama umat Pringgolayan merayakan Hari Raya Keluarga Kudus 

PERTEMUAN dan RAKOR BERSAMA TOKOH MASYARAKAT

 

 

 

28

MINGGU

Perayaan keluarga kudus nasra di pringgolayan 

Mengikuti Penerimaan sakramen perkawinan di gereja pringgolayan

 

 

 

29

SENIN

Apel Senin Pagi

Pembinaan dan Penyuluhan Warga Binaan di Panti Sosial

 

 

 

30

SELASA

Mengurus proses pemakaman lansia terlantar di Panti Sosial bersama beberapa pengurus Lansia Paroki Pringgolayan

NATALAN BERSAMA ASN TNI-POLRI BUMN BUMD DPRD SE KABUPATEN BANTUL 

 

 

 

31

RABU

NATALAN BERSAMA KEMENAG BANTUL DI SEMANAK dengan para Guru, Pengawas, Penyuluh serta Pegawai Kemenag lainnya yang beragama Kristen dan Katolik 

 

 

 


PAK LUAR BIASA SEMANGAT

PENYULUH AGAMA KATOLIK LUAR BIASA SEMANGAT

Penyuluh Agama Katolik yang berjiwa luar biasa semangat adalah pribadi yang melayani dengan penuh gairah, ketekunan, dan sukacita meski di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan. Semangat tersebut lahir dari iman yang hidup, panggilan pelayanan yang kuat, serta cinta yang mendalam kepada Tuhan dan umat.


Ia tidak mudah lelah dalam mewartakan Injil, tidak cepat putus asa dalam mendampingi umat, dan tidak gentar menghadapi medan pelayanan yang berat. Dalam setiap langkahnya, semangatnya memancarkan harapan, menggerakkan, dan meneguhkan banyak orang.

Penyuluh Agama Katolik luar biasa semangat:

Melayani dengan hati yang tulus dan penuh dedikasi.

Tetap setia meski menghadapi keterbatasan sarana dan kondisi.

Menghidupkan suasana pelayanan yang penuh sukacita.

Menjadi sumber motivasi bagi umat dan rekan pelayanan.

Menjadikan pelayanan sebagai panggilan, bukan sekadar tugas.

Semangat yang luar biasa bukan karena kekuatan diri sendiri, tetapi karena daya kasih Kristus yang bekerja di dalam diri penyuluh. Seperti Rasul Paulus yang berkata, “Celakalah aku jika aku tidak mewartakan Injil” (1Kor 9:16), demikian pula Penyuluh Agama Katolik melayani dengan api semangat yang tak pernah padam.

Dengan semangat yang menyala, penyuluh menjadi penggerak iman, penabur harapan, dan pemantik kasih di tengah umat.


Makna “Luar Biasa Semangat” dalam Pelayanan

Tangguh dalam tantangan

Setia dalam pengutusan

Gembira dalam pelayanan

Total dalam pengabdian

Motto / Tagline

“Melayani Tanpa Lelah, Mengabdi Tanpa Batas”

“Api Semangat Iman yang Tak Pernah Padam”

“Bersemangat dalam Pelayanan, Setia dalam Pengutusan”

PAK EMPATI

PENYULUH AGAMA KATOLIK EMPATI

Penyuluh Agama Katolik empati adalah pribadi yang hadir dengan hati yang peka, mau mendengar, memahami, dan merasakan pergumulan umat yang didampingi. Ia tidak hanya berbicara tentang kasih, tetapi menghadirkan kasih itu sendiri melalui sikap, perhatian, dan kepedulian yang nyata.

Empati membuat penyuluh mampu melihat umat bukan sekadar sebagai peserta penyuluhan, tetapi sebagai pribadi yang unik, dengan latar belakang, luka, harapan, dan perjuangan hidup masing-masing. Dengan empati, penyuluh tidak menghakimi, melainkan merangkul; tidak menjauh, tetapi mendekat.

Dalam semangat empati, Penyuluh Agama Katolik:

Mendengarkan dengan sungguh, bukan sekadar mendengar.

Hadir di tengah umat dalam suka dan duka.

Mampu merasakan kesulitan umat sebagai panggilan pelayanan.

Memberikan penguatan tanpa menggurui.

Menjadi jembatan penghiburan dan harapan bagi yang lemah dan terluka.

Yesus sendiri adalah teladan utama empati. Ia menangis bersama yang berduka, Ia menyentuh yang tersingkir, Ia menguatkan yang putus asa. Penyuluh Agama Katolik empati dipanggil untuk meneladani hati Yesus yang penuh belas kasih dalam setiap pelayanan.

Dengan empati, penyuluhan tidak terasa kaku dan jauh, tetapi menjadi ruang perjumpaan yang menguatkan, menyembuhkan, dan menumbuhkan iman umat.

Makna Empati dalam Pelayanan Penyuluh

Menjadi tanda kehadiran Allah yang peduli.

Menumbuhkan kepercayaan dan kedekatan umat.

Membantu penyuluhan lebih menyentuh kehidupan nyata.

Menghadirkan Gereja yang ramah dan penuh belas kasih.

