Berkah Dalem Gusti
Jumat, 22 Mei 2026
Pembinaan di Abipraya
Pendampingan Rohani Remaja Katolik di Panti Bina Putra
Pendampingan Iman Rohani Remaja Katolik di Panti Bina Putra Bersama Penyuluh Agama Katolik Rogatianus Slamet Widiantono
Pendahuluan
Pendampingan iman rohani bagi remaja memiliki peranan penting dalam membantu generasi muda bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, dan memiliki semangat hidup yang positif. Dalam semangat pelayanan tersebut, Penyuluh Agama Katolik Rogatianus Slamet Widiantono melaksanakan kegiatan pendampingan iman rohani bagi Remaja Katolik di Panti Bina Putra.
Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan spiritual sekaligus pendampingan moral bagi para remaja agar mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan semangat iman, harapan, dan kasih.
Bentuk Kegiatan Pendampingan
Pendampingan dilakukan melalui berbagai kegiatan rohani dan pembinaan karakter, seperti doa bersama, pendalaman Kitab Suci, refleksi iman, sharing kehidupan, serta permainan edukatif yang membangun kebersamaan. Dalam suasana yang hangat dan penuh persaudaraan, para remaja diajak untuk mengenal Tuhan lebih dekat dan memahami nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pembinaan rohani, penyuluh juga memberikan motivasi kepada para remaja agar tetap memiliki semangat belajar, disiplin, percaya diri, serta mampu membangun masa depan yang lebih baik.
Tujuan Pendampingan
Kegiatan pendampingan iman rohani ini bertujuan untuk:
Menumbuhkan dan memperkuat iman remaja Katolik.
Membantu remaja membangun karakter yang baik dan bertanggung jawab.
Menanamkan nilai kasih, kepedulian, dan persaudaraan.
Memberikan motivasi dan penguatan mental bagi para remaja.
Mengarahkan remaja agar memiliki semangat hidup yang positif dan penuh harapan.
Peran Penyuluh Agama Katolik
Sebagai penyuluh agama, Rogatianus Slamet Widiantono hadir bukan hanya sebagai pembina, tetapi juga sebagai pendamping dan sahabat bagi para remaja. Kehadiran penyuluh diharapkan mampu memberikan semangat baru, membangun komunikasi yang baik, serta membantu para remaja menemukan makna hidup dalam terang iman Kristiani.
Pendampingan ini juga menjadi bentuk nyata perhatian Gereja dan Kementerian Agama terhadap perkembangan iman dan kehidupan generasi muda.
Penutup
Pendampingan Iman Rohani Remaja Katolik di Panti Bina Putra bersama Penyuluh Agama Katolik Rogatianus Slamet Widiantono merupakan pelayanan yang membawa nilai positif bagi perkembangan spiritual dan karakter remaja. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan para remaja semakin bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, mandiri, dan mampu menjadi generasi penerus yang membawa kebaikan bagi Gereja, masyarakat, dan bangsa.
Sinergi bersama Team Katekis Pugeran di Rutan Pajangan
Penyuluh Rakor bersama KKG
Misa Pelajar
POKJALUH bersama Satker Lain

Senin, 04 Mei 2026
SANTO SANTA DI BULAN MEI
Bulan Mei tidak hanya dikenal sebagai Bulan Maria, tetapi juga dihiasi oleh peringatan para kudus yang luar biasa. Para Santo dan Santa di bulan ini mengajarkan kita tentang keberanian saksi iman, kedalaman pemikiran teologis, hingga kesederhanaan dalam melayani sesama.
Berikut adalah daftar beberapa Santo dan Santa utama yang diperingati di bulan Mei:
1. St. Atanasius (2 Mei)
Seorang Uskup dan Doktor Gereja yang dijuluki sebagai "Bapa Ortodoksi". Ia adalah pembela utama iman kristiani melawan bidaah Arianisme (yang menyangkal keilahian Yesus). Kegigihannya menjaga kemurnian iman membuat kita hingga kini bisa mendaraskan Syahadat yang mengakui Yesus sebagai Allah sejati.
2. St. Filipus dan St. Yakobus, Rasul (3 Mei)
Dua dari dua belas Rasul Yesus. Filipus adalah orang yang membawa Natanael kepada Yesus, sedangkan Yakobus (anak Alfeus) dikenal sebagai tokoh penting dalam Gereja perdana di Yerusalem. Mereka mengingatkan kita bahwa dasar Gereja dibangun atas kesaksian para Rasul.
3. St. Dominikus Savio (6 Mei)
Murid dari St. Yohanes Bosco yang wafat dalam usia sangat muda (14 tahun). Ia dikenal dengan semboyannya: "Lebih baik mati daripada berbuat dosa." Ia adalah Santo Pelindung kaum muda dan menjadi teladan bahwa kesucian bisa dicapai sejak usia dini melalui keceriaan dan ketaatan.
4. St. Damianus dari Molokai (10 Mei)
Seorang misionaris yang dengan sukarela melayani para penderita kusta di Pulau Molokai, Hawaii. Ia akhirnya tertular kusta dan wafat di sana. Ia adalah simbol kasih yang tanpa batas dan keberanian untuk menyentuh mereka yang terpinggirkan oleh dunia.
5. St. Nereus, St. Akhileus, dan St. Pankrasius (12 Mei)
Para martir Gereja perdana. St. Pankrasius khususnya dikenal sebagai remaja yang dihukum mati karena menolak menyembah berhala. Mereka melambangkan keteguhan iman yang lebih kuat daripada rasa takut akan kematian fisik.
6. St. Matias, Rasul (14 Mei)
Rasul yang terpilih untuk menggantikan posisi Yudas Iskariot. Ia terpilih melalui doa dan pembuangan undi oleh para Rasul lainnya. Kehadirannya melambangkan pemulihan persekutuan dan keberlanjutan misi pewartaan Injil.
7. St. Yohanes I, Paus dan Martir (18 Mei)
Paus pertama yang melakukan perjalanan ke Konstantinopel. Ia dipenjarakan karena membela hak-hak Gereja dan wafat sebagai martir akibat penganiayaan dan kelaparan dalam penjara.
8. St. Rita dari Cascia (22 Mei)
Dikenal sebagai "Santa untuk Perkara yang Mustahil". Ia mengalami hidup sebagai istri, ibu, janda, dan akhirnya menjadi biarawati. Ia menerima stigmata (luka duri Yesus) di dahinya sebagai tanda persatuannya dengan sengsara Kristus.
9. St. Filipus Neri (26 Mei)
Dikenal sebagai "Rasul Roma" dan "Santo yang penuh sukacita". Ia mendirikan Ordo Oratorian dan dikenal karena humor serta kerendahan hatinya yang luar biasa dalam membimbing jiwa-jiwa kembali kepada Tuhan.
10. St. Agustinus dari Canterbury (27 Mei)
Misionaris yang diutus untuk mewartakan Injil di Inggris. Ia berhasil membaptis Raja Ethelbert dan menjadi Uskup Agung Canterbury yang pertama, meletakkan dasar bagi Gereja di tanah Inggris.
Peristiwa Besar Lainnya di Bulan Mei:
St. Perawan Maria dari Fatima (13 Mei): Mengenang penampakan Bunda Maria kepada tiga anak gembala di Fatima, Portugal, yang membawa pesan doa rosario dan pertobatan dunia.
Kunjungan Santa Perawan Maria kepada Elisabet (31 Mei): Menutup bulan Mei dengan merayakan iman Maria yang berbagi sukacita dengan saudaranya, Elisabet
Bina Iman Remaja Pandak
Pendampingan dan Pembinaan Iman Remaja Katolik Pandak di SMPN 2 Pandak oleh Penyuluh Agama Katolik Pendahuluan Remaja merupakan generasi pen...
-
Ratapan 3:1-26 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu! (Ratapan 3:...
-
Kis 18:1-17 Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari oran...
-
MAZMUR 15 : 1 - 5 Mazmur Daud. TUHAN, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu? Siapa yang boleh diam di gunung- Mu yang kudus? Yaitu dia...
-
Matius 5 : 13 - 16 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. (Matius 5:14) Ketika aliran lis...
-
Yosua 1:1-9 Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah dipe...












