Motto / Tagline

“Melayani dengan Hati, Mendampingi dengan Empati”

“Hadir, Mendengar, dan Menguatkan”

“Kasih yang Dirasakan, Iman yang Dikuatkan”

PAK A3

PENYULUH AGAMA KATOLIK: ASAH, ASIH, ASUH

Penyuluh Agama Katolik dipanggil untuk menjadi pendamping iman umat dengan semangat Asah, Asih, dan Asuh. Tiga nilai luhur ini menjadi landasan pelayanan agar pewartaan tidak hanya menyentuh akal budi, tetapi juga hati dan kehidupan nyata umat.

1. Asah – Mencerdaskan Iman

“Asah” berarti mengasah, membina, dan mencerdaskan. Penyuluh Agama Katolik berperan untuk menumbuhkan pemahaman iman umat melalui pengajaran Kitab Suci, ajaran Gereja, dan nilai-nilai Kristiani. Dengan semangat asah, penyuluh membantu umat:

Mengenal Tuhan secara benar,

Memahami iman secara kritis dan dewasa,

Mampu membedakan yang baik dan yang benar dalam terang Injil.

Penyuluhan yang mengasah bukan sekadar memberi pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kebijaksanaan hidup.


2. Asih – Mengasihi dengan Tulus

“Asih” berarti kasih yang tulus dan tanpa pamrih. Penyuluh Agama Katolik dipanggil untuk hadir dengan hati yang penuh cinta, empati, dan kepedulian. Dengan semangat asih, penyuluh:

Mendengarkan umat dengan penuh perhatian,

Menguatkan yang lemah dan terluka,

Tidak menghakimi, tetapi merangkul,

Menghadirkan wajah Gereja yang penuh belas kasih.

Dalam semangat asih, penyuluh meneladani Yesus Sang Gembala Baik yang mengenal dan mengasihi domba-domba-Nya satu per satu.


3. Asuh – Membimbing dan Mendampingi

“Asuh” berarti membimbing, merawat, dan mendampingi dengan kesabaran. Penyuluh tidak hanya memberi materi, tetapi juga berjalan bersama umat dalam proses pertumbuhan iman. Dengan semangat asuh, penyuluh:

Membina iman umat secara berkelanjutan,

Mendampingi dalam suka dan duka,

Meneguhkan dalam cobaan,

Mengarahkan umat agar tetap setia pada jalan Tuhan.

Pendampingan ini dilakukan dengan kesabaran, ketelatenan, dan keteladanan hidup.

Makna Asah, Asih, Asuh dalam Pelayanan Penyuluh

Asah membentuk akal budi,

Asih menyentuh hati nurani,

Asuh menuntun langkah hidup.

Ketiganya menjadi satu kesatuan yang utuh dalam pelayanan Penyuluh Agama Katolik, sehingga pewartaan tidak hanya menyampaikan ajaran, tetapi juga membentuk pribadi beriman yang dewasa, berbelas kasih, dan tangguh dalam hidup.


Peneguhan

Dengan semangat Asah, Asih, dan Asuh, Penyuluh Agama Katolik menjadi:

Guru iman yang mencerdaskan,

Sahabat rohani yang menguatkan,

Pendamping hidup yang menuntun umat menuju keselamatan.

Motto / Tagline

“Asah dalam Iman, Asih dalam Kasih, Asuh dalam Pelayanan”

“Mencerdaskan, Mengasihi, dan Membimbing dalam Terang Kristus”

“Melayani dengan Hati, Membina dengan Kasih”


PAK KREATIF

PENYULUH AGAMA KATOLIK KREATIF

Penyuluh Agama Katolik kreatif adalah pribadi yang mampu mewartakan iman secara segar, menarik, dan bermakna sesuai dengan perkembangan zaman. Ia tidak hanya menyampaikan ajaran Gereja secara teoritis, tetapi mengemasnya dengan cara-cara yang inovatif, komunikatif, dan menyentuh kehidupan nyata umat.

Kreativitas dalam pelayanan bukan berarti mengubah ajaran iman, melainkan menyajikannya dengan metode yang relevan: melalui media digital, seni, permainan edukatif, dialog interaktif, pendampingan kontekstual, serta pendekatan yang ramah bagi semua kalangan—anak, remaja, orang muda, maupun orang dewasa.

Seorang Penyuluh Agama Katolik kreatif memiliki ciri-ciri:

Mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana pewartaan.

Mengembangkan metode penyuluhan yang variatif dan partisipatif.

Mampu membaca kebutuhan umat secara kontekstual.

Terbuka terhadap ide-ide baru tanpa meninggalkan ajaran Gereja.

Menghidupkan suasana pelayanan yang inspiratif dan menggembirakan.

Dalam dunia yang terus berubah, Penyuluh Agama Katolik kreatif menjadi jembatan antara iman dan realitas zaman. Ia menghadirkan wajah Gereja yang ramah, terbuka, dan penuh sukacita, sehingga pewartaan tidak terasa membosankan, tetapi justru menggerakkan hati untuk semakin mencintai Tuhan dan Gereja.

Tagline / Motto Pilihan

“Beriman dengan Kreatif, Melayani dengan Inovatif”

“Mewartakan Iman dengan Cara Zaman”

“Kreatif dalam Metode, Setia dalam Iman”


Inspirasi Kitab Suci Sumber Hidup 12